Wednesday, September 9, 2026

Exabytes Usung Tagline GROW AI Targetkan Pemberdayaan Satu Juta UMKM

Must Read

marketinginsight.id – Akselerasi adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini tidak lagi sekadar menjadi pilihan bagi korporasi besar, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Di tengah ketatnya persaingan ekonomi digital regional, integrasi AI menjadi instrumen kunci untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan strategi pemasaran, serta memangkas biaya operasional agar bisnis skala kecil dan menengah mampu bersaing secara adil di pasar global.

Indonesia, dengan potensi lebih dari 65 juta pelaku UMKM yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), memegang peranan pivotal dalam lanskap ekonomi digital Asia Tenggara.

Namun, besarnya potensi pasar ini masih dihadapkan pada tantangan nyata berupa keterbatasan literasi teknologi, isu keamanan siber, serta ketiadaan infrastruktur terintegrasi yang mudah diakses oleh para pemilik bisnis lokal.

Melihat urgensi transformasi digital tersebut, penyedia ekosistem digital Exabytes resmi melakukan reorientasi strategis dengan meluncurkan arah baru perusahaan.

Langkah ini tidak hanya menegaskan komitmen Exabytes dalam menghadirkan solusi teknologi terapan yang terjangkau, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam mendorong pemberdayaan UMKM berbasis kecerdasan buatan secara terukur dan berkelanjutan.

Exabytes secara resmi meluncurkan arah strategis dan tagline barunya, beralih dari GROW Digital menjadi GROW AI. Inisiatif tersebut diumumkan dalam gelaran GROW AI Summit 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional mengadopsi kecerdasan buatan secara aman dan terukur. Inisiatif tersebut sejalan dengan target besar memberdayakan satu juta bisnis berbasis kecerdasan buatan menjelang 2030.

Sebab Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi terbesar dalam pemetaan penetrasi pasar regional tersebut. Keberadaan lebih dari 65 juta UMKM yang menyumbang 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto menjadikan percepatan adopsi teknologi sebagai kunci daya saing.

Pemerintah juga terus mendorong digitalisasi sektor usaha sebagai bagian utama dari agenda ekonomi digital nasional. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Namun di tengah peluang besar tersebut, sebagian pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi digital serta kesenjangan infrastruktur. Ketiadaan panduan praktis kerap membuat pelaku usaha ragu menerapkan teknologi baru secara aman.

Melalui GROW AI, Exabytes hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut agar dapat dijangkau oleh bisnis dari berbagai skala. Skema ini dirancang untuk mendorong operasional bisnis yang dipacu kecerdasan buatan secara terukur dan berfokus pada hasil.

Di jantung arah baru ini terdapat satu ambisi utama yaitu Run Smarter, Operate Faster, GROW Further. Perusahaan memadukan kapabilitas infrastruktur komputasi awan, keamanan siber, aplikasi bisnis, e-commerce, hingga otomasi dalam satu ekosistem terintegrasi.

Strategi GROW AI berlandaskan prinsip RASA yaitu Reliable, Accessible, Scalable, dan AI-driven. Kerangka kerja ini disiapkan untuk membantu wirausahawan hingga organisasi sektor publik beralih menuju pertumbuhan berbasis teknologi terapan.

Bagi Exabytes, pertumbuhan bukan sekadar target kuantitatif semata melainkan jaminan yang dapat dihitung. Fokus utamanya adalah menerjemahkan adopsi teknologi menjadi peningkatan nyata dalam efisiensi operasional serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.

Sementara itu, Pendiri dan Chief Executive Officer Exabytes Group Chan Kee Siak menyatakan bahwa pergeseran ini merupakan kelanjutan alami dari perjalanan perusahaan. Selama 25 tahun beroperasi, ekosistem ini telah mendukung lebih dari 160.000 pelaku usaha.

Chan Kee Siak menilai banyak pelaku usaha menyadari pentingnya kecerdasan buatan untuk bersaing namun masih bingung memulai langkah awal. Peran Exabytes adalah menyederhanakan kompleksitas tersebut dengan memadukan infrastruktur dan keahlian teknis dalam satu wadah.

Sebagai salah satu dari tiga pasar inti regional, Indonesia diposisikan sebagai kontributor strategis pencapaian target 2030. Basis usaha rakyat yang besar menjadikan Indonesia motor utama pertumbuhan ekonomi digital kawasan Asia Tenggara.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia Indra Hartawan menambahkan bahwa arah strategis baru ini memiliki makna khusus bagi pasar domestik. Langkah ini menjadi komitmen nyata untuk mendampingi bisnis lokal meningkatkan efisiensi serta produktivitas sumber daya manusia.

Indra Hartawan optimistis inovasi ini mampu mengakselerasi transformasi digital sektor usaha secara nasional. Kesiapan infrastruktur tersebut diharapkan berdampak langsung pada penguatan kapasitas daya saing UMKM lokal.

Guna mendukung komitmen tersebut, Exabytes siap merilis rangkaian produk berbasis kecerdasan buatan dalam waktu dekat. Layanan yang dihadirkan mencakup asisten otomatisasi pemasaran, manajemen penjualan, hingga infrastruktur komputasi yang terukur.

Melalui strategi GROW AI, penyedia ekosistem digital ini berupaya memposisikan diri sebagai mitra tepercaya bagi industri nasional. Seluruh keahlian dan fasilitas teknis disatukan agar mudah diakses oleh berbagai lini bisnis domestik.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

GPTW Rilis Peringkat Perusahaan Terbaik Indonesia Tahun 2026

marketinginsight.id – Great Place To Work® (GPTW) ASEAN & ANZ resmi mengumumkan 25 perusahaan yang berhasil menyabet predikat Best Workplaces™...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img