marketinginsight.id – Jobstreet by SEEK menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi praktisi HR dan pemimpin bisnis dalam menghadapi dinamika perusahaan modern.
Isu yang diangkat mulai dari mengelola perbedaan budaya kerja, memimpin generasi muda, hingga menempatkan HR sebagai penggerak strategi bisnis.
Terkait hal tersebut, insight ini disampaikan dalam perbincangan bersama Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor, Widyo Rulyantoko. Diskusi mendalam ini berlangsung dalam episode kedua Power Talks oleh Jobstreet by SEEK.
Dirangkum dari diskusi tersebut, ada lima pelajaran kepemimpinan yang relevan bagi perusahaan saat ini. Pelajaran ini penting bagi organisasi yang ingin membangun ekosistem yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.
Pertama, pemimpin perlu memastikan tim bertarung melawan kompetitor, bukan sesama rekan kerja. Dalam organisasi lintas fungsi dan lintas negara, perbedaan cara kerja sering kali berpotensi memunculkan gesekan internal.
Oleh karena itu, Widyo menekankan bahwa pemimpin perlu terus mengingatkan tim mengenai esensi kompetisi luar. Strategi ini memastikan energi tim diarahkan untuk tujuan bisnis yang lebih besar, bukan habis dalam konflik internal.
Kedua, kepemimpinan yang efektif harus mampu menjembatani perbedaan budaya secara bijak. Bekerja dalam lingkungan regional maupun global menuntut pemimpin untuk piawai membaca konteks budaya.
Sejalan dengan tantangan itu, Widyo menyoroti pentingnya menemukan common ground di tengah perbedaan gaya kerja.
Keterbukaan, kemampuan bernegosiasi, dan pemahaman terhadap prioritas bersama menjadi kunci kolaborasi yang efektif.
Ketiga, Gen Z perlu dipimpin dengan purpose yang jelas, bukan sekadar instruksi. Widyo menilai bahwa generasi muda perlu memahami alasan mendalam di balik sebuah pekerjaan.
Maka dari itu, pemimpin perlu memberikan konteks, tujuan, dan dampak dari pekerjaan yang dilakukan. Langkah selanjutnya adalah memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi cara terbaik dalam mengekskusinya.
Keempat, HR perlu diposisikan sebagai business leader, bukan hanya fungsi administratif semata. Dalam pandangan Widyo, peran HR tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada operasional SDM.
Lebih jauh lagi, HR perlu memahami strategi perusahaan, mengelola organisasi, menyiapkan talenta, dan membangun budaya kerja. Pergeseran cara pandang ini menjadi semakin penting ketika perusahaan menghadapi perubahan yang cepat.
Kelima, empati tetap menjadi fondasi penting saat organisasi menghadapi masa transisi yang sulit. Di tengah tekanan bisnis, Widyo menekankan bahwa keputusan sulit tetap perlu dijalankan dengan empati.
Bagi pemimpin HR, menjaga martabat, komunikasi, dan kemanusiaan dalam setiap proses transisi menjadi hal utama. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat juga soal kemampuan memanusiakan orang.
Menanggapi hal tersebut, Widyo mengungkapkan bahwa kepemimpinan hari ini adalah bagaimana membangun titik temu di tengah perbedaan. Pemimpin harus memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar menghadapi tantangan bisnis.
Selaras dengan pandangan itu, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, Sawitri, memberikan komentarnya.
Sawitri mengatakan bahwa percakapan ini menunjukkan bagaimana tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks.
Insight dari Widyo menegaskan bahwa HR hari ini perlu hadir sebagai business leader yang menjembatani kebutuhan manusia. Hal ini menjadi semakin penting ketika perusahaan harus bergerak cepat namun tetap menjaga budaya sehat.
Sebagai informasi, Podcast Power Talks merupakan bagian dari komitmen Jobstreet by SEEK untuk ekosistem ketenagakerjaan. Wadah ini menghadirkan narasumber para profesional dan ahli di bidang rekrutmen dari perusahaan ternama.
Melalui program ini, Jobstreet ingin membawa percakapan yang lebih jujur, praktis, dan dekat dengan realitas. Harapannya, para profesional HR dan pencari kerja bisa mendapatkan perspektif baru yang aplikatif.
Sebagai penutup, konten ini sangat relevan bagi pemimpin bisnis yang sedang membangun tim berkinerja tinggi. Tayangan ini dapat ditonton di kanal YouTube resmi Jobstreet by SEEK maupun platform Spotify.
Redaksi



