Wednesday, July 8, 2026

Inovasi Medtech Asia Pasifik Siap Rajai Pasar Global

Must Read

marketinginsight.id – Perusahaan medtech Asia-Pasifik semakin banyak menciptakan produk baru yang kompetitif dan berekspansi ke luar pasar domestik mereka.

Saat mereka mengejar fase pertumbuhan berikutnya, beberapa perusahaan menghadapi tantangan dalam mencapai skala global.

Laporan baru dari Bain & Company yang dikembangkan bersama berbagai lembaga strategis bertujuan memperkuat kemampuan kawasan ini dalam menghasilkan pemimpin medtech skala global.

Menurut laporan tersebut, Asia-Pasifik kini sedang bertransformasi menjadi salah satu pusat permintaan medtech paling penting di dunia.

Pangsa pasar kawasan ini untuk permintaan medtech global bahkan diperkirakan mencapai $132 miliar pada tahun 2030.

Oleh karena itu, fase pertumbuhan berikutnya akan sangat bergantung pada penguatan kemampuan bukti klinis, strategi regulasi, komersialisasi, dan akses pasar.

Kevin Chang selaku head of Bain & Company’s Healthcare & Life Sciences practice di Greater China menyatakan bahwa peran kawasan ini telah bergeser. Ia menegaskan bahwa Asia-Pasifik bukan lagi sekadar pasar untuk inovasi, melainkan telah menjadi sumber dari inovasi itu sendiri.

Meskipun memiliki keuntungan yang signifikan, baru sebagian kecil perusahaan Asia-Pasifik yang berhasil meluncurkan produk kompetitif secara global.

Laporan ini kemudian mengidentifikasi lima area struktural utama yang perlu diperkuat untuk mencapai skala internasional.

Terkait pendanaan, modal di sebagian besar negara Asia-Pasifik ditemukan masih terkonsentrasi di kedua ujung spektrum pendanaan saja.

Akibatnya, banyak perusahaan medtech berkembang menghadapi kesenjangan modal saat mereka berusaha beralih ke skala komersial.

Selain masalah modal, perusahaan di kawasan ini juga sering kali kekurangan akses ke profesional regulasi dan klinis tingkat global. Hambatan lainnya adalah strategi perlindungan kekayaan intelektual yang tertunda sehingga membatasi peluang kemitraan internasional.

Di sisi lain, infrastruktur saluran komersialisasi dan jaringan opini pemimpin kunci di luar pasar domestik juga belum terbangun kuat. Perusahaan pun membutuhkan bukti klinis serta ekonomi kesehatan yang lebih matang untuk mendukung adopsi dan sistem penggantian biaya.

Terlepas dari tantangan tersebut, landasan untuk mencapai skala global sebenarnya sudah mulai terbentuk di berbagai negara. Ekosistem inovasi yang semakin matang terus menciptakan kondisi yang mendukung perusahaan medtech Asia-Pasifik untuk bersaing secara internasional.

Selama dua dekade terakhir, Jepang dan Australia telah memimpin kawasan ini dalam hal pengembangan produk medtech. Sementara itu, China, India, Korea Selatan, dan Singapura kini bergerak cepat memperkuat posisi mereka sebagai pusat inovasi klinis.

Permintaan pasar juga terus didorong oleh populasi yang menua serta ekspansi beban penyakit kronis di berbagai negara. Faktor-faktor tersebut membuka peluang baru yang sangat besar bagi inovasi dan pertumbuhan medtech di Asia-Pasifik.

Jolene Ooi selaku Partner Healthcare di EDBI menyatakan komitmennya untuk mendukung perusahaan bernilai tinggi di Singapura. Ia menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan dengan menghubungkan perusahaan tersebut dengan talenta kelas dunia dan jaringan klinis global.

Sejalan dengan hal itu, Amy Tan dari J.P. Morgan menegaskan komitmen lembaga mereka dalam memberdayakan para pengusaha medtech. Bagi perusahaan multinasional, momentum ini menawarkan peluang besar untuk berinvestasi pada inovasi yang berasal dari Asia-Pasifik.

Bagi para pembangun ekosistem seperti pemerintah dan investor, prioritas utamanya adalah memperkuat infrastruktur dari konsep menuju komersialisasi.

Irene Cheong dari A*STAR menyampaikan bahwa Singapura memiliki posisi kuat dalam menerjemahkan riset menjadi teknologi siap investasi.

Selanjutnya, Wong Zeng Yi dari EnterpriseSG mengingatkan bahwa membawa inovasi medtech ke pasar global merupakan perjalanan panjang.

Oleh karena itu, pihaknya terus bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional demi membangun fondasi ekosistem yang kokoh.

Ke depan, kemampuan Asia-Pasifik untuk menghasilkan juara global akan bergantung pada efektivitas pemangku kepentingan dalam menutup kesenjangan struktural.

Cindy Koh dari EDB menambahkan bahwa ekosistem yang kuat di Singapura siap membantu perusahaan multinasional mengakses inovasi regional ini.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

AWS Luncurkan Pelatihan Cloud dan AI Gratis di Indonesia

marketinginsight.id – Transformasi digital Indonesia memasuki fase baru. Di berbagai sektor industri, adopsi AI terus meningkat pesat. Namun, mengubah momentum tersebut...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img