Monday, August 10, 2026

Panduan Tapering Maybank Marathon 2026 Sesuai Prinsip Train Smart

Must Read

marketinginsight.id – Setelah berbulan-bulan berlatih dan menyelesaikan fase peak training, banyak pelari mulai merasa cemas saat race day semakin dekat. Mereka kerap ragu apakah porsi latihannya sudah cukup atau perlu menambah satu sesi long run lagi.

Namun, penambahan latihan yang tidak terencana dalam dua hingga tiga pekan terakhir justru berisiko memicu cedera. Tubuh yang lelah di garis start tentu dapat merusak seluruh hasil persiapan yang telah dibangun.

Oleh karena itu, tapering menjadi bagian krusial untuk mengurangi beban latihan secara bertahap agar tubuh pulih sempurna.

Sebuah kajian ilmiah menunjukkan bahwa tapering hingga 21 hari dengan penurunan volume 41–60% mampu mengoptimalkan performa atlet endurance.

Bahkan, studi terhadap 158.000 pelari rekreasi menemukan tapering tiga minggu membuat waktu finis 2,6% lebih cepat.

Temuan ini membuktikan bahwa mengurangi latihan secara disiplin memberikan ruang bagi tubuh untuk mencapai kondisi puncak.

Selaras dengan hal tersebut, rangkaian Road to Maybank Marathon bersama adidas Indonesia membekali peserta pemahaman manajemen latihan yang bijak. Edukasi ini bertujuan agar pelari memahami cara memulihkan tubuh secara efektif sebelum lomba.

Terkait hal itu, Project Director Maybank Marathon Bambang Irawan menekankan pentingnya berlatih secara lebih cerdas melalui tapering.

Menurut Bambang Irawan, pemulihan adalah bagian kunci agar kerja keras selama latihan membuah hasil terbaik di garis start.

Sementara itu, Running Coach adidas Runners Jakarta Aditya M. Pamungkas menjelaskan tantangan utama tapering adalah rasa khawatir pelari.

Aditya M. Pamungkas mengingatkan agar pelari tidak tergoda menambah mileage atau meningkatkan intensitas secara berlebihan.

Sebab, fokus utama pada tahap ini adalah mengurangi kelelahan dan menjaga level performa tubuh. Pelari disarankan tetap berlari dengan volume lebih rendah serta intensitas yang terkontrol.

Selanjutnya, pelari wajib menghindari panic training atau mencoba mengejar sesi latihan yang sempat terlewat. Menambah latihan berat pada fase ini hanya akan menciptakan kelelahan baru menjelang hari perlombaan.

Selain itu, mengurangi volume latihan bukan berarti berhenti berlari sama sekali. Pelari masih bisa melakukan easy run atau recovery run untuk menjaga sensasi berlari tanpa memicu kelelahan.

Di samping itu, fase ini merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat fokus pada asupan nutrisi, hidrasi, dan istirahat. Peningkatan konsumsi karbohidrat secara terencana dapat membantu menjaga ketersediaan energi saat lomba.

Lebih dari itu, aturan utama yang harus dipegang adalah tidak mencoba hal baru pada race day. Sepatu, pakaian, hingga nutrisi yang dipakai saat lomba sebaiknya sudah pernah diuji coba sebelumnya.

Tidak kalah penting, persiapan mental juga perlu dijaga untuk mengendalikan cemas menjelang perlombaan. Perencanaan yang matang sejak awal akan membantu pelari berdiri di garis start dengan percaya diri.

Pada akhirnya, olahraga marathon mengajarkan kapan harus mendorong fisik dan kapan harus memberinya ruang untuk pulih. Melalui persiapan yang cerdas, pelari dapat melangkah ke garis start Maybank Marathon 2026 dalam kondisi terbaik.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Hytera Perkuat Keamanan Data Lewat Platform PoC Lokal

marketinginsight.id – Hytera Communications meluncurkan platform lokal Push-to-Talk over Cellular (PoC) di Indonesia. Peluncuran platform tersebut menandai langkah maju dalam strategi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img