marketinginsight.id – Sika Indonesia kembali menggelar Sika Tiler Competition 2026 sebagai ajang untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengapresiasi para ahli pasang keramik di Indonesia.
Tahun ini, babak kualifikasi pertama berlangsung di Metro Center, Semarang, Jawa Tengah, pada hari Minggu kemarin, dengan melibatkan 60 tim atau 120 peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah.
Selain Jawa Tengah, Sika Tiler Competition juga akan diselenggarakan di Jawa Timur dan Jabodetabek sebagai rangkaian seleksi nasional. Diperkirakan akan ada total 300 peserta yang bersaing untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final Jakarta.
Nantinya, pemenang Grand Final akan mewakili Indonesia di Global Tiler Competition 2027 di China. Mereka akan bertemu dengan para ahli pasang keramik terbaik dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Australia.
Terkait hal tersebut, Marketing Manager Sika Indonesia, Irene Yulientin, mengatakan bahwa kompetisi ini bukan sekadar perlombaan memasang keramik. Ajang ini merupakan wadah untuk mengembangkan profesionalisme para tenaga terampil Indonesia.
Menurut Irene Yulientin, perkembangan industri konstruksi membuat teknik pemasangan keramik maupun granit terus mengalami perubahan.
Oleh karena itu, tenaga lapangan juga perlu mengikuti perkembangan metode kerja dan penggunaan material yang tepat agar hasil pemasangan lebih kuat, presisi, dan tahan lama.
Melalui Sika Tiler Competition 2026, Sika Indonesia ingin memberikan apresiasi kepada para ahli pasang keramik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi mereka agar mampu memenuhi standar internasional.
Irene Yulientin percaya kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh material yang digunakan, tetapi juga oleh keterampilan tenaga kerja yang mengerjakannya.
Di samping itu, pada kompetisi kali ini, seluruh peserta akan menggunakan SikaCeram®-180 GA, perekat keramik berkualitas tinggi dari Sika Indonesia. Produk tersebut sengaja dipilih untuk mendukung proses pemasangan sesuai standar profesional.
Selama perlombaan, para tim yang terdiri dari dua orang dituntut mampu bekerja secara kompak dalam menyelesaikan tantangan pemasangan keramik sesuai ketentuan dewan juri.
Selain itu, penilaian dewan juri akan didasarkan pada sejumlah aspek penting yang tidak hanya berfokus pada kecepatan bekerja.
Aspek penilaian tersebut meliputi ketepatan teknik pemasangan, tingkat presisi, kualitas hasil akhir, efisiensi waktu, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
Melalui kompetisi ini, Sika Indonesia ingin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi material bangunan yang semakin modern.
Lebih lanjut, pihak manajemen berharap kompetisi ini mampu melahirkan lebih banyak tenaga terampil yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di panggung internasional.
Sika Indonesia ingin para ahli pasang keramik Indonesia memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membawa nama Indonesia di ajang dunia.
Sebagai penutup, kompetisi ini sekaligus menjadi bukti bahwa profesi ahli pasang keramik memiliki peluang berkembang hingga tingkat dunia.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan teknologi material yang terus berkembang, tenaga konstruksi Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.
Redaksi



