marketinginsight.id – Melanjutkan rangkaian MASA Singapore setelah kesuksesan aktivasi di Takashimaya dan Gardens by the Bay pekan sebelumnya, MASA Sound: The Symphony of the Creative Movement sukses digelar di Glassdome, Landmark of Good, pada 12 Juli 2026.
Malam puncak ini diselenggarakan sebagai wadah khusus untuk merayakan musik, kolaborasi, dan kreativitas Indonesia di panggung internasional.
Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar serta Wakil Menteri Hukum Republik Indonesia Prof. Eddy Hiariej.
Selain itu, tampak hadir pula Managing Director Emtek Sutanto Hartono dan CEO Universal Music Southeast Asia Calvin Wong.
Melalui pagelaran ini, MASA Sound resmi menjadi ruang diplomasi kreativitas musik yang mempertemukan pihak Indonesia dan Singapura.
Acara tersebut berhasil menyatukan pemerintah, pelaku industri, serta musisi lintas generasi dan daerah dalam satu panggung untuk memperkenalkan wajah baru musik Indonesia kepada dunia.
Rangkaian penampilan memukau di panggung menghadirkan keberagaman genre musik khas tanah air secara apik. Sebagai pembuka, girl group Indonesia yang sedang naik daun bernama MARBLES menjalani debut internasional mereka lewat penampilan yang memadukan pop modern dengan identitas lokal.
Selanjutnya, Pengayoman membuka malam dengan membawakan lagu-lagu bertema persatuan dan kebangsaan.
Tidak kalah memukau, President Tidore dan Alan Darmawan selaku musisi asal Ternate, Maluku Utara, menghadirkan eksplorasi jazz, rock, dangdut, dan musik tradisional yang merepresentasikan kekayaan Indonesia Timur.
Kemeriahan panggung berlanjut saat Lullaboy (Bernard Dinata), penyanyi-penulis lagu asal Singapura berdarah Indonesia, tampil membawakan karya-karya pop yang telah dikenal luas di Asia Tenggara.
Setelah itu, Matter Mos yang merupakan salah satu figur di genre Arabian hip-hop Indonesia menghadirkan penampilan dengan lirik reflektif dan karakter musik urban yang kuat.
Sebagai pemungkas acara, Ican Harem (Future Loundry) menutup malam melalui pertunjukan multidisiplin yang memukau. Pertunjukan akhir tersebut berhasil menggabungkan unsur musik, seni visual, dan budaya kontemporer menjadi satu kesatuan yang utuh.
Melihat kesuksesan acara, Direktur Kreatif MASA SINGAPORE 2026 Satriya Gunirta menegaskan bahwa MASA Sound adalah panggung baru dan audiens baru bagi musik Indonesia.
Satriya Gunirta juga menambahkan bahwa setiap musisi dalam line-up ini membawa serpihan rumah mereka masing-masing untuk menghadirkan energi tersebut ke Singapura.
Momen bersejarah bagi industri musik tanah air ini pun dilengkapi dengan debut internasional serta gaung suara-suara dari Indonesia Timur dan generasi baru. Apresiasi tinggi juga datang langsung dari para musisi yang terlibat di dalam perayaan kreatif tersebut.
Terkait keterlibatan mereka, personil MARBLES menyatakan rasa bangga karena dapat menjadi bagian dari pengingat bahwa setiap kemenangan kecil layak untuk dirayakan.
Grup musik ini juga menilai MASA sebagai sebuah ruang di mana kreativitas, keberagaman, dan berbagai cerita bertemu untuk menunjukkan kekuatan saat melangkah maju bersama.
Pada pelaksanaannya, MASA Singapore 2026 didukung penuh oleh Astra serta merupakan hasil kolaborasi nyata dari berbagai sektor penting.
Sinergi ini melibatkan pemerintah, industri, media, transportasi, pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif dalam semangat gotong royong untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung kreatif global.
Untuk menyukseskan gerakan ini, sejumlah mitra strategis turut memberikan kontribusi besar sepanjang acara. Mitra tersebut di antaranya adalah BCA, CFX, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Kementerian Hukum RI, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Amman, InJourney, Tiket.com, Vidio, Wonderful Indonesia, Citilink, Garuda Indonesia, Maika, Museum of Toys, Nusaé, TALE X, dan ZigZag.
Redaksi



