Monday, August 10, 2026

in-Lite LED Eksplorasi Interaksi Cahaya di IndoBuildTech 2026

Must Read

marketinginsight.id – Dalam dunia arsitektur, ruang tidak pernah berdiri sendiri karena pengalamannya terbentuk melalui interaksi dinamis antara cahaya dan material.

Material berfungsi menerjemahkan karakter cahaya, sementara cahaya mempertegas tekstur, membentuk atmosfer, dan menghadirkan makna baru pada sebuah ruang.

Berangkat dari pemahaman tersebut, in-Lite LED kembali berpartisipasi di IndoBuildTech 2026 dengan mengusung tema utama “The Matter of Light”.

Tema ini mengeksplorasi secara mendalam bagaimana cahaya dan material saling berinteraksi untuk membentuk pengalaman ruang yang lebih hidup serta bermakna.

Melalui partisipasi untuk ketiga kalinya, produsen pencahayaan ini hadir di pameran yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di ICE BSD City. Pada kesempatan ini, dipamerkan sebuah paviliun imersif yang mengajak pengunjung tidak hanya melihat pencahayaan sebagai elemen fungsional semata.

Lebih dari itu, seluruh pengunjung diajak merasakan bagaimana cahaya membentuk persepsi ruang secara nyata melalui interaksinya dengan berbagai material pilihan.

Commercial Director in-Lite LED Fransiska Darmawan menyampaikan bahwa elemen cahaya memiliki peran yang jauh lebih luas dari sekadar sumber penerangan.

Menurut Fransiska Darmawan, cahaya secara aktif membentuk cara sebuah ruang dipersepsikan sekaligus dirasakan oleh manusia di dalamnya. Cahaya bukan hanya membuat ruang menjadi terang, tetapi juga menentukan bagaimana atmosfer ruang itu sendiri dirasakan.

Ketika berinteraksi langsung dengan material, cahaya dapat mengubah tekstur, mengarahkan fokus visual, hingga membangun suasana yang sama sekali berbeda.

Melalui konsep “The Matter of Light”, tim ingin menunjukkan bahwa pencahayaan merupakan bagian integral dari proses membentuk pengalaman ruang.

Gagasan besar tersebut kemudian diterjemahkan secara visual ke dalam sebuah perjalanan estetis yang terdiri dari lima area spasial unik. Masing-masing area mengeksplorasi bagaimana cahaya berinteraksi secara spesifik dengan karakteristik material yang berbeda-beda.

Pada Area Filtered, dilakukan perpaduan cahaya dengan material fabric untuk membentuk efek visual layaknya berada di dalam hutan. Hasilnya, cahaya dibuat menjadi lebih lembut dan tersaring guna menghadirkan suasana yang sangat tenang sekaligus natural.

Selanjutnya, Area Reflected memadukan pencahayaan melalui material glass untuk membentuk refleksi visual layaknya permukaan air jernih. Melalui teknik ini, cahaya dipantulkan secara dinamis dan terus bergerak menyerupai aliran air yang tidak pernah diam.

Sementara itu, Area Radiated memadukan pendaran cahaya dengan material HPL untuk membentuk pancaran kuat yang menyerupai api. Cahaya tampil dengan intensitas lebih tinggi serta ekspresif guna membangun atmosfer ruang yang kuat dan dramatis.

Berpindah ke Area Diffused, kombinasi cahaya dengan material polycarbonate sukses membentuk sebaran partikel cahaya layaknya embusan angin. Karakter cahaya disebarkan secara halus, merata, dan memberikan sensasi ringan di seluruh penjuru ruang pameran.

Terakhir, Area Fragmented memadukan efek cahaya dengan material anyaman rotan untuk membentuk bayangan estetis yang terinspirasi dari tanah. Cahaya sengaja dipecah menjadi bayangan kecil yang memunculkan kesan membumi sekaligus merangsang rasa ingin tahu pengunjung.

Arsitek mensanaDANteman sekaligus perancang Paviliun in-Lite di IBT 2026 Alvar Mensana menjelaskan bahwa kelima area tersebut bukan sekadar pembeda material. Kelimanya merupakan representasi dari cara yang berbeda untuk memahami hubungan mendasar antara elemen cahaya dan ruang.

Setiap zona dirancang khusus untuk menunjukkan bagaimana material sejenis dapat menghadirkan persepsi ruang berbeda saat merespons jenis cahaya yang berbeda pula.

Dari pendekatan itu, cahaya berubah menjadi medium yang tidak hanya membedakan pengalaman di tiap ruang, tetapi juga menyatukan narasi perjalanan.

Pihak perancang berharap pengunjung tidak hanya memahami konsepnya secara intelektual, melainkan benar-benar merasakan langsung pengalaman interaksi cahaya tersebut.

Guna mendukung kebutuhan konsep yang kompleks ini, berbagai lini produk mutakhir seperti Downlight Anti Glare, Spotlight Wall Washer, dan Striplight COB diaplikasikan.

Seluruh produk dipilih secara cermat berdasarkan konteks ruang, bukan sekadar fungsi teknis, agar pengalaman yang terbentuk tetap konsisten.

Product Manager in-Lite LED Sufabian Tys menjelaskan bahwa setiap area membutuhkan pendekatan pencahayaan yang berbeda agar karakter material muncul optimal.

Pendekatan pencahayaan di paviliun ini pada dasarnya berfokus pada bagaimana kedua elemen saling membuka kemungkinan baru dalam membentuk ruang yang hidup.

Di area lembut seperti Filtered dan Diffused, diaplikasikan pencahayaan yang lebih merata dan halus demi menjaga kenyamanan visual pengunjung.

Sementara di area Reflected, Radiated, dan Fragmented, pencahayaan dibuat lebih terarah serta kontras untuk memperkuat karakter visual yang dinamis.

Dengan cara penyuntingan ini, setiap zona tetap memiliki identitas unik tanpa kehilangan keterhubungan sebagai satu kesatuan perjalanan.

Melalui partisipasi aktif di IndoBuildTech 2026, in-Lite menegaskan komitmen kuat untuk terus bertumbuh bersama ekosistem industri bangunan di Indonesia.

Ekosistem tersebut menaungi beragam pemangku kepentingan, mulai dari arsitek, desainer interior, kontraktor, pelaku procurement, pemerintah, hingga pemilik rumah

.

Bagi manajemen, kolaborasi tidak hanya terjadi antara cahaya dan material, tetapi juga melibatkan kerja sama erat antar-pihak dalam penciptaan ruang. Manajemen ingin hadir bukan hanya sebagai produsen pencahayaan, melainkan sebagai bagian penting dalam dialog ekosistem industri bangunan Indonesia.

IndoBuildTech akhirnya menjadi ruang strategis untuk berdialog, berkolaborasi, serta saling menginspirasi antar-pelaku industri. Ke depan, in-Lite akan terus memperkuat kolaborasi ini melalui berbagai inisiatif taktis, mulai dari konsultasi, dukungan proyek, hingga edukasi.

Langkah nyata di IndoBuildTech 2026 ini juga turut didukung penuh oleh berbagai mitra material bahan bangunan terpercaya seperti TACO. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya nyata untuk menghadirkan sistem pencahayaan yang terintegrasi penuh dengan material dan ruang.

Hal ini sejalan dengan visi besar #TerangIndonesia, yang hanya dapat terwujud melalui sinergi kokoh berbagai pihak dalam dunia arsitektur. Chief Marketing Officer TACO Anastasia Tirtabudi menyampaikan bahwa kolaborasi dalam paviliun “The Matter of Light” mencerminkan keselarasan material dan cahaya.

Bagi TACO, sinergi ini menjadi bukti bahwa material bahan bangunan tidak hanya berfungsi sebagai elemen struktural. Material tersebut juga dapat bertransformasi menjadi bagian penting dari pengalaman visual dan estetika sebuah ruang.

Melalui keselarasan dengan in-Lite di IndoBuildTech 2026, ditunjukkan bagaimana material dan cahaya bisa saling memperkuat karakter satu sama lain. Sinergi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung penuh perkembangan industri bangunan serta desain di Indonesia.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

AMEC Luncurkan Panduan Pengukuran Komunikasi Berbasis AI

marketinginsight.id – AMEC telah meluncurkan AMEC GEO Principles beserta Panduan Praktisi untuk Pengukuran GEO. Langkah ini bertujuan membantu praktisi komunikasi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img