marketinginsight.id – Isu keberlanjutan saat ini semakin menjadi perhatian yang sangat serius di sektor keuangan global maupun di Indonesia.
Terkait hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kredit dan pembiayaan bank umum untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan telah mencapai lebih dari Rp2.000 triliun hingga akhir tahun 2025.
Tren yang masif ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan akan pembiayaan berkelanjutan, pengelolaan risiko yang lebih adaptif, serta praktik bisnis yang bertanggung jawab di berbagai sektor industri.
Melihat perkembangan tersebut, Bank DBS Indonesia memandang sustainability bukan sekadar pelengkap strategi bisnis atau program tanggung jawab sosial perusahaan saja.
Sebaliknya, prinsip ini telah menjadi bagian inti dari cara bank mengambil keputusan, menyalurkan pembiayaan, mengelola risiko, membangun operasional, serta menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui Laporan Keberlanjutan 2025, Bank DBS Indonesia memaparkan implementasi strategi tersebut lewat tiga pilar utama.
Tiga pilar strategis tersebut meliputi Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Langkah pendekatan ini dinilai sangat sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Berkaitan dengan komitmen tersebut, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan bahwa mereka percaya keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bisnis yang berkualitas.
Oleh sebab itu, aspek keberlanjutan ini diintegrasikan ke dalam seluruh lini operasional Bank DBS Indonesia, mulai dari membiayai bisnis, melayani nasabah, mengelola risiko, hingga membangun operasional perusahaan.
Bagi Bank DBS Indonesia, menjadi bank yang relevan di masa depan artinya harus berkontribusi penuh dalam menciptakan prospek yang lebih tangguh dan inklusif.
Melalui tindakan nyata ini, perusahaan berfokus mendorong keuangan berkelanjutan, memperkuat tata kelola operasional, serta mendukung kemajuan sosial.
Melalui komitmen panjang tersebut, Bank DBS Indonesia kini telah menunjukkan kepemimpinan yang sangat kuat dalam keuangan berkelanjutan (sustainability financing).
Mereka bahkan berhasil mencapai tonggak penting pada tahun 2025 dengan portofolio pembiayaan kegiatan usaha berkelanjutan (KKUB) mencapai lebih dari Rp15,6 triliun setelah dikurangi pembayaran kembali.
Peningkatan signifikan dari angka Rp14,1 triliun pada tahun 2024 ini menunjukkan komitmen nyata untuk menyalurkan dana menuju bisnis yang secara aktif berkontribusi pada ekonomi yang lebih hijau.
Di samping itu, dalam segmen UMKM, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan secara kumulatif lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem pembiayaan terpercaya.
Tidak hanya itu, Bank DBS Indonesia juga telah memberdayakan UMKM dengan pinjaman modal kerja yang beredar sebesar Rp70 miar.
Dedikasi terhadap inklusi keuangan ini lebih lanjut tercermin dalam Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97%, di mana angka ini berhasil melampaui tolok ukur internal perusahaan.
Selain penguatan di sektor UMKM, komitmen investasi berkelanjutan juga ditunjukkan melalui penawaran beragam reksa dana ESG dan obligasi hijau.
Meskipun terjadi pergeseran pasar yang membuat langganan reksa dana ESG menurun menjadi Rp148 miliar karena preferensi investor terhadap produk jangka pendek, langganan obligasi hijau Bank DBS Indonesia justru secara kuat melampaui Rp1 triliun pada tahun 2025.
Angka yang luar biasa ini menyoroti permintaan yang kuat untuk instrumen pendapatan tetap berkelanjutan di tengah ketidakpastian pasar.
Di sisi lain, pada aspek advokasi, Bank DBS Indonesia aktif bekerja sama dengan Kementerian ESDM, PT PLN, International Energy Agency (IEA), serta berdialog dengan lebih dari 50 organisasi untuk meningkatkan skala Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS).
Kolaborasi ini sengaja dirancang untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan agar mencapai pemahaman bersama tentang jalur komersial, teknis, dan kebijakan yang diperlukan. Seluruh upaya tersebut ditujukan guna mewujudkan ambisi Indonesia dalam menerapkan lebih dari 10 GW BESS sesuai Rencana Bisnis Pasokan Listrik 2025-2034.
Selanjutnya, integrasi prinsip keberlanjutan ini juga diterapkan secara internal melalui peningkatan efisiensi operasional dan tata kelola kerja yang inklusif.
Langkah nyata ini dibuktikan dengan pencatatan konsumsi energi operasional sebesar 8.397 MWh dan total emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 11.528 tCO2e.
Pencapaian operasional tersebut menunjukkan pengurangan konsumsi energi sebesar 15% dari tahun ke tahun serta pengurangan total emisi GRK sebesar 17%. Lebih lanjut, konsumsi energi terbarukan perusahaan mencapai 213 MWh, yang dilengkapi dengan pembelian 8.500 MWh Sertifikat Energi Terbarukan (REC) untuk aktif mendukung pasar energi hijau.
Sementara itu, dari segi tata kelola ESG, menjaga keamanan data nasabah tetap menjadi hal yang paling utama bagi Bank DBS Indonesia.
Pertahanan siber perusahaan terus diperkuat melalui peningkatan sistem pemantauan penipuan, periode penangguhan strategis untuk transfer bernilai signifikan, serta penerapan solusi token digital baru bersama Tim Anti-Fraud khusus.
Tidak berhenti di situ, Bank DBS Indonesia juga secara aktif mengedukasi masyarakat melalui kampanye komprehensif bertajuk ‘Behind the Scam‘.
Di samping perlindungan nasabah, perusahaan juga membina talenta internalnya dengan memberikan peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang yang mendalam kepada lebih dari 826 karyawan dalam peran yang mengalami transformasi Artificial Intelligence (AI).
Melalui pilar Dampak Melampaui Perbankan, Bank DBS Indonesia juga memperluas kontribusi sosialnya secara masif ke berbagai lapisan masyarakat.
Tercatat sejak tahun 2024, komitmen pendanaan lebih dari SGD18,2 juta telah disalurkan untuk mendukung bisnis berdampak serta organisasi nirlaba demi menjangkau 141.000 individu rentan.
Bantuan cepat juga dikerahkan untuk krisis kemanusiaan banjir dan tanah longsor di Aceh serta Sumatera Barat dengan dana lebih dari Rp6 miliar untuk membantu lebih dari 10.400 individu dan 1.700 keluarga.
Melalui kemitraan strategis dengan Plan Indonesia selaku kolaborator lokal DBS Foundation, bank dengan cepat menyalurkan bantuan dan berpartisipasi dalam pemulihan pasca bencana jangka panjang.
Secara berkelanjutan, DBS Foundation juga berkomitmen untuk menyalurkan total hibah sebesar SGD850.000 untuk mendukung lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia.
Penerima hibah tersebut antara lain adalah DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Selain bantuan modal usaha, DBS Foundation turut menyelenggarakan ‘Impact Beyond Dialogue‘ yang berfokus pada kesiapan menghadapi populasi yang kian menua.
Program edukasi lintas saluran ini ditargetkan untuk mendorong kesiapan kolektif lintas generasi dalam menghadapi transisi demografi Indonesia menuju masyarakat menua.
Pada bidang ketahanan pangan, DBS Foundation secara signifikan memajukan keberlanjutan melalui dua inisiatif utama yang berdampak luas.
Pertama, terdapat Program FEAST! di Flores yang memberdayakan 40 kader desa dengan keterampilan pertanian cerdas iklim hingga literasi keuangan.
Kedua, melalui Program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia, gerakan ini berhasil menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan harian dan mengalihkan 425.600 kilogram limbah makanan.
Keberhasilan seluruh program sosial ini juga didorong oleh lonjakan kerelawanan karyawan yang meningkat 12% dari tahun ke tahun hingga mencapai lebih dari 54.800 jam.
Sebagai contoh aksi nyata, sebanyak 146 sukarelawan memberikan pelatihan soft skill komunikasi, presentasi, dan persiapan wawancara kepada lebih dari 2.700 siswa SMK serta mahasiswa.
Program ini dijalankan secara nasional sebagai bagian dari DBS Foundation Coding Camp yang berkolaborasi bersama Dicoding.
Berkat komitmen panjang tersebut, praktik operasional bertanggung jawab Bank DBS Indonesia berhasil mendapatkan pengakuan serta apresiasi yang luas.
Pada Euromoney Awards for Excellence, DBS dihormati sebagai World’s Best Bank for Corporate Responsibility serta Asia’s Best Bank for Corporate Responsibility.
Selain itu, Global Finance Sustainable Finance Awards 2025 juga menobatkan DBS sebagai Bank Terbaik untuk Pembiayaan Berkelanjutan secara Global dan Asia.
Ditambah lagi, pengakuan konsisten sebagai Bank Teraman di Asia selama 15 tahun berturut-turut turut mengukuhkan stabilitas mereka dalam menghadirkan solusi finansial hijau.
Secara global, kinerja ESG yang kuat dari bank ini secara konsisten diakui dalam Bloomberg Gender-Equality Index, RobecoSAM Sustainability Award, dan Dow Jones Sustainability Index (DJSI) Asia Pasifik.
Mereka juga menerima peringkat yang tinggi dari CDP (Carbon Disclosure Project) atas transparansi aksi nyata terhadap perubahan iklim.
Sementara di tingkat lokal, Bank DBS Indonesia diakui dalam KEHATI – ESG Award 2025 sebagai Kreditur Terbaik – Sektor Pembiayaan Utang & Proyek.
Bagi Bank DBS Indonesia, keberlanjutan bukanlah sebuah trade-off terhadap pertumbuhan, melainkan fondasi paling penting untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang tangguh di Indonesia.
Redaksi



