marketinginsight.id – TransTRACK kembali menghadirkan Rally Tracking System untuk mendukung pemantauan dan keselamatan pada Sumatera Utara Rally 2026.
Event ini merupakan bagian dari FIA Asia Pacific Rally Championship (APRC) Round 3 dan IMI National Rally Championship (INRC) Round 4 yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Sumatera Utara.
Mengandalkan konektivitas seluler dan satelit, teknologi buatan Indonesia ini membantu Race Control memantau posisi pereli secara live.
Perangkat ini juga memetakan kendaraan yang berhenti serta menerima informasi kondisi peserta guna mempercepat koordinasi keselamatan di Special Stage (SS).
Pada ajang ini, teknologi TransTRACK digunakan untuk memantau 45 peserta, termasuk pereli asal India dan Spanyol.
Pemantauan dilakukan sepanjang 12 Special Stage di Tobasari A, Tobasari B, dan Bah Butong dengan total jarak 231,10 kilometer selama dua hari.
Pasangan Musa Rajekshah (Ijeck) dan Hervian Sudjono keluar sebagai juara umum APRC Round 3 sekaligus INRC Round 4 menggunakan Skoda Fabia RS Rally2 dari BLA BLA BLA Motorsport.
Sementara itu, Ryan Nirwan dan Adi Indiarto menempati posisi kedua sekaligus mengamankan predikat Juara Nasional INRC Round 4 bersama Toyota Gazoo Racing Indonesia.
Di balik persaingan sengit lintasan, karakter reli berjarak panjang menghadirkan tantangan tersendiri bagi Race Control.
Posisi dan kondisi kendaraan harus diketahui secara cepat, terutama saat peserta mengalami kendala di area yang minim pemantauan langsung.
Sebab itu, Rally Tracking System TransTRACK menjadi pilar sistem pemantauan untuk memperoleh data lintasan secara transparan. Sistem ini mempermudah perangkat lomba dalam mengkoordinasikan respons keselamatan ketika insiden terjadi.
Ahmad Syauki Anas selaku Pimpinan Perlombaan memaparkan bahwa Rally Tracking System mampu mengatasi keterbatasan sistem pemantauan manual berbasis radio point.
Sebelumnya, jarak antar radio point dapat mencapai 2,5 kilometer sehingga keberadaan kendaraan di antara dua titik sulit dipantau secara presisi.
Selanjutnya, penggunaan koneksi seluler dan satelit membuat pergerakan peserta dapat dipantau secara real-time. Ketika kendaraan berhenti selama 30 detik, tim penolong bisa langsung mengetahui titik koordinat pasti untuk mengambil tindakan cepat.
Keandalan fungsi ini terbukti saat sebuah kendaraan mengalami insiden dan memblokir jalur balap. Melalui Rally Tracking System, peserta dapat mengirimkan sinyal informasi mengenai kondisi terkini langsung ke Race Control.
Selain itu, rekam data (log) dari Rally Tracking System menjadi bahan evaluasi penting bagi perangkat lomba dalam mengambil keputusan.
Kendati demikian, wewenang penetapan red flag maupun penghentian sementara balapan tetap berada penuh di bawah keputusan resmi penanggung jawab lomba.
Pemanfaatan data lapangan tersebut terus dijadikan acuan pengembangan Rally Tracking System TransTRACK dari waktu ke waktu.
Setelah digunakan pada APRC 2024 di Rambung Sialang dan Sprint Rally Deli Serdang 2026, teknologi ini kembali diterapkan dengan peningkatan pada kestabilan koneksi dan tampilan antarmuka.
Ahmad Syauki Anas yang mengamati perkembangannya sejak 2024 mengapresiasi visual sistem yang kian jelas. Kualitas koneksi yang makin stabil menunjukkan kemajuan teknis signifikan yang dicapai oleh tim pengembang TransTRACK.
Perkembangan teknologi ini turut disoroti oleh Chairman of Stewards, Vicky Chandhok, yang telah memantau penyelenggaraan reli di Indonesia selama enam hingga tujuh tahun.
Menurut pengamatannya, sistem pemantauan di Indonesia telah bertransformasi pesat dibandingkan masa lalu yang masih dilakukan secara manual dan terhambat kendala sinyal.
Lebih jauh, Vicky Chandhok menilai perubahan arah pengembangannya sudah berada di jalur yang tepat. Ke depan, pengembangan dapat diarahkan pada integrasi fitur komunikasi, sistem timing, serta penyelarasan regulasi bersama FIA.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa implementasi pada ajang APRC menjadi pembuktian keandalan teknologi lokal.
Sistem ini dirancang untuk menjawab kebutuhan informasi yang cepat, andal, dan presisi di area bermedan berat.
Menurut Anggia Meisesari, setiap detik di lintasan balap sangat berharga bagi keselamatan keselamatan pereli. Kehadiran Rally Tracking System menjadi sarana pendukung utama Race Control untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
Sebagai langkah lanjutan, TransTRACK akan menyerap seluruh masukan dari penyelenggara untuk menyempurnakan fungsi sistem.
Langkah ini ditujukan untuk menaikkan standar keselamatan olahraga otomotif, baik di tingkat nasional maupun regional.
Akhirnya, pengembangan Rally Tracking System diproyeksikan mencakup integrasi race management yang lebih kompleks.
TransTRACK menargetkan teknologi pelacakan ini meraih homologasi FIA agar dapat diadopsi secara luas di berbagai kejuaraan internasional.
Redaksi



