Wednesday, September 9, 2026

ABI dan Privy Perkuat Kepercayaan Digital Industri Blockchain Indonesia

Must Read

marketinginsight.id – Pertumbuhan ekosistem keuangan digital di Indonesia terus menunjukkan akselerasi yang signifikan. Lonjakan angka partisipasi pasar menuntut kesiapan infrastruktur pendukung yang tidak hanya canggih, tetapi juga menjamin keamanan tingkat tinggi.

Industri aset kripto dan blockchain menjadi salah satu sektor yang paling agresif dalam mencatatkan pertumbuhan transaksi. Di balik potensi ekonomi yang masif tersebut, risiko penyalahgunaan data dan identitas digital membayangi keberlangsungannya.

Guna menjawab tantangan keamanan tersebut, sinergi antarlembaga dan penyedia teknologi verifikasi menjadi langkah krusial. Kolaborasi strategis hadir untuk memperkuat fondasi kepercayaan publik dalam bertransaksi di ruang digital.

Di tengah lonjakan investor aset kripto di Indonesia yang tembus 22,69 juta orang per akhir Juni 2026 dengan nilai transaksi yang mencapai Rp28,58 triliun atau 24,20% berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kebutuhan akan infrastruktur kepercayaan digital atau digital trust menjadi krusial.

Hal ini dikarenakan proses verifikasi identitas pengguna memerlukan infrastruktur kepercayaan yang tidak hanya andal secara teknologi, tetapi juga dilengkapi lapisan perlindungan bagi platform dan penggunanya.

Pentingnya lapisan perlindungan ini tercermin dari berbagai kasus di industri kripto termasuk ranah global.

Salah satunya kasus penyalahgunaan identitas palsu yang merugikan sebuah exchange kripto di Inggris hingga Rp6,6 miliar, menjadi pelajaran bagi ekosistem kripto di berbagai negara termasuk Indonesia.

Kondisi ini menggambarkan proses verifikasi yang kuat perlu diimbangi dengan jaminan atas risiko penyalahgunaan identitas.

Merespon kebutuhan tersebut, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menggandeng Privy sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) yang berinduk ke KOMDIGI resmi menandatangani Nota Kesepahaman terkait kolaborasi bertajuk “Penguatan Digital Trust di Industri Blockchain Indonesia”.

Penandatanganan kerja sama penting tersebut berlangsung di Bali, bertepatan dengan gelaran Coinfest Asia 2026.

Melalui Nota Kesepahaman ini, Privy dan ABI berkomitmen menjalankan sejumlah program bersama, meliputi kegiatan edukasi publik dan pelaku industri dan pengembangan ekosistem blockchain yang didukung infrastruktur Digital Trust yang melibatkan pelaku industri, regulator, dan stakeholder terkait.

Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Robby, mengatakan kolaborasi strategis dengan Privy ini sejalan dengan visi dan misi ABI dalam menjembatani industri blockchain dengan penyedia infrastruktur yang akan memperkuat ekosistem blockchain di Indonesia.

Pertumbuhan industri blockchain dan aset kripto Indonesia yang kini menyentuh 22,69 juta investor dengan nilai transaksi Rp28,58 triliun pada Juni 2026, ABI sebagai asosiasi yang menaungi puluhan pelaku industri blockchain dan aset kripto di Indonesia memiliki visi untuk memastikan pertumbuhan ini dibarengi dengan keamanan dan kepercayaan digital.

Kepercayaan digital ini harus dimulai dari hal paling mendasar, yaitu verifikasi identitas investor, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang kuat untuk mendukung proses ini.

Oleh karena itu, ABI bersama Privy sebagai salah satu Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi kepercayaan di industri blockchain Indonesia, sehingga masyarakat dapat berinvestasi dengan semakin percaya diri.

Bagi ABI, kolaborasi dengan Privy adalah bagian dari agenda jangka panjang di industri blockchain.

Dengan sinergi bersama Privy, seluruh ekosistem blockchain di Indonesia didorong membangun fondasi kepercayaan digital, sehingga industri ini dapat terus berkembang secara sehat dan inklusif.

Ke depannya, ABI dan Privy akan melanjutkan kolaborasi ini melalui berbagai program positif dan berkelanjutan untuk memaksimalkan implementasi infrastruktur digital trust di industri blockchain di Indonesia.

Di saat yang bersamaan, Chief Business Officer (CBO) Privy, Brata Rafly, mengatakan industri blockchain sebagai salah satu rising financial industry dengan potensi pertumbuhan besar bagi perekonomian Indonesia perlu didukung oleh infrastruktur kepercayaan digital yang mumpuni.

Untuk mendukung salah satu rising financial industry ini, mandat Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) adalah memastikan validitas identitas setiap pengguna, sehingga dapat membantu menciptakan ekosistem blockchain yang sehat dan berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.

Melalui kolaborasi bersama ABI ini, Privy berharap standar verifikasi identitas yang kuat dapat menjadi fondasi bersama bagi seluruh platform investasi di Indonesia, sehingga kepercayaan publik terhadap industri blockchain pun berjalan beriringan dengan pertumbuhannya.

Adapun proses verifikasi identitas yang dilakukan Privy sebagai PSrE mencakup memverifikasi identitas yang dicocokkan dengan data Dukcapil dan didukung oleh teknologi mumpuni termasuk memastikan keaslian identitas melalui liveness detection, serta mendeteksi perangkat dan identitas mencurigakan melalui RASP (Runtime Application Self-Protection), sebelum mengeluarkan Sertifikat Elektronik yang dilengkapi Certificate Warranty hingga Rp1 miliar.

Sehingga apabila terjadi isu seperti pemalsuan identitas dari setiap Sertifikat Elektronik yang diterbitkan Privy, kerugian yang dialami platform maupun pengguna akan ditanggung Privy hingga Rp1 miliar.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Unit 42 Palo Alto Networks: Lonjakan Transaksi Digital Ramadan Picu Risiko Serangan Siber Berbasis AI

marketinginsight.id – Pada puncak perayaan Ramadan dan Idulfitri, lonjakan transaksi digital menciptakan klaster risiko yang lebih tinggi dan menempatkan sektor...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img