Monday, August 10, 2026

Tren Perjalanan Wisatawan Asean Paruh Kedua 2026

Must Read

marketinginsight.id – Di tengah dinamika ekonomi global, masyarakat Asean tetap mempertahankan minat untuk bepergian. Bedanya, wisatawan kini lebih cermat dalam merencanakan perjalanan dan mengelola pengeluaran.

Berdasarkan data pemesanan AirAsia MOVE untuk periode perjalanan 1 Juli–31 Desember 2026, wisatawan semakin mengedepankan perencanaan yang matang dan nilai dalam setiap keputusan.

Mereka memilih destinasi dengan waktu tempuh singkat, melakukan pemesanan jauh hari, strategis menentukan waktu berlibur, serta efektif mengelola anggaran.

Selain itu, terdapat lima tren perjalanan utama yang membentuk perilaku wisatawan di kawasan Asean hingga penghujung 2026.

Pertama, wisatawan makin selektif mengatur anggaran liburan mereka. Data AirAsia MOVE memperlihatkan rata-rata pengeluaran untuk tiket pesawat sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk akomodasi.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa wisatawan tetap bersedia mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mencapai destinasi yang diinginkan. Namun, mereka tetap selektif dalam memilih tempat menginap.

Oleh karena itu, mayoritas pengguna mengutamakan akomodasi yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan harga yang kompetitif.

Dari satu juta pilihan hotel yang tersedia di aplikasi, 76% pemesanan dilakukan pada hotel bintang tiga dan empat, mencerminkan preferensi terhadap akomodasi berkualitas dengan nilai terbaik.

Kedua, periode gajian menjadi momen favorit bagi masyarakat untuk bepergian. Hampir 40% pemesanan penerbangan melalui aplikasi dilakukan untuk keberangkatan pada tanggal 25 hingga 5 setiap bulannya, bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di banyak negara Asean.

Pertimbangan finansial yang semakin kuat terus memengaruhi keputusan para wisatawan. Tak heran, momen setelah penerimaan gaji dimanfaatkan masyarakat untuk langsung merealisasikan rencana liburan.

Ketiga, destinasi jarak dekat kini semakin diminati oleh para wisatawan. Mereka kian melirik destinasi yang mudah dijangkau untuk memaksimalkan penggunaan waktu dan anggaran.

Perubahan ini tercermin dari meningkatnya pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi mencapai 62% dari total keseluruhan.

Di samping itu, minat terhadap destinasi regional yang menawarkan kemudahan akses tetap populer tanpa mengorbankan kualitas pengalaman berwisata.

Keempat, wisatawan cenderung merencanakan liburan dari jauh hari. Data AirAsia MOVE mengungkap kecenderungan pemesanan yang dilakukan lebih dari 120 hari sebelum keberangkatan, menandakan optimisme masyarakat untuk bepergian.

Tren ini diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan perjalanan internasional pada semester kedua 2026. Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi favorit wisatawan, didukung oleh konektivitas penerbangan yang semakin baik serta penawaran perjalanan yang menarik.

Kelima, generasi Milenial dan Gen Z menjadi motor utama pertumbuhan industri pariwisata. Generasi Milenial menyumbang 43% dari total pemesanan di platform, diikuti Gen Z sebesar 23%.

Hal ini mengonfirmasi bahwa bepergian tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup bagi kedua generasi produktif tersebut. Kendati demikian, mereka tetap semakin terukur dalam mengambil setiap keputusan perjalanan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

KB Bank Catat Perbaikan Fundamental Triwulan I-2026

marketinginsight.id – PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mencatatkan perbaikan fundamental kinerja pada triwulan I-2026 yang ditopang oleh pertumbuhan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img