marketinginsight.id – Tenable® Holdings, Inc., perusahaan manajemen paparan risiko, mengumumkan ekspansi Tenable One Exposure Management Platform untuk menyatukan risiko keamanan aplikasi dengan semua data paparan lainnya.
Melalui integrasi data kerentanan kode statis ini, Tenable One menghadirkan visibilitas lengkap dari kode hingga runtime di seluruh permukaan serangan.
Oleh karena itu, inovasi ini hadir karena tim keamanan telah lama berjuang dengan masalah keamanan kode di mana kode yang rentan mencapai tahap produksi lebih cepat daripada yang dapat ditinjau.
Masalah tersebut diperparah oleh penggunaan AI generatif yang memungkinkan pengembang mengirimkan kode tiga hingga empat kali lebih cepat, meskipun berpotensi menimbulkan kelemahan hingga 10 kali lipat.
Di sisi lain, tim keamanan aplikasi dan pengembang biasanya bergantung pada solusi terisolasi yang kekurangan kecerdasan infrastruktur kontekstual untuk menentukan apakah suatu kerentanan kode menimbulkan ancaman nyata bagi bisnis.
Pendekatan yang terputus ini menciptakan celah buta besar yang sangat rentan untuk dieksploitasi oleh peretas.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Tenable One menyerap, menganalisis, dan menormalisasi data dari sumber pengembangan serta keamanan aplikasi yang relevan, termasuk alat keamanan aplikasi AI seperti Claude Security.
Sistem kemudian menghubungkan semua data paparan yang diserap dengan menyatukan telemetri Tenable bersama data dari alat keamanan lain, termasuk perlindungan titik akhir, keamanan cloud, manajemen kerentanan, hingga keamanan teknologi operasional.
Langkah penggabungan ini juga menyertakan konteks bisnis vital dari repositori seperti database manajemen konfigurasi yang dirancang untuk memberikan gambaran paling lengkap tentang risiko perusahaan.
Melalui ekspansi platform ini, Tenable One mengubah organisasi dari pemindaian aplikasi yang bersifat reaktif menjadi prioritas risiko yang proaktif.
Lebih lanjut, sistem baru ini menghubungkan risiko kode ke sistem runtime, beban kerja cloud, identitas, serta jalur serangan yang terancam.
Terkait pembaruan tersebut, Chief Product Officer Tenable, Eric Doerr menjelaskan bahwa membawa data keamanan aplikasi ke dalam Tenable One memberikan konteks yang selama ini hilang bagi para pelanggan.
Eric Doerr menegaskan bahwa tim keamanan tidak perlu lagi bersusah payah memilah lautan kerentanan yang sangat banyak.
Bersama Tenable One, tim keamanan tahu persis di mana mereka terpapar saat paparan itu tercipta, baik ketika alat keamanan AI agen menemukan zero-day baru di pustaka sumber terbuka maupun saat kesalahan manusia memicu risiko.
Sebagai informasi penutup, untuk pertama kalinya tim keamanan kini dapat melihat kelemahan kode secara langsung.
Melalui visibilitas tersebut, manajemen dapat memprioritaskan tindakan perbaikan bersama semua bentuk risiko lainnya demi pengurangan risiko yang jauh lebih efektif.
Redaksi



