Monday, August 10, 2026

ITDP Indonesia Ajak Anak Rancang Transportasi Ramah Lingkungan Jakarta

Must Read

marketinginsight.id – Sebuah toko kue yang buka 24 jam dan halte dengan papan hitung mundur kedatangan bus menjadi imajinasi anak-anak. Hal ini juga dilengkapi jalur khusus bagi penyandang disabilitas netra serta kereta yang tersambung langsung ke gedung.

Itulah sebagian dari “kota ajaib” yang dibayangkan anak-anak dalam sesi menggambar yang digelar ITDP Indonesia berkolaborasi dengan Komunitas Buibu Baca Buku dan didukung oleh Clean Mobility Collective Southeast Asia (CMCSEA) di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, untuk memperingati Hari Anak Nasional.

Lewat gambar-gambar tersebut, anak-anak justru menyoroti hal-hal yang kerap luput dari perhatian orang dewasa. Hal-hal itu meliputi akses yang mudah, ruang yang aman, udara bersih, hingga transportasi yang nyaman digunakan semua orang.

Qiana (8) membayangkan kota dengan halte yang informatif dan parkir sepeda. Nakami (9) menggambar jalur khusus bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas netra serta kereta yang melintas di atas air.

Sementara Raditya (10) menghadirkan bus listrik, kereta yang terhubung langsung ke bangunan, dan jalanan yang rindang.

Menanggapi hal tersebut, Yustinus Prastowo selaku Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta menilai benang merah dari gambar-gambar tersebut adalah imajinasi anak tentang kota ideal yang sudah semestinya menjadi bagian dari perencanaan kota.

“Anak-anak punya imajinasi tentang bagaimana kota ideal menurut mereka, dan itu perlu menjadi bagian dari perencanaan yang baik. Kesadaran mereka terhadap kualitas udara dan ruang kota justru sangat menarik,” ujarnya.

Sebab itu, Yustinus Prastowo menegaskan Pemprov DKI Jakarta memilih memperkuat apa yang sudah tersedia ketimbang memulai dari nol.

Legacy Transjakarta diperkuat dengan target 10.000 bus listrik pada 2030, serta stasiun dan Jembatan Penyeberangan Orang di kawasan Jakarta International Stadium terus dilengkapi.

Sementara RPTRA, termasuk Taman Bendera Pusaka yang menjadi lokasi diskusi ini, terus direvitalisasi untuk memenuhi kebutuhan warga akan ruang publik dan mempererat kerekatan sosial, seiring perbaikan trotoar untuk meningkatkan aksesibilitas, dan penambahan shelter.

Bagi Yustinus Prastowo, masukan anak-anak ini menjadi pengingat bahwa penting untuk tidak hanya menyediakan sarana, tetapi juga memperhatikan kebutuhan penggunanya.

Bagi ITDP Indonesia, imajinasi tersebut bukan sekadar karya menggambar, melainkan masukan bagi perencanaan transportasi yang lebih inklusif.

Deliani Siregar selaku Deputi Direktur ITDP Indonesia menjelaskan tema “Kota Ajaib” dipilih karena anak melihat kota dari sudut pandang yang berbeda.

“Kami melihat anak-anak memiliki perhatian yang luar biasa terhadap detail yang sering terlewat oleh orang dewasa. Mereka memandang kota dari tinggi mata sekitar 95 sentimeter, sehingga pengalaman mereka terhadap ruang kota juga berbeda,” ujarnya.

Selanjutnya, Gonggomtua Sitanggang selaku Direktur Asia Tenggara ITDP Indonesia menambahkan bahwa transportasi publik selama ini lebih banyak dirancang untuk kebutuhan orang dewasa yang bekerja.

Padahal, jika kota dirancang ramah bagi anak dan kelompok rentan, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Menurut Gonggomtua Sitanggang, momentum transisi menuju bus listrik juga menjadi kesempatan untuk memastikan aspek inklusivitas, seperti ruang bagi stroller dan barang bawaan, diintegrasikan dalam armada bus listrik yang baru.

Sebagai ibu sekaligus ilustrator, Puty Puar selaku Pendiri dan Direktur Eksekutif Buibu Baca Buku Book Club juga mengajak peserta melihat kota dari perspektif anak.

Puty Puar menilai anak cenderung menggambar hal-hal yang benar-benar mereka alami sehari-hari, mulai dari stroller hingga akses menuju transportasi umum.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perencanaan kota perlu lebih banyak mendengarkan suara anak dan keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus perayaan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, 16 karya anak tentang kota ajaib versi mereka dipajang di dalam 8 armada bus listrik TransJakarta Koridor 1 selama 1 bulan ke depan.

Melalui kegiatan ini, ITDP Indonesia berharap perspektif anak dapat menjadi salah satu masukan dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Ambisi AI Perusahaan Indonesia Terhambat Masalah Internal Karyawan

marketinginsight.id – Banyak organisasi di Indonesia kini tengah gencar menyongsong masa depan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Di tengah ambisi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img