marketinginsight.id – Ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh perubahan geopolitik menuntut investor untuk mengambil keputusan yang semakin terukur.
Sebagai mitra tepercaya dalam menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia menyelenggarakan DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World.
Forum diskusi lintas disiplin tersebut menghadirkan Dino Patti Djalal selaku Founder and Chairman FPCI, Yunarto Wijaya selaku Executive Director Charta Politika Indonesia, serta jajaran ahli ekonomi.
Rangkaian acara ini membahas perspektif strategis yang membantu pelaku usaha dalam memahami perubahan kebijakan dan rantai pasok Indonesia.
Terkait pelaksanaan acara, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan bahwa forum ini dirancang khusus untuk nasabah private dan priority banking.
Pimpinan Bank DBS Indonesia tersebut berharap acara ini memberikan panduan dalam mengembangkan kekayaan hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan.
Melalui komitmen tersebut, para panelis membedah strategi menghadapi dinamika pasar global dan perencanaan kekayaan secara menyeluruh.
Pembahasan mencakup topik geopolitik regional, ketangguhan fundamental ekonomi nasional, hingga pengelolaan warisan lintas generasi.
Melengkapi berbagai insight tersebut, DBS Chief Investment Office (CIO) pada kuartal ketiga 2026 merekomendasikan investor meningkatkan alokasi pada saham Asia di luar Jepang.
Di antara berbagai kelas aset, emas dinilai tetap menarik sebagai instrumen diversifikasi dan lindung nilai yang didukung prospek jangka panjang.
Memasuki semester II 2026, peluang investasi diperkirakan tetap terbuka meski volatilitas global masih menjadi tantangan pasar.
Oleh karena itu, investor perlu menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi portofolio agar mampu menangkap peluang di berbagai siklus.
Perubahan lanskap investasi ini mendorong meningkatnya kebutuhan nasabah kaya akan layanan wealth management yang lebih dipersonalisasi.
Layanan tersebut membutuhkan insights tepercaya, pendampingan ahli, serta solusi yang disesuaikan dengan tujuan finansial jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia memperkenalkan evolusi DBS Treasures Private Client sebagai wujud komitmen pelayanan personal.
Dalam penerapannya, layanan ini mengusung pilar kejernihan pandangan, kepastian melangkah bersama pakar, dan keistimewaan nasabah.
Komitmen kinerja layanan wealth management Bank DBS Indonesia sepanjang semester I 2026 juga menunjukkan hasil yang sangat positif.
Khusus untuk DBS Treasures Private Client berhasil mencatat pertumbuhan Total Assets Under Management (AUM) sebesar 13% secara tahunan.
Selanjutnya, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan bahwa pengelolaan kekayaan saat ini sudah menjadi multi-faceted.
Direktur Consumer Banking tersebut menjelaskan bahwa layanan mencakup solusi personal seperti produk KPD serta persiapan suksesi generasi penerus.
Guna menunjang layanan personal tersebut, manajemen menerapkan seleksi ketat bagi Relationship Manager (RM) yang berpengalaman.
Pihak korporasi juga berinisiatif mendirikan Wealth Management Institute untuk memastikan keahlian RM selalu relevan dengan kebutuhan nasabah.
Berkat seluruh upaya strategis ini, Bank DBS Indonesia baru-baru ini meraih titel Best Private Bank Indonesia 2026 oleh FinanceAsia.
Selain itu, perusahaan juga sukses menyabet penghargaan Best Priority Banking Experience 2026 oleh Asian Banking & Finance.
Redaksi



