Monday, August 10, 2026

Meta dan AMD Perkuat Kolaborasi Skalakan Infrastruktur AI Global

Must Read

marketinginsight.id – Teknologi kecerdasan buatan kini mentransformasi fungsi sekaligus desain arsitektur data center secara mendasar. Di Meta, permintaan infrastruktur AI tumbuh pesat untuk mendukung pelatihan, inferensi, rekomendasi, hingga layanan miliaran pengguna.

Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan tersebut menuntut penskalaan kapasitas seluruh data center dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Langkah ini membutuhkan pendekatan komprehensif yang jauh melampaui sekadar penambahan unit GPU atau server.

Dalam diskusi bersama Chair dan CEO AMD Dr. Lisa Su pada Advancing AI 2026, Head of Infrastructure Meta Santosh Janardhan memaparkan arah pertumbuhan infrastruktur mendatang. Menurut Janardhan, kolaborasi erat dengan mitra teknologi seperti AMD menjadi semakin vital bagi ekosistem AI.

Merancang Infrastruktur AI untuk Skala Gigawatt

Secara tradisional, arsitektur data center berfokus pada optimasi komponen atau server secara individual.

Namun, perkembangan AI mengubah dinamika tersebut sehingga performa platform kini bergantung pada integrasi komputasi, jaringan, memori, daya, dan software.

Dengan demikian, seluruh elemen infrastruktur pada skala besar tidak lagi dapat dirancang secara terpisah. Seluruh ekosistem harus direkayasa sebagai satu sistem AI terintegrasi yang beroperasi secara efisien dan handal pada skala gigawatt.

Pergeseran paradigma ini membuka peluang kemitraan yang jauh lebih mendalam antara pengelola data center dan penyedia teknologi.

Alih-alih memilih komponen siap pakai di akhir pengembangan, Meta dan AMD menyelaraskan keputusan rekayasa sejak tahap awal silikon hingga software.

Selain itu, fleksibilitas infrastruktur menjadi faktor penentu yang sama pentingnya dengan besaran skala komputasi. Pelatihan, inferensi, sistem rekomendasi, serta aplikasi agentik masing-masing memberikan beban kerja yang sangat bervariasi.

Menskalakan AI Bersama AMD EPYC

Penerapan arsitektur terbuka dan heterogen memungkinkan Meta mencocokkan perangkat keras yang tepat untuk setiap jenis beban kerja.

Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama kolaborasi berkelanjutan dengan AMD dalam mengoptimalkan sistem komputasi.

Sinergi ini mencakup berbagai generasi prosesor AMD EPYC™, mulai dari seri Milan, Bergamo, Turin, hingga inovasi terbaru Venice. Meta telah mengoperasikan jutaan CPU EPYC sekaligus menjadi pelanggan utama untuk kustomisasi platform Venice.

Pengembangan platform berbasis Venice diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak core, efisiensi tinggi, serta performa optimal. Saat ini Meta sedang memvalidasi platform tersebut di laboratorium untuk mempersiapkan implementasi skala besar.

Di samping itu, peran CPU terus berkembang seiring meningkatnya kompleksitas sistem AI yang semakin agentik. Meskipun GPU tetap menjadi pusat pelatihan, CPU memegang peranan krusial dalam mengorkestrasi agen dan mengelola alur data.

Seiring pertumbuhan beban kerja tersebut, keseimbangan performa antara CPU dan GPU menjadi sangat krusial. Meta berencana memperluas adopsi Venice sembari melanjutkan kolaborasi pada pengembangan prosesor Verano dan generasi EPYC berikutnya.

Bersama-sama Merekayasa Infrastruktur AI dengan GPU Instinct

Kemitraan strategis ini juga meluas secara signifikan pada lini GPU dan arsitektur berskala rak. Meta sebelumnya telah merilis spesifikasi Open Rack Wide (ORW) melalui Open Compute Project untuk menetapkan standar rak terbuka khusus AI.

Berdasarkan standar tersebut, solusi AMD Helios hadir dengan mengintegrasikan GPU Instinct™, CPU EPYC, jaringan Pensando™, dan software ROCm™. Platform skala rak ini dirancang secara menyeluruh guna menjamin efisiensi daya serta kemudahan perawatan pada kapasitas gigawatt.

Kesamaan visi arsitektur ini memungkinkan kedua perusahaan berkolaborasi lebih mendalam pada setiap generasi akselerator Instinct. Kerja sama diawali dari seri MI300X yang membuktikan keandalan platform AMD pada skala hyperscale.

Selanjutnya, seri MI350 memperluas kemitraan ke ranah pelatihan AI, termasuk model rekomendasi dan pemeringkatan inti Meta. Meta kini bersiap menerapkan GPU Instinct kustom berbasis MI450 sebagai wujud co-design platform end-to-end.

Bahkan, tim insinyur kedua perusahaan bekerja berdampingan melakukan pengujian awal pada platform Helios secara langsung.

Langkah ini memastikan integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem berjalan selaras dengan kebutuhan beban kerja nyata.

Melalui kemitraan ini, kolaborasi tersebut diproyeksikan bakal mendukung penerapan hingga 6 gigawatt infrastruktur berbasis GPU AMD. Keputusan terkait daya, pendinginan, dan jaringan dirancang bersama sejak awal tanpa menunggu kualifikasi akhir.

Membangun Era Berikutnya Infrastruktur AI Bersama

Generasi baru infrastruktur AI dibangun dengan memperlakukan seluruh data center sebagai satu kesatuan sistem utuh.

Penyelarasan antara beban kerja, silikon, jaringan, dan software dilakukan jauh lebih awal dalam proses perancangan.

Hasilnya, kolaborasi ini turut membentuk pengembangan platform masa depan AMD, termasuk akselerator Instinct™ MI500. Penggabungan pengalaman operasional Meta dan roadmap AMD bertujuan mempercepat penyediaan kapasitas AI secara efisien dan fleksibel.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Huawei Watch GT Runner 2 Hadir di Indonesia

marketinginsight.id – Tren lari terus berkembang di Indonesia, mendorong kebutuhan pelari akan perangkat wearable yang lebih dari sekadar pelacak aktivitas. Menjawab kebutuhan ini,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img