Wednesday, September 9, 2026

The Apurva Kempinski Bali Gelar Konferensi Tahunan Path to Sustainable Growth 2026

Must Read

marketinginsight.id – Komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang kini menjadi fokus utama para pelaku industri gaya hidup dan perhotelan.

Transformasi industri tidak lagi sebatas meminimalkan dampak lingkungan, melainkan bergerak menuju pemulihan ekosistem serta pemberdayaan sosial yang nyata.

Langkah ini memperkuat posisi sektor jasa dalam membangun ekosistem bisnis yang adaptif terhadap isu lingkungan global. Pendekatan holistik tersebut diwujudkan secara konsisten oleh salah satu pengelola resor di kawasan Bali.

Inisiatif ini dihadirkan melalui forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai lintas sektor untuk merumuskan aksi nyata.

Nusa Dua, The Apurva Kempinski Bali kembali memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dan regenerasi melalui penyelenggaraan konferensi tahunan Path to Sustainable Growth 2026.

Mengangkat tema “Regenerasi untuk Masa Depan”, konferensi yang berlangsung di Candi Ballroom, The Apurva Kempinski Bali, ini mempertemukan lebih dari 250 pemimpin dari dunia bisnis, pemerintahan, akademisi, kewirausahaan, dan komunitas lokal untuk membahas berbagai pendekatan regeneratif dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Memasuki edisi keempat, Path to Sustainable Growth tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar gagasan mengenai keberlanjutan, tetapi juga berkembang sebagai platform kolaborasi yang mendorong berbagai pihak untuk bergerak dari sekadar mengurangi dampak lingkungan menuju upaya pemulihan dan penciptaan dampak positif.

Konferensi dibuka dengan pidato utama oleh Assistant Vice President of Retail Transaction Group Bank Rakyat Indonesia (BRI), Nurmalia, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.

Nurmalia menekankan bahwa pertumbuhan regeneratif membutuhkan komitmen kolektif, inovasi, serta investasi jangka panjang untuk menciptakan dampak berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Diskusi dalam konferensi ini dibangun melalui empat tema yang saling terhubung, yaitu Warisan (Legacy), Melestarikan Bumi dan Alam (Preserving the Land and Nature), Regenerasi untuk Masa Depan (Regeneration for the Future), serta Melestarikan Manusia (Preserving People).

Keempat tema tersebut mengeksplorasi bagaimana regenerasi dapat dimulai dari pelestarian budaya, perlindungan alam, penerimaan terhadap inovasi, hingga investasi pada sumber daya manusia.

Melalui tema Warisan (Legacy), para pembicara membahas bagaimana warisan budaya Indonesia dapat tetap relevan bagi generasi mendatang.

President Director Martha Tilaar SPA & Puspita Marta International Beauty School, Wulan Tilaar, merefleksikan pelestarian tradisi kebugaran bangsa melalui inovasi.

Sementara itu, Head of The Board of Trustees Yayasan Warisan Budaya Banda, Mita Alwi, membagikan pentingnya menjaga warisan budaya Banda.

Founder of Agung Rai Museum of Art, Anak Agung Gde Rai, membahas peran museum dan seni dalam memperkuat identitas Bali, sedangkan Chef-Founder Bumbu Bali Restaurant & Cooking School, Heinz von Holzen, menunjukkan bagaimana warisan kuliner dapat menjaga tradisi lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan.

Pada tema Melestarikan Bumi dan Alam (Preserving the Land and Nature), diskusi berfokus pada pengelolaan lingkungan dan pemulihan ekosistem.

Co-Founder & CEO Bumiterra, Tara Susanto-Joseph, mempresentasikan pertanian regeneratif sebagai salah satu pendekatan untuk menciptakan lanskap yang lebih sehat.

Co-Founder Beemahoney, Jeremy Cooper, menyoroti peran penting keanekaragaman hayati melalui praktik perlebahan berkelanjutan.

Sementara itu, Senior Director Asia Pacific Rainforest Alliance, Chandra Panjiwibowo, membahas pengelolaan lahan yang bertanggung jawab dan pentingnya membangun rantai pasokan yang tangguh.

Founder & CEO Indonesia Coconut Hub, Galih Batara Muda, turut menyoroti pendekatan sirkular dalam memperkuat industri kelapa Indonesia sekaligus mendukung komunitas lokal.

Berpusat pada tema “Regenerasi untuk Masa Depan”, konferensi mengeksplorasi peran inovasi dan model bisnis sirkular dalam mendorong transformasi industri.

Chief Executive Officer Eco-Mantra, Maitri Fischer, membahas strategi yang mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan, sementara Founder Urban Nature, Jelle Therry, memperkenalkan pendekatan desain regeneratif yang secara aktif berupaya memulihkan ekosistem.

Pembahasan juga mencakup solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dipresentasikan oleh CEO and Founder WeDoo, Valerine Chandrakesuma.

Corporate & Brand Communications PT Suparma Tbk, Nabila Syavira (Syakieb), merefleksikan perjalanan manufaktur berkelanjutan PT Suparma, sementara Key Account Manager Noovoleum, Tharesa Rahma Primula, mempresentasikan metode inovatif untuk mengubah minyak goreng bekas menjadi sumber energi terbarukan.

Tema terakhir, Melestarikan Manusia (Preserving People), menempatkan kesejahteraan manusia sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.

Director of Hygiene, Safety and Sustainability The Apurva Kempinski Bali, Desak Intan, membagikan filosofi resort yang berpusat pada manusia melalui credo Mind, Body, and Soul, dengan menekankan pentingnya kesejahteraan holistik, pertumbuhan pribadi, dan budaya kerja yang suportif.

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Founder Bali Usada, Merta Ada, dan General Manager Bali Usada, Nago Tejena, yang mengeksplorasi pelestarian praktik penyembuhan tradisional Bali melalui meditasi.

Founder Rumah Atsiri Indonesia, Natasha Clairine Mintarga, turut mengangkat warisan botanikal Indonesia melalui inovasi wellness, pendidikan, pemberdayaan komunitas, dan praktik bisnis berkelanjutan.

Sesi ini ditutup oleh Nutrition & Human Performance Strategist 3C, Agatha Anggiya Murni, yang menyoroti hubungan antara nutrisi, performa manusia, dan gaya hidup berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui pengukuran dan pengelolaan jejak karbon konferensi.

Path to Sustainable Growth 2026 menghasilkan total emisi karbon sebesar 9.982,055 kgCO₂e, yang setara dengan kapasitas penyerapan karbon sekitar 1.467,95 pohon bakau.

Sebagai bagian dari upaya mencapai hasil lingkungan yang net-positif, Bali Ocean Carbon (BOC) berkomitmen untuk mendonasikan 1.500 pohon mangrove. Donasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan selama acara, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem pesisir Indonesia.

Langkah ini mencerminkan bagaimana kolaborasi antara berbagai pihak dapat menerjemahkan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi aksi lingkungan yang terukur.

Sebagai kelanjutan dari semangat kolaborasi yang dibangun melalui konferensi, The Apurva Kempinski Bali juga memperkenalkan Seeds of Change, sebuah program mentorship dan inkubasi selama delapan minggu yang dirancang untuk memberdayakan generasi berikutnya dari inovator keberlanjutan Indonesia.

Program ini mengundang mahasiswa universitas dan startup tahap awal untuk mengembangkan solusi berdampak di bidang pariwisata regeneratif, inovasi lingkungan, dan kewirausahaan sosial.

Dalam penyelenggaraan Path to Sustainable Growth 2026, The Apurva Kempinski Bali secara resmi mengumumkan delapan peserta terpilih, yaitu Yogi Sidik Prasojo (Estuaria Alam Lestari), Komang Tia Trisnapratiwi (Decoco Luminer), Juliana Sianturi (Saree Ulos), Aula Larasati (Umah Pupa), Aditya Anugrah (Weavora), Ayu Adriani (Bali Ocean Carbon), Ni Wayan Orissa Hrdayani Mas Manuaba (Enably), dan Ni Komang Sri Andayani (Terra Loka Nusantara).

Para peserta mendapatkan bimbingan dari para pemimpin industri untuk menyempurnakan model bisnis, memperkuat strategi keberlanjutan, dan meningkatkan dampak jangka panjang dari inisiatif mereka.

Program ini akan mencapai tahap akhir melalui sesi pitching, dengan dua proyek terkuat mendapatkan dukungan masing-masing sebesar IDR 50 juta dan IDR 20 juta untuk mendukung pengembangan ide inovatif menjadi solusi nyata.

Lebih dari sekadar konferensi tahunan, Path to Sustainable Growth terus berkembang menjadi platform sepanjang tahun yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan aksi kolektif menuju masa depan regeneratif.

Dengan mempertemukan pemimpin pemikiran, dunia usaha, pembuat kebijakan, komunitas, dan inovator muda, The Apurva Kempinski Bali berupaya memperluas dampak inisiatif keberlanjutannya melampaui industri perhotelan dan menciptakan ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi terhadap perubahan yang lebih bermakna.

General Manager of The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, mengungkapkan bahwa Path to Sustainable Growth telah berkembang melampaui sekadar diskusi tentang keberlanjutan.

Vincent menjelaskan bahwa fokus saat ini tertuju pada regenerasi, yakni bergerak melampaui sekadar mengurangi dampak menuju pemulihan ekosistem secara aktif, memperkuat komunitas, melestarikan warisan budaya, dan menciptakan peluang untuk meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang.

Pihak manajemen percaya bahwa regenerasi memerlukan aksi kolektif melalui jalinan kerja sama yang bermakna dan pemberdayaan inovator masa depan.

Sektor perhotelan diyakini mampu menjalankan peran sebagai katalis transformasi positif di mana manusia, budaya, alam, dan bisnis dapat tumbuh bersama.

Seiring berlanjutnya program Seeds of Change, perhatian kini tertuju pada perjalanan delapan inovator terpilih dalam mengembangkan ide-ide mereka menjadi solusi yang berdampak.

Perkembangan program dan pengumuman dua penerima penghargaan akan dibagikan melalui kanal Instagram resmi The Apurva Kempinski Bali, sehingga masyarakat dapat mengikuti bagaimana ide-ide tersebut berkembang menjadi aksi regeneratif di masa depan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Perayaan Gery 25 Tahun Gandeng Iqbaal Ramadhan

marketinginsight.id – Gery, salah satu merek biskuit dan wafer di bawah naungan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood), merayakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img