Wednesday, June 17, 2026

Jobstreet Ungkap Pentingnya Magang Adil Bagi Gen Z

Must Read

marketinginsight.id – Menjelang musim wisuda dan periode transisi mahasiswa tingkat akhir ke dunia kerja, Jobstreet by SEEK membagikan pandangan berbasis data dari Laporan Eksklusif Hiring, Compensation & Benefits 2025. Laporan ini dapat menjadi rujukan strategis bagi perusahaan dalam merancang program magang yang lebih adil, relevan, dan kompetitif.

Laporan tersebut memberikan benchmark bagi perusahaan yang tengah menyiapkan pipeline talenta untuk semester kedua. Selain itu, temuan ini sekaligus menjawab kekhawatiran pencari kerja, khususnya Gen Z, mengenai pengalaman magang yang adil dan bermakna.

Di sisi lain, laporan Jobstreet by SEEK menyoroti sebuah tren tentang 21% perusahaan merekrut tenaga kerja kontrak atau temporer untuk menghemat biaya pegawai. Praktik penghematan biaya ini perlu dihindari ketika menyusun program magang, terutama jika menggeser fokus dari pembelajaran menjadi semata-mata efisiensi biaya.

Oleh karena itu, program magang idealnya mengedepankan aspek pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi peserta. Magang bukan menjadikan talenta muda sebagai substitusi tenaga kerja berbiaya rendah.

Terkait hal tersebut, Sawitri selaku Head of Country Marketing – Indonesia, Jobstreet by SEEK, menegaskan bahwa program magang pada dasarnya adalah ruang pembelajaran bagi mahasiswa tingkat akhir. Ruang ini berfungsi membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan kerja profesional dan memahami ritme kerja sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Maka dari itu, perusahaan tetap memiliki kewajiban untuk mematuhi kebijakan dan ketentuan pemerintah terkait program magang. Kepatuhan tersebut mencakup aturan mengenai beban kerja, jam kerja, durasi program, serta ketentuan gaji atau uang saku yang berlaku.

Selanjutnya, sudut pandang ini juga sejalan dengan temuan pendukung dari laporan eksklusif Workplace Happiness Index Indonesia 2025. Laporan itu menunjukkan bahwa Gen Z merupakan kelompok dengan tingkat kebahagiaan kerja terendah yang lebih memperhatikan tujuan kerja serta keseimbangan hidup.

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa 47% perusahaan sebenarnya telah menyediakan program apprenticeship atau mentoring sebagai salah satu benefit utama. Inisiatif ini tetap perlu diperkuat dengan pemberian kompensasi finansial yang layak kepada setiap peserta magang agar pengalaman belajar mereka didukung fondasi ekonomi yang memadai.

Lebih lanjut, berdasar laporan Jobstreet by SEEK yang sama, 56% perusahaan di Indonesia kini telah mengadopsi inisiatif DEI (Diversity, Equity & Inclusion). Untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar inklusif, perusahaan dapat memberikan gaji atau uang saku yang layak kepada peserta magang.

Langkah ini juga harus diikuti dengan membuka kesempatan magang bagi kandidat dari berbagai latar belakang ekonomi. Perusahaan perlu menghindari persyaratan informal yang membatasi akses, seperti hanya menerima kandidat yang sudah mampu membiayai hidup di kota besar tanpa dukungan finansial.

Sebab, tanpa kompensasi yang layak, program magang pada praktiknya hanya akan dapat diakses oleh kandidat dari kelompok ekonomi lebih mapan. Akibatnya, talenta potensial dari latar belakang kurang mampu akan tersaring sejak awal.

Sebaliknya, kompensasi yang layak dapat menunjukkan komitmen etis, membangun persepsi positif, dan mendukung reputasi perusahaan sebagai pemberi kerja pilihan. Langkah ini juga terbukti memperluas talent pool dan membuka akses bagi kandidat berprestasi yang tidak mampu bekerja tanpa bayaran.

Pada akhirnya, program magang yang adil bukan hanya keputusan moral, tetapi juga kebijakan bisnis yang cerdas untuk menjaga daya saing perusahaan. Dengan memberikan kompensasi yang adil, perusahaan dapat memenangkan hati kandidat muda sekaligus membangun reputasi jangka panjang.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Inspirasi OOTD Ramadan Gen Z Bersama Kate Spade New York

marketinginsight.id – Menyambut momen Ramadan hingga Hari Raya, gaya berpakaian menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan karakter personal, terutama bagi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img