marketinginsight.id – Setelah melewati rangkaian babak kualifikasi, UniPin Series Road to Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall resmi memasuki babak Grand Final.
Ajang ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan PB ESI, Kementerian Komunikasi dan Digital, Garena, serta sektor swasta.
Melalui kompetisi ini, para pemain komunitas berkesempatan merasakan atmosfer profesional sekaligus membuka peluang menuju jenjang yang lebih tinggi.
Apalagi tim terbaik nantinya akan memperoleh satu Golden Ticket untuk melaju ke babak Play-Ins FFNS 2026 Fall.
Terkait misi tersebut, CEO UniPin Ashadi Ang meyakini bahwa talenta esports Indonesia dapat lahir dari tim komunitas jika memiliki wadah yang mendukung.
Oleh karena itu, ruang kompetitif ini dihadirkan untuk mempertemukan berbagai industri agar ekosistem gaming dapat tumbuh bersama.
Sinergi ini disambut baik oleh PB ESI yang mengapresiasi turnamen sebagai bagian dari upaya memperkuat jalur pembinaan talenta.
Wakil Ketua Harian II PB ESI Inspektur Jenderal Polisi Dr. Benone Jesaja Louhenapessy menyatakan jalur resmi ini membuka peluang yang sama bagi atlet tingkat komunitas.
Di samping itu, penyelenggaraan kompetisi mendapat perhatian dari Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Dukungan senada juga datang dari Garena selaku publisher game Free Fire yang berkomitmen mengembangkan ekosistem di Indonesia.
Antusiasme tinggi terlihat sejak pendaftaran Open Qualifier dibuka dengan total 254 tim online dan 50 tim offline.
Melalui penyaringan ketat tersebut, sebanyak 12 tim komunitas akhirnya berhasil mengamankan tiket ke babak Grand Final.
Secara rinci, enam tim lolos melalui Online Qualifier pada 23–24 Mei, sedangkan enam lainnya melaju lewat Offline Qualifier di Bandung.
Adapun deretan tim tersebut adalah Carstensz Esports, Depok Pride, Newlife Synergy, Avangard Liku, Gelkasa Esports, Arcane Dominion, MBR Omega, Kagendra, Flyhigh, RRQ Academy, Sriwijaya Esports, dan Fedora.
Selain menghadirkan turnamen utama, rangkaian acara juga diramaikan dengan berbagai aktivitas komunitas game lainnya.
Beberapa di antaranya adalah kompetisi Trading Card Game, Beyblade, Tekken 8, hingga ajang Coswalk Competition.
Melalui perhelatan ini, UniPin berharap turnamen komunitas tidak sekadar menjadi ruang pertandingan biasa.
Kompetisi diharapkan menjadi jalur pengembangan talenta berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi baru atlet esports Indonesia.
Redaksi



