marketinginsight.id – Tren video commerce di Indonesia bergerak sangat pesat dan mengubah lanskap perilaku belanja digital secara signifikan. Tingginya interaksi visual memicu lonjakan transaksi, terutama pada sektor kecantikan dan busana yang kini mendominasi pasar digital. Pertumbuhan jumlah penjual berbasis konten visual ini menegaskan pentingnya saluran pemasaran interaktif dalam memikat keputusan pembelian konsumen.
Meskipun format visual terus mendominasi pasar, konsumen masih kerap menghadapi kendala presisi dalam mengevaluasi produk secara daring. Tampilan warna atau ukuran pada foto dan video sering kali belum memberikan keyakinan penuh bagi calon pembeli. Celah pertimbangan inilah yang mendorong kebutuhan akan teknologi pemasaran modern yang sanggup menghadirkan simulasi belanja riil dan terpersonalisasi.
Menjawab tantangan tersebut, integrasi teknologi kecerdasan buatan dan augmented reality menjadi solusi strategis bagi peritel era baru. Pendekatan interaktif ini tidak hanya memperkuat tahap pertimbangan produk, tetapi juga mengoptimalkan strategi omnichannel merek di kanal digital maupun toko fisik. Kehadiran inovasi semacam ini menandai babak baru dalam transformasi pengalaman belanja ritel di tanah air.
Fynd, perusahaan teknologi ritel berbasis AI yang didukung oleh Reliance Retail Ventures Limited, mengumumkan ketersediaan komersial GlamAR di Indonesia. Platform berbasis AI ini menghadirkan fitur virtual try-on, analisis kulit, dan visualisasi produk 3D untuk kategori kecantikan, fashion, serta furnitur.
Peluncuran ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan video commerce di Indonesia. Konsumen di Indonesia tercatat melakukan 2,6 miliar transaksi melalui video commerce pada 2025, angka tertinggi di Asia Tenggara.
Kategori kecantikan dan fashion menyumbang 48 persen dari GMV video commerce. Jumlah penjual yang memanfaatkan format video juga tumbuh 75 persen secara tahunan hingga mencapai 800.000 penjual.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan belanja konsumen semakin dipengaruhi oleh konten visual. Oleh karena itu, merek membutuhkan cara baru untuk membantu konsumen mengevaluasi produk secara presisi sebelum membeli.
Melihat produk dalam bentuk video atau foto saja terkadang belum cukup untuk memberikan keyakinan bertransaksi. Variasi warna lipstik dapat terlihat berbeda pada setiap warna kulit, sementara proporsi kacamata sulit dinilai hanya dari gambar statis.
GlamAR dirancang khusus untuk memberikan pengalaman interaktif pada tahap pertimbangan produk. Solusi ini menghadirkan teknologi virtual try-on berbasis AI untuk beragam kategori produk ritel.
Pada kategori kacamata, teknologi pemetaan wajah real-time membantu pengguna melihat presisi frame dengan tingkat akurasi pengukuran jarak pupil hingga ±1 mm. Untuk kosmetik, pengguna dapat mencoba lipstik, blush, dan eyeshadow secara virtual pada berbagai warna kulit.
Sementara itu, visualisasi 3D pada perhiasan memungkinkan pengguna mengamati produk dari berbagai sudut. Teknologi analisis kulit GlamAR juga mampu mendeteksi lebih dari 14 kondisi kulit dalam waktu sekitar 20 detik.
Sistem menganalisis lebih dari 15 metrik dan 150 biomarker wajah untuk memberikan rekomendasi produk yang terpersonalisasi. Teknologi omnichannel ini dapat diakses melalui smartphone, tablet, desktop, smart mirror, maupun Magic Mirror di toko fisik.
“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi perkembangan ritel dengan konsumen digital yang muda dan aktif,” ujar Ronak Modi, Chief Business Officer Global Fynd. Pihaknya ingin membantu merek menghadirkan pengalaman belanja yang lebih menarik agar konsumen dapat memahami produk secara optimal sebelum membeli.
Selanjutnya, GlamAR dirancang untuk melengkapi teknologi ritel yang sudah digunakan oleh pelaku bisnis. SDK platform dapat diintegrasikan dengan platform seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento, maupun sistem perdagangan yang dikembangkan secara khusus.
Pengalaman bermerek dasar dapat diaktifkan dalam waktu sekitar 30 menit. Implementasi yang lebih kompleks biasanya membutuhkan beberapa minggu, tergantung pada kebutuhan katalog dan tingkat integrasi sistem.
Platform ini bersifat white-label sehingga peritel dapat menyesuaikan tampilan sesuai identitas merek masing-masing. Praktik keamanan platform juga telah memenuhi standar internasional seperti SOC 2, ISO, dan GDPR.
Kehadiran secara komersial di Indonesia memungkinkan Fynd bekerja sama dengan peritel maupun merek yang sedang berkembang. Kerjasama ini bertujuan menghadirkan pengalaman belanja interaktif di kanal digital maupun toko fisik.
Redaksi



