marketinginsight.id – Tuntunan fleksibilitas finansial menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Tantangan dalam membagi alokasi pendapatan antara kebutuhan mendesak dan investasi masa depan sering kali membingungkan keluarga muda.
Melihat fenomena tersebut, sektor industri keuangan dituntut menghadirkan inovasi produk perlindungan yang tidak mengunci likuiditas secara kaku.
Solusi terintegrasi antara proteksi jiwa dan instrumen perencanaan keuangan jangka menengah kini menjadi fokus utama para pelaku industri.
Sinergi strategic antara perbankan dan perusahaan asuransi hadir untuk menjawab ketidakpastian tersebut secara terukur.
Langkah kolaboratif ini memberikan kepastian manfaat sekaligus kemudahan akses dana bagi masyarakat yang membutuhkan penyesuaian strategi keuangan.
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk memperkenalkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra sebagai solusi perlindungan jiwa dan perencanaan keuangan jangka menengah.
Melalui produk ini, nasabah dapat mempersiapkan tujuan finansial secara lebih fleksibel dengan pilihan manfaat yang dapat diakses lebih awal sesuai ketentuan polis.
Chief Bancassurance Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Kah Jing Lee, menjelaskan bahwa banyak orang berada pada tahap kehidupan dengan tanggung jawab besar untuk keluarga maupun orang tua.
Kah Jing Lee menambahkan bahwa produk ini bertujuan membantu masyarakat membangun kesiapan finansial yang lebih baik melalui manfaat terjamin serta fleksibilitas yang adaptif.
Temuan dari Manulife Asia Care Survey 2026 menyoroti meningkatnya tekanan finansial yang dihadapi masyarakat Indonesia.
Meskipun 65 persen responden memaknai kebebasan finansial sebagai tidak menjadi beban bagi orang lain, sebanyak 68 persen masih memberikan dukungan finansial kepada anggota keluarga dengan rata-rata alokasi 38 persen dari pendapatan bulanan.
Dampaknya, 69 persen responden menyatakan tanggung jawab tersebut memengaruhi kemampuan mereka untuk mencapai kemandirian finansial jangka panjang.
Tantangan ini terutama dirasakan oleh kelompok usia produktif 25 hingga 34 tahun yang harus menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan tujuan keuangan masa depan.
Guna merespons kebutuhan tersebut, Manulife Indonesia dan Danamon menghadirkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra yang mengusung konsep Ekstra SIAP.
Produk ini menawarkan solusi komprehensif dengan perlindungan inklusif, pengajuan tanpa pemeriksaan kesehatan, akses manfaat lebih awal, serta pilihan mata uang Rupiah maupun Dollar AS.
Fasilitas ini tersedia bagi calon tertanggung berusia 18 hingga 80 tahun dengan pilihan masa pembayaran premi 5 tahun untuk perlindungan 15 tahun, atau 6 tahun untuk perlindungan 18 tahun. Adapun premi tahunan minimum yang ditetapkan adalah sebesar Rp24 juta atau USD2.400.
Sementara itu, fleksibilitas produk diperkuat dengan manfaat Pengakhiran Polis Lebih Awal yang tersedia pada tahun polis tertentu.
Manfaat ini membantu mendukung berbagai tujuan finansial seperti biaya pendidikan anak atau momen penting keluarga tanpa harus menunggu hingga masa perlindungan berakhir.
Selain itu, produk ini memberikan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan untuk memberikan perlindungan finansial yang lebih optimal.
Seluruh skema klaim dan manfaat tambahan tersebut tetap berjalan sesuai dengan syarat dan ketentuan polis yang berlaku.
Consumer Funding & Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Ivan Jaya, menegaskan bahwa kesiapan finansial perlu didukung oleh perencanaan sejak dini serta solusi yang terintegrasi.
Ivan Jaya menyebutkan bahwa perencanaan keuangan yang baik memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai perubahan sepanjang perjalanan hidup.
Kemitraan ini terbukti mendapat respons positif dari nasabah Danamon sejak pertama kali diperkenalkan ke publik.
Dalam beberapa minggu pertama setelah peluncurannya, produk ini berhasil mencatat penjualan ratusan polis di berbagai wilayah.
Melalui kolaborasi berkesinambungan ini, Manulife Indonesia dan Danamon terus memperluas akses masyarakat terhadap solusi perlindungan keuangan.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan finansial masyarakat yang terus berkembang secara dinamis.
Redaksi



