Monday, June 1, 2026

Lintasarta Dorong Investasi Infrastruktur AI Indonesia

Must Read

marketinginsight.id – Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuka peluang baru bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing di era ekonomi digital.

Namun, keberhasilan adopsi AI tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi komputasi, melainkan juga oleh kesiapan infrastruktur, keamanan, konektivitas, talenta, serta kolaborasi ekosistem yang mampu mendukung implementasi AI secara menyeluruh.

Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta memperluas perannya sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan ekosistem AI yang terintegrasi untuk membantu pelanggan mempercepat adopsi AI secara end-to-end.

Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan ekosistem AI nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta AI regional.

Selanjutnya, komitmen tersebut disampaikan Director & Chief Financial Officer (CFO) Lintasarta Hariyadi Ramelan dalam forum TMT Finance APAC 2026 dengan membawa tema Intelligence to accelerate smart investment in digital infrastructure di Singapura pada Mei ini.

Forum tersebut mempertemukan lebih dari 350 investor, operator, dan pelaku industri digital infrastructure dari berbagai negara untuk membahas arah perkembangan infrastruktur digital masa depan.

Dalam panel diskusi bertajuk “What’s the Real Investment Case for AI Data Centre Models?”, Hariyadi Ramelan menyoroti pentingnya membangun fondasi AI yang berkelanjutan melalui kombinasi infrastruktur digital, kolaborasi ekosistem, serta pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan nyata pelanggan.

Terkait hal itu, Hariyadi Ramelan menjelaskan bahwa AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan telah menjadi salah satu penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital.

Karena itu, pengembangan AI perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat, ekosistem yang kolaboratif, serta pendekatan yang berkelanjutan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang.

Menurut Hariyadi Ramelan, kebutuhan pelanggan saat ini terus berkembang di berbagai sektor industri. Mereka tidak hanya membutuhkan kapasitas komputasi AI, tetapi juga konektivitas, cloud, keamanan siber, serta dukungan ekosistem yang mampu mempercepat implementasi AI dalam proses bisnis.

Oleh karena itu, Lintasarta memperluas peran menjadi Beyond AI Factory demi menjawab tantangan tersebut.

Pihak perusahaan ingin menghadirkan solusi AI yang lebih terintegrasi sehingga pelanggan dapat mengakses infrastruktur, platform, keamanan, dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk mempercepat perjalanan transformasi AI mereka.

Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, Lintasarta menghadirkan pendekatan terintegrasi melalui empat pilar utama atau 4C, yaitu Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration (AI Application Solution).

Melalui pendekatan ini, pelanggan dapat memperoleh solusi yang menggabungkan konektivitas, komputasi AI, keamanan siber, serta dukungan ekosistem dalam satu platform yang terintegrasi.

Di sisi lain, pendekatan Beyond AI Factory tersebut diperkuat melalui layanan terintegrasi yang didukung oleh infrastruktur AI yang andal melalui sovereign AI infrastructure.

Di saat yang sama, Lintasarta juga terus membangun ekosistem AI nasional melalui gerakan AI Merdeka, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi dengan mitra global guna mempercepat adopsi AI di Indonesia.

Sementara itu, Chief Content Officer TMT Finance Ben Nice dalam sambutannya mengatakan bahwa AI menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan investasi digital infrastructure di kawasan Asia Pasifik. Pihak TMT Finance secara jelas melihat AI mempercepat aktivitas investasi dan transaksi di kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, forum tersebut memantau lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor digital infrastructure yang naik 8% setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan besarnya peluang pertumbuhan yang terbuka bagi pelaku industri di kawasan tersebut.

Momentum tersebut semakin memperkuat keyakinan Lintasarta bahwa pengembangan ekosistem AI yang terintegrasi akan menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi AI. Langkah strategis ini juga diyakini mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

Hariyadi Ramelan menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam ekosistem AI khususnya di dalam negeri.

Potensi besar ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan talenta, serta meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Lebih lanjut, yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi yang kuat untuk membangun fondasi yang tepat. Fondasi tersebut dimulai dari infrastruktur, talenta, hingga pengembangan use case yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Melalui partisipasi dalam TMT Finance APAC 2026, Lintasarta mempertegas komitmen perusahaan dalam memperluas perannya sebagai Beyond AI Factory sekaligus memperkuat posisinya sebagai AI ecosystem enabler bagi Indonesia.

Dengan menggabungkan kapabilitas infrastruktur, layanan berbasis 4C, pengembangan talenta, serta kolaborasi global, Lintasarta optimistis dapat mempercepat adopsi AI nasional demi mewujudkan ekonomi digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

in-Lite Masuki Pasar Switch dan Socket Lewat Alura dan Linea Series

marketinginsight.id – Tren desain interior dan pencahayaan selalu bergerak dinamis seiring perubahan gaya hidup dan preferensi masyarakat. Perkembangan ini memengaruhi kebutuhan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img