marketinginsight.id –Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sukses menggelar Rapat Umum Anggota (RUA) 2026 sebagai forum organisasi tertinggi di Soehana Hall, kawasan SCBD, Jakarta.
Forum ini mengemban agenda utama berupa pengesahan laporan pertanggungjawaban dan keuangan 2025, serta persetujuan rencana program kerja dan anggaran tahun 2026.
Selanjutnya, Ketua Umum Aftech Pandu Sjahrir menyampaikan pesan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak tech champions yang lahir dari ekosistem fintech.
Namun, beliau mengingatkan bahwa ambisi tersebut tidak boleh dipisahkan dari komitmen terhadap tata kelola yang bertanggung jawab dan inovasi yang aman.
Di sisi lain, optimisme pertumbuhan ini didasari oleh pencapaian nyata perusahaan digital besar di Indonesia yang mulai mencatatkan profitabilitas.
Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa model bisnis fintech dan ekonomi digital nasional terbukti berkelanjutan dalam skala besar.
Oleh karena itu, Pandu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan struktural berupa ekosistem yang masih terfragmentasi.
Pelaku usaha diharapkan saling berintegrasi dan berkolaborasi agar industri ini dapat naik kelas serta memberi dampak nyata bagi sektor riil.
Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memaparkan bahwa ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) telah tumbuh menjadi kekuatan yang relevan.
Terbukti, industri ini kini telah menaungi 208 perusahaan anggota dan memfasilitasi transaksi Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) senilai Rp 2,11 triliun.
Sementara itu, Friderica menitipkan tiga arahan penting untuk memperkuat kontribusi industri, yaitu memperkuat inklusi yang bertanggung jawab, membangun integritas, serta menyeimbangkan inovasi dengan regulasi.
Langkah ini didukung penuh oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy yang menilai fintech sebagai fasilitator utama transformasi digital nasional.
Bahkan, Rachmat mendorong fintech untuk membantu mewujudkan visi Indonesia Emas sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Senada dengan hal itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai prasyarat utama pertumbuhan yang berkelanjutan.
Melalui momentum ini, Juda meminta Aftech menjadi garda terdepan dalam memperkuat transparansi, penegakan kode etik industri, serta perlindungan konsumen.
RUA yang dihadiri oleh 144 perusahaan anggota ini pun berjalan lancar dan berhasil menghasilkan keputusan bulat atas seluruh agenda organisasi yang ditetapkan.
Redaksi



