marketinginsight.id – Biskuit OREO kembali berkontribusi mewujudkan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen RI) yaitu ”Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui rangkaian program ”OREO Berbagi Seru” yang resmi dimulai di SD Negeri Mentel 1, Gunungkidul.
Membawa semangat perayaan Hari Anak Nasional, program ini turut mendukung program ”Bocah Pinter” yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan misi sejalan untuk meningkatkan derajat pendidikan melalui pembelajaran yang berkualitas dan merata, serta pengembangan kompetensi, karakter, dan lingkungan belajar yang positif bagi anak.
Selain itu, dengan menggandeng Indonesia Mengajar sebagai mitra, program “OREO Berbagi Seru” memberikan kesempatan setara bagi 708 siswa Sekolah Dasar di Gunungkidul untuk menjadi bagian dari Generasi SERU.
Karakter Generasi SERU ini mencakup anak-anak yang Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul melalui rangkaian kegiatan edukasi serta pendistribusian alat-alat belajar seru.
Hadir pada peresmian program, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Supriyanto, S.E., M.T., Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul menyampaikan sambutannya.
Supriyanto menyampaikan bahwa acara tersebut menyaksikan bagaimana semangat gotong royong diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, para guru, orang tua dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Gunungkidul.
Selanjutnya, sejalan dengan program ‘Bocah Pinter’ yang dikedepankan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, pihak pemerintah yakin bahwa ketika seluruh elemen bergandengan tangan, tidak hanya proses belajar yang lebih menyenangkan yang tercipta, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pihaknya menyambut baik pendekatan belajar sambil bermain yang diusung dalam program ‘OREO Berbagi Seru’ dan berharap bantuan alat pembelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal.
Di samping itu, Bupati Gunungkidul melalui perwakilannya mengapresiasi rangkaian kegiatan yang tidak hanya memberikan pelatihan kepada para guru, tetapi juga melibatkan orang tua dan komunitas.
Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dibangun bersama di mana guru menjadi inspirasi, orang tua menjadi pendamping utama, masyarakat menciptakan lingkungan positif, dan dunia usaha hadir melalui tanggung jawab sosial.
Oleh karena itu, pihak Pemkab berharap program ‘OREO Berbagi Seru’ memberikan manfaat yang luas, menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pendidikan, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kemudian, Kevin Stefano selaku Senior Marketing Manager Biscuit Mondelēz Indonesia menjelaskan bahwa selama lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari keluarga Indonesia, OREO selalu berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan.
Selaras dengan purpose OREO yaitu menciptakan kebersamaan melalui momen-momen penuh keseruan, komitmen ini terwujud lewat program ’OREO Berbagi’ yang sejak 2024 menitikberatkan pada pemberdayaan orang tua, guru, dan anak.
Dengan tema ‘OREO Berbagi Seru’, tahun ini OREO ingin mendukung fokus Kemendikdasmen RI dengan berkontribusi dalam membantu para siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan seru secara lebih merata.
Melalui program ini, OREO berharap lebih banyak anak Indonesia memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU yang mampu bertahan, beradaptasi, dan berkembang di tengah perubahan dunia.
Sementara itu, sejalan dengan prinsip deep learning yang dikedepankan Kemendikdasmen RI, program ‘OREO Berbagi Seru’ menekankan pentingnya playful learning sebagai pendekatan yang mendukung proses pembelajaran agar lebih bermakna, aktif, dan menyenangkan.
Melalui pengalaman belajar yang interaktif, anak tidak hanya lebih mudah memahami konsep baru, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengembangkan keterampilan sosial.
Selain itu, muatan edukasinya disesuaikan dengan perkembangan zaman agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang berdaya saing.
Untuk mewujudkan hal tersebut, program ”OREO Berbagi Seru” bermitra dengan Indonesia Mengajar secara khusus mengembangkan 15 alat belajar seru di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris yang dirancang menggunakan pendekatan belajar sambil bermain serta selaras dengan kurikulum nasional.
Hingga akhir tahun, alat-alat belajar seru ini akan didistribusikan ke 7 provinsi untuk menunjang proses belajar 7.000 siswa, di mana untuk Gunungkidul sendiri disalurkan 270 alat belajar seru bagi 708 siswa Sekolah Dasar setempat.
Agar dampaknya optimal, dilaksanakan serangkaian School Roadshow berupa program edukasi seru yang bertujuan mensosialisasikan pentingnya playful learning dan tata cara pemanfaatan alat pembelajaran seru di ruang kelas maupun di rumah.
Gunungkidul adalah kabupaten kelima yang disambangi program ini setelah sebelumnya terlaksana di Kabupaten Lebak, Pangandaran, Tulang Bawang Barat, dan Purworejo.
Adapun program edukasi seru ini terdiri dari pelatihan yang menyasar pada pemberdayaan ekosistem pendidikan secara menyeluruh agar tercipta sinergitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan bagi anak.
Selama 22-25 Juli 2026, sebanyak 35 guru, 70 orang tua dan 35 anggota komunitas di Gunungkidul mengikuti kegiatan yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Pendekatan ini juga selaras dengan program ”Gunungkidul Smart Teaching” yang digiatkan Pemerintah Kabupaten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan bagi tenaga pendidik dan praktisi pendidikan.
Diharapkan program “OREO Berbagi Seru” dapat menjadi wadah untuk saling berkolaborasi dan berbagi inspirasi praktik cara belajar yang lebih adaptif.
Salah seorang guru SD Negeri Mentel 1 yang ikut berpartisipasi dalam pelatihan, Endah Setyorini, S.Pd.SD.,M.Pd. berkomentar bahwa memaknai Hari Anak Nasional, dirinya menyadari setiap anak berhak mendapatkan dukungan dan kesempatan untuk menggali potensinya.
Hal ini mendorong tenaga pendidik untuk tidak hanya memastikan anak memahami materi pelajaran, tetapi juga membuat mereka merasa antusias, percaya diri, dan berani mencoba.
Melalui pelatihan ‘OREO Berbagi Seru’, para guru mendapatkan banyak inspirasi baru untuk menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Sementara itu, Suryani selaku perwakilan orang tua siswa ikut menyampaikan antusiasmenya setelah mengikuti pelatihan program ‘OREO Berbagi Seru’.
Suryani menyadari bahwa di rumah pun perlu diciptakan proses belajar yang menyenangkan dan terinspirasi untuk membuat alat belajar seru menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah agar anak lebih semangat belajar.
Sebagai penutup, Kevin menyampaikan harapannya agar program ’OREO Berbagi Seru’ dapat mendukung kesuksesan berbagai inisiatif pendidikan di Gunungkidul sehingga lahir lebih banyak ’Bocah Pinter’ sebagai Generasi SERU.
Masyarakat juga dapat ikut berperan dalam mendukung misi positif ini melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan penjualan akan dikonversikan menjadi donasi penyelenggaraan program.
Redaksi



