marketinginsight.id – Lakon Store resmi menghadirkan presentasi koleksi terbarunya bertajuk “PLESIR” dalam ajang BRI JF3 Fashion Festival 2026, Sabtu (25/7/2026). Mengangkat gagasan eksplorasi, keberagaman perspektif, dan identitas, Lakon Store memadukan karya dari empat brand lokal di bawah naungannya: BLEE, By Roam, Komang Tri Jewelry, dan Malina Alba.
Lewat pendekatan recrafted, panggung runway perhelatan mode tahunan ini menjadi saksi bagaimana pengalaman, memori, dan kekayaan budaya Indonesia diterjemahkan ke dalam busana serta aksesori yang relevan dengan tren masa kini.
BLEE – “PRISM”
Brand streetwear asal Jakarta di bawah PT Sroja Warna Indonesia (SWI) ini meluncurkan koleksi summer streetwear bertajuk PRISM. Terinspirasi dari proses pembentukan batu permata (gemstone) seperti Maxixe Beryl, Kyanite, dan Tsavorite Green, BLEE mengibaratkan pertumbuhan karakter manusia yang tempaan tekanannya melahirkan keindahan sejati.
Eksplorasi ini terbagi dalam empat fase perjalanan, yakni Purity, Pressure, Release, dan Becoming. Menggunakan material premium seperti Japanese cotton, premium denim, corduroy, hingga thermochromic fabric, BLEE menampilkan denim set, shirt, vest, dan statement pieces dengan gaya modern.
By Roam – “Lautan”
Brand asal Surabaya yang telah konsisten mengusung kebaya kasual selama lebih dari satu dekade ini menghadirkan koleksi Lautan. Mengangkat motif biota laut ke dalam detail bordir yang rumit dan siluet anggun, By Roam mengajak perempuan Indonesia menjadikan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Menariknya, By Roam juga mengusung misi keberlanjutan (sustainability) dan aksi sosial. Menggunakan sisa kain produksi melalui teknik patchwork untuk mengurangi limbah tekstil, By Roam menetapkan komitmen peduli lingkungan: Satu produk koleksi Lautan yang dibeli setara dengan satu langkah dukungan terhadap kelestarian ekosistem laut Indonesia.
Komang Tri Jewelry – “Tropicana Indonesia”
Dirancang oleh desainer lulusan Jewelry Design and Management International School Singapura, Komang Tri membawa eksplorasi kekayaan flora dan fauna Nusantara ke dalam karya perhiasan kontemporer.
Melalui teknik pengerjaan tangan (handmade) yang memadukan kerajinan tradisional dan desain modern, bentuk-bentuk organik seperti kelopak bunga tropis hingga siluet fauna disulap menjadi wearable art. Koleksi ini menegaskan bahwa perhiasan bukan sekadar aksesori, melainkan medium ekspresi yang menghubungkan seni, budaya, dan alam.
Malina Alba – “Sienna”
Mengusung filosofi “Reimagined Wearable Art, with a Modern Edge”, brand busana kontemporer wanita Malina Alba menampilkan koleksi Sienna. Koleksi ini lahir sebagai respons terhadap tren warna monokrom, menghadirkan kesegaran lewat palet earthy dan motif floral.
Menggunakan perpaduan material tweed, twill, dan katun, Malina Alba mempertahankan ciri khasnya melalui siluet oversized yang nyaman. Aksen 3D floral appliqué berbentuk bunga lily serta detail renda rumbai menjadi daya tarik utama yang menegaskan keindahan alam secara kontemporer.
Melalui “PLESIR”, Lakon Store sukses membuktikan bahwa empat cerita dan pendekatan desain yang berbeda dapat menyatu dalam satu narasi yang utuh tentang transformasi dan keberagaman.
Sebagai informasi, penyelenggaraan BRI JF3 Fashion Festival 2026 merupakan inisiatif Summarecon yang diselenggarakan atas dukungan Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Pemprov DKI Jakarta, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI dalam mendorong ekosistem industri kreatif nasional.
Redaksi



