Monday, August 10, 2026

Riset IWG Menilai AI Jadi Inovasi Perkantoran Paling Berpengaruh

Must Read

marketinginsight.id – Kecerdasan buatan (AI) dinobatkan menjadi inovasi kantor paling berpengaruh oleh para CEO global dalam laporan bersejarah berjudul “IWG: 300 Tahun Inovasi Perkantoran”. Riset ini diterbitkan untuk memperingati 300 tahun berdirinya kantor modern, disusul oleh perkembangan teknologi laptop dan panggilan video.

Selain itu, riset yang diprakarsai oleh International Workplace Group (IWG) ini bertujuan merayakan tiga abad berdirinya kantor pertama di dunia dengan menyurvei para pemimpin bisnis. Sebagai catatan sejarah, Old Admiralty Building dibuka di London pada tahun 1726 untuk mendukung ekspansi pesat bisnis global angkatan laut Inggris serta layanan sipil.

Tidak hanya itu, kantor ikonik lain yang dibangun khusus selama tiga abad terakhir meliputi Witte Huis di Belanda dan Wainwright Building di Amerika Serikat. Gedung Pentagon di Amerika Serikat yang dibangun pada tahun 1943 juga termasuk dalam jajaran arsitektur perkantoran bersejarah tersebut.

Sementara itu, temuan penelitian menunjukkan bahwa para CEO memandang pergeseran teknologi saat ini sama pentingnya dengan perubahan besar di masa lalu. Perubahan historis tersebut mencakup kemunculan mesin tik, ponsel pintar, hingga adopsi jaringan internet.

Lebih lanjut, lima inovasi besar didominasi oleh perkembangan teknologi modern yang telah mengubah cara kerja selama satu dekade terakhir. Seluruh inovasi tersebut kini telah mengakar kuat di jaringan global IWG melalui merek seperti Spaces dan Regus.

Secara rinci, lima inovasi tempat kerja teratas mencakup kecerdasan buatan sebesar 36 persen serta laptop dan tablet sebesar 35 persen. Peringkat berikutnya diikuti oleh panggilan video sebesar 31 persen, Wi-Fi sebesar 29 persen, dan model kerja hibrida sebesar 26 persen.

Mengenai hal tersebut, model kerja hibrida menonjol sebagai pergeseran utama dalam cara, tempat, dan alasan orang bekerja saat ini. Transformasi digital ini pun telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan kerja sehari-hari.

Jika dibandingkan dengan satu dekade lalu, sebanyak 35 persen CEO menyatakan bahwa teknologi mempermudah karyawan bekerja dari mana saja. Di sisi lain, 30 persen responden menyebutkan bahwa rapat kini jauh lebih sering dilakukan secara virtual.

Terkait periodisasi waktu, tahun 2020-an dipandang sebagai dekade paling transformatif karena adopsi cepat model hibrida, AI, dan otomatisasi. Perubahan besar ini menandai lompatan signifikan dibandingkan era terdahulu yang pernah dilalui oleh dunia perkantoran.

Sebagai perbandingan, tahun 1990-an menjadi era paling berpengaruh kedua ketika internet dan email mulai menghubungkan tempat kerja global. Teknologi komputasi awal pada masa itu meletakkan dasar bagi konektivitas modern yang dinikmati sekarang.

Namun menariknya, banyak inovasi dari era 1990-an tersebut kini sudah dinilai asing bagi para pekerja muda. Sebagai bukti, hanya 20 persen pekerja muda yang mengenali mesin faks dan 16 persen yang memahami fungsi disket.

Kendati ada kesenjangan pengetahuan antar generasi, survei membuktikan tetap ada rasa nostalgia yang kuat di kalangan pelaku bisnis. Tercatat lebih dari dua pertiga atau 68 persen CEO mengaku rindu terhadap alat kerja masa lalu.

Di samping itu, tidak semua teknologi modern yang muncul di dunia kerja diharapkan dapat bertahan lama. Beberapa inovasi yang diprediksi berumur pendek antara lain kacamata pintar sebesar 41 persen dan treadmill meja sebesar 39 persen.

Tren penunjang kerja lain yang dinilai tidak akan bertahan lama adalah papan tulis interaktif dengan persentase 35 persen. Pandangan ini menunjukkan bahwa seleksi alam terhadap efektivitas teknologi akan terus berlangsung di lingkungan kantor.

Berbicara tentang efisiensi, lebih dari sepertiga pemimpin bisnis menyatakan AI memberikan dampak terbesar bagi produktivitas organisasi. Keunggulan teknologi kecerdasan buatan ini bahkan dinilai berhasil mengungguli peran laptop serta panggilan video.

Oleh karena itu, sebanyak 83 persen CEO sepakat bahwa perubahan cara kerja terkini memberikan dampak yang sangat positif. Ditambahkan pula oleh 81 persen responden bahwa tempat kerja modern dirancang lebih baik untuk kolaborasi.

Menanggapi fenomena ini, Executive Chairman IWG Mark Dixon menyatakan bahwa kantor terus berevolusi mengikuti gelombang inovasi teknologi selama tiga abad. Tokoh pimpinan tersebut menegaskan bahwa adopsi AI yang pesat merupakan salah satu revolusi paling signifikan dalam sejarah.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Huawei Cloud Tunjuk Redington Distributor Resmi di Indonesia

marketinginsight.id – Huawei Cloud mengumumkan penunjukan Redington, penyedia solusi teknologi dan orkestrator ekosistem inovasi, sebagai distributor resminya di Indonesia. Kemitraan ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img