Wednesday, June 17, 2026

Butter Baby Luncurkan Film Animasi The Story of Butterlandia

Must Read

marketinginsight.id – Butter Baby menggelar Cinema Premiere film animasi pendek original, The Story of Butterlandia, di CGV FX Sudirman, Jakarta. Langkah ini mencatatkan sejarah baru sebagai brand dessert Indonesia pertama yang melakukan hal tersebut.

Bukan sekadar peluncuran produk, acara ini merupakan pembukaan resmi dari sebuah semesta dan asal-usul karakter. Film ini memperkenalkan Butterlandia, dunia asal Butter Baby yang menjadi fondasi cerita dan misi di balik brand.

Melalui film animasi ini, Butter Baby bercerita bahwa terdapat semesta yang terus berkembang di balik karakter yang telah dikenal luas. Sinema tersebut mengungkap perjalanan mendesak mengumpulkan 500 triliun ton butter demi menyelamatkan planet asal mereka yang perlahan sekarat.

Terkait hal tersebut, Nick Burch dan Henry Burch selaku Founders menjelaskan bahwa Butter Baby berawal dari ide sederhana untuk membuat orang merasa terhubung. Mereka memilih Indonesia karena percaya negara ini adalah tempat terbaik untuk membangun sesuatu yang tahan lama.

Oleh karena itu, karakter dan cerita ini lahir langsung dari Jakarta bersama komunitas yang tumbuh sejak awal. Sejak pertama kali hadir, brand ini terus berkembang menjadi sebuah Global IP yang dibangun melalui storytelling, pengalaman, dan komunitas.

Sementara itu, CEO Butter Baby Shane Lewis menilai pertumbuhan tersebut berakar pada hubungan erat antara karakter dan para pengikutnya. Produk hanyalah titik masuk, namun dunia dan cerita di baliknya yang membuat para konsumen bertahan.

Shane Lewis yang telah memasak di berbagai belahan dunia selama lebih dari 20 tahun mengakui kekayaan rasa dan budaya Indonesia. Menurutnya, momen ini menandai langkah awal mereka untuk membawa misi tersebut keluar negeri dengan Bangkok sebagai tujuan pertama.

Di sisi lain, Head of Marketing & Business Development Karen Tjahja menyatakan brand ini dibangun untuk komunitas yang ingin menjadi bagian dari perjalanan nyata. Karakter ini menjadi cermin pengalaman manusia yang sedang belajar menavigasi dunia asing

.

Menariknya, cermin karakter tersebut diciptakan langsung oleh talenta Indonesia karena 99 persen tim mereka merupakan anak bangsa. Cerita yang sama kemudian diterjemahkan ke dalam setiap produk dessert yang dihadirkan.

Selaras dengan hal itu, Corporate Executive Chef Dedy Sutan menyampaikan bahwa setiap hidangan diciptakan untuk menghadirkan perasaan yang akrab dan menenangkan. Pihaknya selalu berusaha menghadirkan rasa hangat dan nyaman seperti berada di rumah sendiri.

Sebagai langkah konkret dari fase berikutnya, brand dessert ini akan membuka gerai kelimanya pada 19 Juni 2026 di Area Keberangkatan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Momentum ini bukan sekadar pembukaan toko baru, melainkan sebuah pernyataan besar.

Sebab, sebuah instalasi landmark setinggi delapan meter akan berdiri tegak di salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara tersebut. Patung ini diletakkan di area keberangkatan untuk menunjukkan bahwa Indonesia ada dalam setiap langkah yang mereka bawa ke panggung dunia

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Love, Bonito, Indonesia Tunjuk Maudy Ayunda jadi Brand Ambassador

marketinginsight.id – Love, Bonito, merek pakaian perempuan di Asia Tenggara,  konsisten pada misinya menghadirkan desain yang relevan untuk menemani keseharian,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img