marketinginsight.id – Dinamika pasar properti di kawasan metropolitan terus menunjukkan geliat positif seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas. Pergeseran preferensi konsumen kini makin mendorong pengembang untuk menghadirkan konsep perumahan yang memadukan estetika, kenyamanan, serta nilai investasi jangka panjang.
Kawasan penyangga utama tetap menjadi incaran lantaran didukung oleh masifnya pembangunan infrastruktur dan akses transportasi yang makin terintegrasi. Hal ini memberikan kemudahan mobilitas bagi para pencari rumah yang menginginkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan aktivitas pekerjaan.
Merespons potensi pertumbuhan yang kuat di koridor timur Jabodetabek, ekspansi kawasan hunian terus dilakukan guna memenuhi ekspektasi keluarga modern. Inovasi desain dan kelengkapan fasilitas lingkungan menjadi strategi utama para pelaku industri dalam memikat pasar.
Pasar rumah tapak di kawasan Jabodetabek masih menunjukkan daya tahan positif sepanjang 2026, dengan kawasan sub-urban menjadi salah satu penopang utama permintaan hunian. Berdasarkan riset Leads Property, penjualan rumah tapak di Jabodetabek mencapai 2.585 unit pada kuartal II 2026, dengan tingkat penjualan sebesar 93,7 persen.
Selain itu, Leads Property memproyeksikan permintaan rumah tapak di Jabodetabek hingga akhir 2026 berada pada kisaran 12.000–13.000 unit. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap hunian tapak tetap terjaga di tengah konsumen yang semakin selektif menentukan produk berdasarkan harga, aksesibilitas, dan fasilitas.
Tren tersebut turut membuka peluang bagi kawasan sub-urban di wilayah timur Jabodetabek, termasuk Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang menawarkan alternatif hunian dengan dukungan konektivitas. Menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang mempertimbangkan lokasi, fungsi, desain, serta kualitas lingkungan, Sinar Mas Land menghadirkan Ruby at The Ridge di Harvest City.
Klaster terbaru ini mengusung konsep New Luxurious Design dengan gaya arsitektur American Classic di kawasan Cileungsi-Cibubur, Jawa Barat. Gaya hunian American Classic pada Ruby at The Ridge ditampilkan melalui fasad yang proporsional, garis bangunan yang tegas, serta elemen desain yang elegan dan timeless.
Karakter tersebut diperkuat dengan atap berwarna hitam sebagai elemen khas yang memberikan kesan tegas pada siluet bangunan. Sementara itu, bukaan jendela yang lebar dirancang untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami sehingga menciptakan kesan ruang yang lebih terang, lapang, dan terhubung dengan lingkungan sekitar.
Deputy Group CEO Strategic Development and Assets Sinar Mas Land, Herry Hendarta, menjelaskan bahwa kehadiran Ruby at The Ridge merupakan bagian dari upaya Harvest City dalam menghadirkan pilihan hunian yang memadukan karakter desain, kenyamanan, aksesibilitas, serta lingkungan asri bagi keluarga modern. Pihaknya melihat bahwa preferensi konsumen terhadap hunian terus berkembang dari waktu ke waktu.
Menurut Herry Hendarta, rumah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan cerminan karakter penghuninya. Oleh karena itu, perusahaan menghadirkan klaster berkonsep American Classic yang memiliki karakter arsitektur kuat, namun tetap mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan ruang keluarga.
Adapun Klaster Ruby at The Ridge dibangun sebanyak 147 unit di atas lahan seluas 3,1 hektare dan dipasarkan dengan harga mulai dari Rp1,3 miliar. Hunian ini menawarkan dua pilihan tipe, yaitu Tipe 6 dan Tipe 7, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan ruang keluarga dengan karakter serta luas berbeda.
Tipe 6 memiliki luas tanah 78 m² dan luas bangunan 91 m², dilengkapi dengan 3+1 kamar tidur, dua kamar mandi, serta satu carport. Sementara itu, Tipe 7 hadir dengan luas tanah 105 m² dan luas bangunan 106 m², mencakup fasilitas 3+1 kamar tidur, tiga kamar mandi, dan dua carport.
Kenyamanan penghuni juga didukung oleh sejumlah fasilitas kawasan, antara lain underground utility yang menjaga kerapian dan estetika lingkungan, serta Ridge Club House sebagai fasilitas penunjang aktivitas rekreasi. Lingkungan ini juga dilengkapi CCTV dan one gate system guna mendukung pengendalian akses keluar-masuk kawasan secara lebih terkontrol.
Sebagai kawasan township yang dikembangkan di atas lahan seluas 1.400 hektare, Harvest City menawarkan lingkungan hunian yang didukung oleh konektivitas menuju berbagai kawasan di sekitarnya. Berlokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, kawasan ini memiliki akses terhubung dengan sejumlah gerbang tol strategis, seperti Pintu Tol Jatikarya, Pintu Tol Nagrak Kota Wisata, Pintu Tol Narogong dari arah selatan, dan Pintu Tol Burangkeng dari arah utara.
Konektivitas tersebut secara langsung mendukung mobilitas penghuni menuju kawasan Cibubur, Bekasi, hingga Jakarta. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Harvest City sebagai kawasan township yang memadukan lingkungan hunian, aksesibilitas, dan fasilitas dalam satu ekosistem terpadu.
Redaksi



