marketinginsight.id – Bank DBS Indonesia mencatat pembiayaan keberlanjutan yang positif sepanjang tahun 2025. Dalam Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2025, bank membukukan portofolio pembiayaan untuk kegiatan bisnis berkelanjutan sebesar Rp15,6 triliun setelah dikurangi pembayaran kembali hingga akhir tahun.
Pencapaian tersebut meningkat dari Rp14,1 triliun pada tahun 2024. Angka ini setara dengan 19,1 persen dari total penyaluran pinjaman perusahaan.
Dari sisi keuangan, Bank DBS Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 2,5 persen menjadi Rp6,13 triliun sepanjang 2025, dari Rp5,98 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan sekitar 2,54% menjadi Rp6,13 triliun ini terjadi seiring dengan tekanan margin yang masih berlanjut di pasar.
Selain itu, bank membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun, atau tumbuh sekitar 15,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,49 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh pendapatan operasional yang lebih kuat dan momentum bisnis yang stabil.
Di sisi lain, posisi permodalan tetap kuat dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) sebesar 22,22%, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi permodalan ini memastikan kemampuan bank untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, bank tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada dampak positif untuk masa depan dalam menjalankan bisnis. Pihaknya menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola (ESG) yang terintegrasi dalam setiap keputusan bisnis.
Kinerja ini menegaskan posisi Bank DBS Indonesia dalam sustainability financing dengan menyalurkan pendanaan ke sektor usaha yang berkontribusi pada ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia. Hal ini merupakan tonggak penting dalam penguatan pembiayaan Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) dan manifestasi komitmen terhadap kesejahteraan nasabah serta masyarakat luas.
Lebih lanjut, upaya yang dilakukan Bank DBS Indonesia ini sejalan dengan POJK No. 51/POJK.03/2017. Implementasi tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama, yaitu Perbankan Bertanggung Jawab, Praktik Bisnis Bertanggung Jawab, dan Dampak Melampaui Perbankan.
Pendekatan ini juga tercermin dalam pengembangan produk dan layanan berbasis keberlanjutan, termasuk Spark Savings, reksa dana tematik ESG, serta obligasi hijau. Seluruh produk tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, Bank DBS Indonesia secara kumulatif telah menyalurkan lebih dari Rp3,8 triliun kepada individu berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem pembiayaan terpercaya. Perusahaan juga memberdayakan UMKM melalui pinjaman modal kerja beredar sebesar Rp70 miIiar.
Komitmen tersebut tercermin dalam Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mencapai 6,97 persen. Angka ini melampaui tolok ukur internal yang ditetapkan oleh Bank DBS Indonesia.
Sementara itu, dampak sosial perusahaan terus diperluas melalui berbagai inisiatif yang menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia. Sejak 2024, Bank DBS Indonesia telah menyalurkan lebih dari SGD18,2 juta untuk mendukung bisnis berdampak dan organisasi nirlaba yang berfokus pada kebutuhan dasar serta inklusi keuangan.
Melalui DBS Foundation, perusahaan juga mengalokasikan hibah sebesar SGD850.000 kepada lima wirausaha sosial dan Business for Impact (BFI) di Indonesia. Lima mitra tersebut yakni DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Program ‘Impact Beyond Dialogue’ turut dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran publik. Langkah ini sekaligus memperkuat kesiapan kolektif dalam menghadapi transisi menuju masyarakat menua (ageing society).
Fokus keberlanjutan juga diperkuat melalui ketahanan pangan lewat Program FEAST! di Flores, Nusa Tenggara Timur. Program ini telah memberdayakan 40 kader desa dengan keterampilan pertanian cerdas iklim, literasi keuangan, gizi keluarga, dan diversifikasi pangan.
Sementara itu, Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia telah menyediakan lebih dari 744.500 porsi makanan kepada lebih dari 62.400 individu. Kolaborasi ini sekaligus mengalihkan lebih dari 425.600 kilogram limbah makanan dari rantai pasok.
Seluruh inisiatif tersebut turut diperkuat oleh peningkatan kerelawanan karyawan Bank DBS Indonesia sebesar 12 persen secara tahunan. Kontribusi yang diberikan mencapai lebih dari 54.800 jam dan menjangkau lebih dari 111.000 individu.
Program ini mencakup keterlibatan 146 relawan yang memberikan pelatihan soft skill kepada lebih dari 2.700 siswa SMK dan mahasiswa. Pelatihan difasilitasi melalui DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding.
Keyakinan mendalam dalam menciptakan dampak positif membuat bank diakui dalam berbagai penghargaan bergengsi, termasuk World’s Best Bank for Corporate Responsibility 2025 dari Euromoney untuk kedua kalinya. Bank DBS Indonesia juga meraih penghargaan Best Bank for Sustainable Finance dari Global Finance.
Selain meraih penghargaan sustainable impact, perusahaan mempertahankan gelar Best Sustainable Bank dari Finance Asia Award 2026 untuk tahun kedua berturut-turut. Perusahaan juga mencatat pencapaian baru sebagai Project Finance House of the Year dan Project Finance Advisory House of the Year di Indonesia dari Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2026.
Lim Chu Chong optimistis Bank DBS Indonesia dapat menjadi mitra tepercaya bagi nasabah, karyawan, dan masyarakat luas. Kerja sama ini diharapkan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Redaksi



