Monday, August 10, 2026

Voice of Istiqlal dan EFA Foundation Gelar Program Scholarship IELTS

Must Read

marketinginsight.id – Voice of Istiqlal (VOIST) dan Yayasan Pendidikan Menyeluruh Indonesia (EFA Foundation) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menginisiasi Program Scholarship IELTS.

Inisiatif ini menjadi langkah nyata memperkuat daya saing global generasi muda Indonesia melalui peningkatan kompetensi bahasa Inggris.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Mulyono Lodji, M.Si., selaku Direktur Voice of Istiqlal, bersama Zayn Ali selaku Ketua EFA Foundation. Prosesi penandatanganan PKS tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam pelaksanaannya, LES Global dipercaya sebagai implementing partner yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan teknis program.

Tanggung jawab tersebut mencakup pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, hingga evaluasi menyeluruh terhadap para peserta.

Kolaborasi strategis ini lahir sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan penguasaan bahasa internasional di era global.

Saat ini, kemampuan yang dibuktikan melalui International English Language Testing System (IELTS) telah menjadi persyaratan utama untuk studi luar negeri maupun bersaing di pasar kerja global.

Di sisi lain, akses terhadap pendidikan IELTS yang berkualitas masih menjadi tantangan besar bagi banyak pemuda Indonesia.

Jumlah pengajar berpengalaman internasional relatif terbatas, sementara biaya kursus persiapan berstandar internasional masih tergolong tinggi.

Kondisi tersebut membuat tidak sedikit talenta muda kehilangan kesempatan mengembangkan potensinya.

Hal ini bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan akibat keterbatasan akses pembelajaran berkualitas dan dukungan finansial.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Program Scholarship IELTS menyediakan pelatihan intensif selama 40 jam. Pelatihan dirancang secara sistematis oleh LES Global dengan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian skor IELTS yang kompetitif.

Selain itu, program ini menghadirkan pengajar profesional yang berpengalaman dalam pembelajaran bahasa Inggris akademik. Para pengajar memberikan pendampingan yang sesuai dengan standar pengujian internasional secara berkelanjutan.

Tidak hanya pelatihan, program ini juga menyediakan beasiswa penuh maupun beasiswa parsial bagi peserta yang memenuhi kriteria. Skema tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi pemuda dari berbagai latar belakang ekonomi.

Melalui bantuan ini, generasi muda dapat mempersiapkan diri meraih kesempatan belajar di universitas terbaik dunia. Langkah tersebut sekaligus menjadi pijakan kokoh untuk membangun karier di tingkat internasional.

Kemitraan ini mempertemukan tiga institusi dengan peran penting yang saling melengkapi. EFA Foundation hadir sebagai organisasi nirlaba yang berkomitmen memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Voice of Istiqlal (VOIST) berperan sebagai wadah pemberdayaan generasi muda berbasis komunitas di lingkungan Masjid Istiqlal.

Adapun LES Global berkontribusi sebagai lembaga pelatihan profesional berpengalaman dalam penyelenggaraan program persiapan IELTS.

Direktur Voice of Istiqlal, Mulyono Lodji, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen bersama membangun sumber daya manusia unggul.

Mulyono Lodji meyakini bahwa penguasaan bahasa Inggris telah menjadi kebutuhan strategis bagi generasi muda Indonesia.

Melalui kemitraan ini, Direktur Voice of Istiqlal tersebut ingin memastikan kesempatan berprestasi dapat diakses oleh lebih banyak pemuda tanpa memandang latar belakang ekonomi. Upaya ini penting demi membuka jejaring internasional serta berbagai peluang global.

Pada kesempatan yang sama, Ketua EFA Foundation, Zayn Ali, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif.

Zayn Ali mengungkapkan bahwa banyak anak muda Indonesia memiliki potensi luar biasa tetapi belum memiliki akses persiapan IELTS yang memadai.

Oleh karena itu, Ketua EFA Foundation tersebut berharap Program Scholarship IELTS dapat menjadi jembatan bagi pemuda Indonesia.

Program ini diyakini memperluas kesempatan memperoleh beasiswa, melanjutkan studi ke luar negeri, dan meningkatkan daya saing internasional.

Sinergi ketiga lembaga ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para peserta. Lebih dari itu, kolaborasi ini membuka jalan bagi lahirnya generasi muda yang siap menembus kampus dunia dan berkontribusi di kancah global.

Pada akhirnya, program ini menjadi model kolaborasi strategis antara organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas kepemudaan. Langkah ini sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kapasitas generasi muda.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Jon Brown Ditunjuk jadi Co-Showrunner Serial Harry Potter Musim Kedua

marketinginsight.id – HBO secara resmi menunjuk Jon Brown sebagai Co-Showrunner baru untuk mendampingi Francesca Gardiner dalam menggarap musim kedua serial...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img