marketinginsight.id – Dinamika sektor properti nasional terus menunjukkan pergerakan yang menarik di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global maupun domestik.
Perubahan pola konsumsi serta arah kebijakan modal turut membentuk preferensi baru masyarakat dalam memandang fungsi sebuah hunian.
Selanjutnya, adaptasi pasar menjadi kunci utama bagi para pelaku industri untuk tetap bertahan dan mencetak pertumbuhan yang positif.
Pergeseran prioritas masyarakat urban kini tidak hanya memengaruhi aspek pembiayaan, melainkan juga mentransformasi fungsi rumah secara menyeluruh.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis sepanjang paruh pertama 2026, pasar properti residensial Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik dengan potensi pasar stabil namun niat membeli melambat.
Kepemilikan rumah pun kini tidak lagi hanya berorientasi pada transaksi pembelian, tetapi juga pada nilai jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup.
Hal ini tercermin dalam temuan terbaru Pinhome Indonesia Residential Property Market Report Semester 1 2026.
Laporan tersebut menunjukkan perkembangan pasar properti dipengaruhi berbagai faktor serta preferensi konsumen dalam memilih hunian.
Di tengah ketidakpastian kondisi sosial ekonomi, Pinhome mensinyalir jumlah listing baru akan meningkat disertai urgensi penjualan.
Sementara itu, total inventori rumah tapak secara nasional masih tumbuh 5% pada Semester 1 2026 dibandingkan semester sebelumnya.
Arah pertumbuhan sektor properti ini sangat dipengaruhi oleh faktor lokal di tiap daerah. Penundaan belanja infrastruktur memperlambat pertumbuhan di kota-kota penyangga IKN.
Rata-rata pertumbuhan di Samarinda dan Balikpapan yang sebelumnya tumbuh +9,2% pada Semester 2 2025, kini bertumbuh +4,5% pada Semester 1 2026.
Sementara di wilayah Bali Selatan, rencana moratorium pembangunan menahan inventori sebesar -1,6% di Kabupaten Badung sepanjang Semester 1 2026.
Di sisi lain, lonjakan biaya konstruksi mendorong pengembang mengalihkan fokus pada pembangunan rumah berukuran lebih kecil. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar.
Dari sisi permintaan, calon pembeli properti terlihat semakin selektif. Indikasi ini tercermin dari menurunnya aktivitas pencarian meski minat menghubungi agen atau pemilik properti tetap stabil.
Namun, aktivitas pencarian rumah tetap menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 13% per bulan sepanjang Semester 1 2026. Minat masyarakat terhadap hunian tetap tinggi meski preferensi konsumen mengalami pergeseran.
Akses transportasi Tol Jogja–Solo dan LRT Jabodebek mendorong peningkatan pencarian di kawasan sekitarnya. Selain itu, insentif fiskal dan kebijakan hunian vertikal memperkuat minat pada segmen harga yang lebih terjangkau.
Di tengah kenaikan biaya pembangunan, konsumen juga semakin mempertimbangkan rumah seken siap huni. Pilihan ini dinilai sebagai alternatif yang lebih efisien bagi masyarakat.
Kenaikan BI-Rate hingga 5,75% mendorong penyesuaian di pasar pembiayaan rumah. Hal tersebut tercermin dari perubahan tren dan preferensi masyarakat dalam memilih skema KPR.
Perubahan arah kebijakan suku bunga mendorong masyarakat untuk semakin selektif dalam memilih skema pembiayaan rumah. Di tengah kondisi tersebut, pasar tidak melemah melainkan beradaptasi.
Aktivitas Take Over KPR kini mendominasi sekitar 60% pasar pembiayaan properti. Permintaan KPR Komersial didominasi segmen menengah (Rp 300 juta – Rp 1 Miliar) sebesar 49% dan segmen di bawah Rp 300 juta berkontribusi sekitar 21%.
Data tersebut menunjukkan kebutuhan memiliki hunian tetap tinggi. Konsumen semakin aktif mencari solusi pembiayaan yang paling sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
Menanggapi tren pembiayaan rumah, BTN berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi melalui strategi Beyond Mortgage. Strategi ini memastikan pembiayaan KPR tidak berhenti pada transaksi kepemilikan rumah semata.
BTN ingin memastikan setiap pembiayaan menjadi awal dari ekosistem layanan keuangan yang mendukung kebutuhan nasabah secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menunjang kehidupan nasabah dalam jangka panjang.
Hunian masyarakat perkotaan kini mengalami evolusi peran. Rumah tidak lagi sekadar ruang tinggal, tetapi menjadi pusat kenyamanan, wellness, dan peningkatan kualitas hidup.
Perubahan peran ini tercermin dari meningkatnya pemanfaatan layanan Home Service pada aplikasi Pinhome yang menjadi bagian dari gaya hidup baru masyarakat. Perubahan kondisi sosial ekonomi mendorong masyarakat urban beralih ke layanan on-demand yang lebih fleksibel.
Permintaan layanan Infal meningkat hingga +117% pada bulan Ramadan dengan retensi 21% di kuartal kedua tahun 2026.
Kebutuhan akan hunian yang lebih sehat dan nyaman turut mendorong pertumbuhan layanan Deep Cleaning hingga dua kali lipat akibat kondisi cuaca ekstrem pada Januari.
Peningkatan layanan Body Care sebesar 29% secara kuartalan menunjukkan pergeseran rumah sebagai pusat wellness pribadi.
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, masyarakat mulai mengalokasikan anggaran perjalanan dan rekreasi untuk meningkatkan kualitas hunian.
Pinhome merespons tren ini melalui peluncuran layanan Pinhome Interior & Renovasi guna mendukung transformasi rumah sebagai ruang hidup yang lebih bernilai. Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini menunjukkan bahwa wellness semakin menjadi bagian dari keseharian.
Masyarakat semakin mengintegrasikan aspek kesehatan dan kesejahteraan ke dalam keseharian, termasuk melalui cara mereka memanfaatkan dan mentransformasi hunian. Kesehatan kini disadari sebagai aset yang paling berharga melebihi sekadar aset properti fisik.
Pergeseran ini terlihat di Indonesia di mana hunian dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat. Area home gym kini semakin sering menjadi bagian dari perencanaan rumah sejak awal.
Technogym menghadirkan berbagai kategori produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ukuran hunian. Produk yang ditawarkan mulai dari Personal Line hingga solusi compact dan multifungsi seperti Technogym Bench dan Unica.
Solusi tersebut memungkinkan satu sudut kecil di apartemen maupun rumah menjadi wellness space yang lengkap tanpa membutuhkan ruang sebesar gym komersial. Tren ini sejalan dengan filosofi menjaga kebugaran sebagai investasi kualitas hidup jangka panjang.
Sementara itu, kehadiran home appliances yang mendukung pengalaman hidup yang lebih baik menjadi pilihan yang semakin relevan bagi masyarakat. Peranti rumah tangga berkualitas merupakan investasi yang berperan besar pada kualitas hidup di rumah.
Modena Subscription hadir sebagai alternatif kepemilikan melalui layanan berlangganan home appliances paling lengkap. Layanan mencakup RO water purifier, kompor, cooker hood, kulkas, AC, water heater, hingga mesin cuci.
Konsumen bisa menggunakan produk Modena termasuk perawatan dan servis gratis. Layanan ini dapat dinikmati dengan biaya bulanan yang lebih ringan bagi masyarakat.
Redaksi



