marketinginsight.id – Langkah strategis merek perhiasan dalam membangun kedekatan emosional dengan konsumen kini makin kreatif dan variatif.
Melalui pendekatan gaya hidup berbasis komunitas, keterikatan merek dengan identitas lokal mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi target pasar modern.
Aktivasi pemasaran yang memadukan narasi budaya dan ruang interaksi publik secara konsisten terbukti efektif dalam memperkuat diferensiasi merek di tengah kompetisi ritel yang kian ketat.
Strategi ini tidak hanya mendorong keterlibatan konsumen secara langsung, tetapi juga membangun nilai merek jangka panjang yang berkelanjutan.
Salah satu implementasi konkret dari pendekatan tersebut terlihat pada langkah The Palace Jeweler yang merilis kampanye kebangsaan melalui ruang apresiasi seni berbasis komunitas.
Momen perayaan kemerdekaan dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan pengalaman emosional yang relevan dengan keseharian masyarakat.
Mengawali rangkaian kampanye “Bangga BerNusantara: Serunya Jadi Indonesia”, The Palace Jeweler berkolaborasi dengan Nyanyi Bareng Jakarta (NBJ) dalam perayaan musik dan kebersamaan pada 4 Agustus 2026.
Lebih dari 400 peserta berkumpul membawakan lagu “Indonesia Pusaka” dan “Rayuan Pulau Kelapa” untuk menciptakan semangat kebanggaan terhadap Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi pembuka kampanye “Bangga BerNusantara” yang hadir untuk ketiga kalinya secara berturut-turut dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Langkah ini sekaligus menghadirkan semangat bahwa rasa cinta tanah air dapat dirayakan melalui cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian.
Para peserta hadir mengenakan wastra bernuansa hitam dan emas dalam suasana penuh kehangatan. Dikenal dengan konsep sing with strangers, NBJ menghadirkan pengalaman bernyanyi bersama orang-orang yang belum saling mengenal.
Semangat tersebut sejalan dengan kampanye yang ingin mengajak masyarakat merasakan kembali bagaimana keberagaman menciptakan kebersamaan. Acara semakin meriah dengan kehadiran penyanyi Andien sebagai bintang tamu kejutan.
Sebagai merek perhiasan nasional, The Palace Jeweler konsisten menghadirkan kampanye ini setiap tahun untuk mengajak masyarakat mengenal, menghargai, dan menikmati kekayaan budaya Nusantara.
General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengangkat kekayaan budaya Indonesia melalui inisiatif yang dekat dengan masyarakat.
Jelita Setifa menjelaskan bahwa kampanye ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya yang menjadi identitas bangsa.
Pihaknya ingin mengajak masyarakat merayakan tradisi secara menyenangkan dan tetap relevan dalam kehidupan modern.
Memasuki tahun ketiga, The Palace Jeweler ingin mengajak masyarakat turut merayakan kehangatan serta kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.
Kolaborasi bersama NBJ membuktikan bahwa hal sederhana seperti bernyanyi bersama dapat menyatukan masyarakat dalam satu ruangan.
Perusahaan mengundang seluruh pelanggan dan masyarakat untuk hadir merayakan semangat kemerdekaan pada 15–17 Agustus 2026 di seluruh gerai The Palace Jeweler.
Pengunjung diajak mengenakan wastra atau baju adat, menikmati kuliner Nusantara, serta mengikuti berbagai aktivitas berhadiah menarik.
Co-Founder NBJ, Meda Kawu, menyampaikan bahwa bernyanyi merupakan cara paling sederhana untuk menghadirkan rasa kebersamaan.
Hal tersebut membuat kolaborasi bersama The Palace Jeweler terasa sangat dekat dengan visi yang dijalankan komunitasnya.
Momen terasa istimewa saat ratusan anggota komunitas menyanyikan lagu-lagu nasional secara bersama-sama.
Meda Kawu berharap kolaborasi ini menjadi ruang untuk membuktikan bahwa harmoni dapat tercipta dari perbedaan suara.
Puncak kampanye akan berlangsung pada 15–17 Agustus 2026 di seluruh gerai The Palace Jeweler di Indonesia.
Pengunjung diimbau memeriahkan acara dengan mengenakan pakaian bertema wastra atau baju adat Nusantara saat bertandang ke gerai.
Pelanggan berbusana daerah berhak menikmati potongan harga perhiasan emas hingga 45% untuk koleksi 9k, 18k, dan 24k, serta potongan langsung Rp170.000.
Selain itu, tersedia pula penawaran pengembalian dana atau cashback untuk pembelian perhiasan berlian.
Kemeriahan dilengkapi dengan pembagian bag charm eksklusif gratis bagi pengunjung yang lahir pada 17 Agustus cukup dengan menunjukkan kartu identitas.
Setiap gerai dihias menjadi ruang perayaan budaya lengkap dengan sajian kuliner khas, peragaan busana, dan pelayanan khusus dari staf berbusana adat.
Pelanggan juga dapat berpartisipasi dalam aktivitas digital dengan membagikan momen berbusana adat ke media sosial melalui tagar khusus.
Melalui program ini, perusahaan berharap budaya Indonesia semakin menjadi bagian dari gaya hidup harian masyarakat.
Menggabungkan konsep budaya dan pengalaman berbelanja menyenangkan menjadi wujud komitmen perhiasan nasional ini untuk merayakan Indonesia.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut dihadirkan lewat Koleksi Nusantara yang dirancang bersama desainer Samuel Wattimena.
Kolaborasi yang diinisiasi sejak 2015 ini melahirkan koleksi perhiasan yang terinspirasi dari kekayaan tradisi barat hingga timur Indonesia. Keindahan perhiasan karya maestro tersebut dihadirkan dalam tiga seri utama, yaitu Nusa, Anta, dan Tara.
Seri Nusa merepresentasikan wilayah Indonesia bagian barat yang mengambil inspirasi dari bentuk perhiasan pinggang bernama Pending.
Samuel Wattimena mentransformasikan bentuk tersebut ke dalam ukiran cincin, kalung, dan anting-anting berlian yang mewah.
Sementara itu, Seri Anta mengambil inspirasi dari wilayah Indonesia tengah, khususnya Nusa Tenggara Timur, melalui desain perhiasan Mamoli, Taka, dan Marangga. Setiap bentuk dimodifikasi menjadi perhiasan berlian modern tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya.
Adapun Seri Tara mengusung inspirasi khas Indonesia timur seperti Mas Bulan Base, Belak, dan Pepek Sortil. Seri ini menonjolkan motif lingkaran menyerupai matahari yang berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat setempat.
Selain ragam koleksi budaya, The Palace Jeweler menghadirkan konsep multi-kadar pilihan emas 9k, 18k, hingga 24k untuk kemudahan pelanggan.
Strategi ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen dalam memilih perhiasan sesuai tingkat kebutuhan dan anggaran.
Mengusung komitmen 3T yakni Therlengkap, Therjangkau, dan Therjamin, seluruh perhiasan ditawarkan dengan harga transparan. Seluruh produk perhiasan emas yang dipasarkan juga telah memenuhi standar kualitas bersertifikasi SNI.
Redaksi



