Monday, June 1, 2026

Ant International Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 Fokus pada AI

Must Read

marketinginsight.id – Ant International, penyedia solusi pembayaran digital, digitalisasi, dan teknologi finansial terkemuka di dunia, menerbitkan Sustainability Report 2025. Laporan ini menjadi edisi kedua sejak perusahaan beroperasi secara independen.

Untuk pertama kalinya, Ant International mengintegrasikan metrik keberlanjutan ke dalam kerangka evaluasi kinerja manajemen.

Langkah ini diambil karena akuntabilitas harus bersifat struktural dan dinilai setara dengan pertumbuhan pendapatan atau efisiensi operasional.

Oleh karena itu, dalam 6Ts Sustainability Framework (Travel, Trade, Thrive, Tech, Talent, Trust) milik perusahaan, inklusivitas tetap menjadi perhatian utama.

Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh inovasi bagi usaha kecil dan pasar berkembang agar mereka bisa tumbuh di tengah perubahan sosial dan teknologi.

Jangkauan Ekosistem Global

Terkait hal tersebut, Alipay+ dan Antom selaku dua pilar dari Global Payment kini menghubungkan 2 miliar akun pengguna dengan lebih dari 150 juta merchant.

Ekosistem dinamis ini menautkan lebih dari 10 sistem QR nasional dan mendukung lebih dari 300 metode pembayaran di lebih dari 220 pasar.

Di sisi lain, WorldFirst dan Bettr sebagai layanan Global Account dan Embedded Finance telah mendukung lebih dari 1,6 juta UKM.

Layanan ini juga memberi akses kredit bagi 30 juta UMKM dan masyarakat underserved melalui integrasi teknologi AI dan blockchain.

Lebih lanjut, metrik inklusi telah disematkan secara sistematis ke inovasi penting seperti tools agentic payment dan AI commerce.

Ant International berkomitmen meningkatkan kolaborasi yang bertanggung jawab demi mewujudkan visi ekonomi global yang inklusif dan terpercaya.

Prioritas 1: Memperluas Akses FinAI

Pada tahun 2025, upaya keberlanjutan Ant International berfokus pada 3 prioritas di lingkup 6T. Prioritas pertama adalah meluncurkan berbagai tools AI guna memastikan UKM dan pasar berkembang bisa memanfaatkan AI tanpa investasi besar.

Dalam hal Payment AI & Agentic Commerce, Antom Copilot 2.0 merampungkan integrasi pembayaran, onboarding, penanganan risiko, serta penyelesaian chargeback secara otomatis.

Selain itu, Antom Agentic Payment Solution memungkinkan agen AI menyelesaikan transaksi via kartu secara aman melalui model payment mandate.

Sementara itu, untuk pengembangan kapasitas FinAI, platform GenAI Cockpit menyediakan toolkit bagi fintech seperti TNG eWallet dan easypaisa.

Toolkit ini berfungsi untuk membuat solusi AI commerce yang fleksibel dan otonom, seperti agen pelayanan pelanggan.

Selain itu, perusahaan mengembangkan asisten digital khusus berbasis agentic AI seperti Alipay+ Voyager yang tertanam di berbagai super app.

Dikembangkan pula solusi AI FX terbuka yang memprediksi fluktuasi valuta asing dengan akurasi hingga 93%, serta platform EPOS360 di Asia Tenggara.

Prioritas 2: Meningkatkan Kepatuhan dan Kepercayaan

Prioritas kedua berfokus pada investasi besar pada teknologi dan kemitraan di bidang AML (Anti-Money Laundering) serta keamanan.

Salah satu inovasinya adalah SHIELD 3-in-1 Transformer dengan 7 miliar parameter yang mampu mengidentifikasi transaksi berisiko tinggi di atas 95%.

Menariknya, model keamanan ini juga membantu meningkatkan tingkat keberhasilan pembayaran hingga 13,5%.

Di samping itu, Digital Wallet Guardian Partnership membuka akses teknologi penanggulangan risiko dan solusi anti-fraud bagi mitra dompet digital.

Melalui program Privacy Enhancing Technology (PET) dari Alipay+, perusahaan juga memberikan panduan bagi Komisi Protection Data Pribadi Singapura.

Langkah pemanfaatan teknologi terkini ini wajib didukung dengan standar dan praktik kepatuhan yang ketat.

Untuk mendukung hal tersebut, pada tahun 2025 perusahaan mengembangkan Mekanisme Komite Manajemen Risiko dari level korporasi hingga lini terdepan.

Diterapkan pula Program Anti-Money-Laundering 3 Lapis yang berpijak pada standar kendali minimum bertaraf global.

Sebagai tambahan, Ant International menggunakan tools pendeteksi risiko dan peninjau keamanan berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi.

Perusahaan berencana mempercepat investasi pada kepatuhan global maupun lokal untuk merespons risiko yang terus berkembang.

Prioritas 3: Digitalisasi Partisipasi Publik dan Dampak Sosial

Prioritas ketiga adalah memulai berbagai inisiatif di tingkat akar rumput untuk mendorong kemajuan anak muda dan pelestarian lingkungan.

Sebagai Innovation Partner for Sustainability, Alipay+ mendukung klub WNBA New York Liberty lewat program Sneaker Drives dan Math Hoops.

Di wilayah lain, AlipayHK merilis kanal digital yang berhasil menggalang dana HK$200 juta dari 450.000 pengguna untuk insiden kebakaran di Tai Po.

Sementara di Indonesia, program Ocean Buddy hasil kolaborasi bersama DANA dan Konservasi Indonesia hadir untuk perlindungan hiu paus.

Tidak kalah penting, inisiatif 10×1000 Tech for Inclusion bersama IFC telah mensertifikasi 9.504 peserta sejak 2018.

Dari total peserta yang tersertifikasi dalam program inklusi teknologi tersebut, 55% di antaranya adalah perempuan.

Sebagai penutup, keberlanjutan kini menjadi faktor pendorong utama dari upaya perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang bertanggung jawab.

Seiring ekspansi global, Ant International akan bekerja bersama para mitra untuk memastikan kemajuan yang inklusif dan berdampak nyata.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Mastercard Rilis Program Kuliner Asia Gourmet Circle

marketinginsight.id – Sebagai bagian dari The Mastercard Collection, para pemegang kartu Mastercard di seluruh dunia kini dapat menikmati manfaat kuliner...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img