Monday, August 10, 2026

ITSEC Asia Rilis Bronyx AI untuk Penetration Testing Kelas Dunia

Must Read

marketinginsight.id – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) telah meningkatkan kecepatan pengembangan teknologi, tetapi kemampuan yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat dan mengotomatisasi serangan siber.

Di tengah perubahan tersebut, organisasi menghadapi tantangan untuk memastikan pengujian keamanan dapat mengikuti kecepatan perubahan sistem dan ancaman.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia), perusahaan keamanan siber dan AI di Indonesia, resmi meluncurkan Bronyx AI.

Platform AI-assisted automated penetration testing ini dikembangkan dari Indonesia untuk membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan keterlibatan tenaga ahli.

Peluncuran Bronyx AI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (15/7) turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Edwin Hidayat Abdullah, beserta jajaran terkait.

Hadir pula Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Sonny Hendra Sudaryana, dan Anggota Dewan Etik Asosiasi Fintech Indonesia Yudho Giri Sucahyo.

Dalam acara tersebut, para pembicara membahas perkembangan AI, tantangan keamanan siber, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan industri.

Selain diskusi, ITSEC Asia juga mendemonstrasikan kemampuan Bronyx AI dalam melakukan proses pengujian keamanan dengan memanfaatkan agen AI.

Pengembangan Bronyx AI menandai langkah strategis perusahaan dalam memperluas kapabilitasnya dari layanan keamanan siber ke pengembangan teknologi berbasis AI.

Berbekal pengalaman lebih dari 16 tahun serta ratusan personel operasional di pasar internasional, platform ini dikembangkan berdasarkan tantangan nyata di lapangan.

Secara teknis, Bronyx AI menggunakan agen AI untuk menjalankan pengujian terhadap sistem yang telah mendapatkan otorisasi resmi.

Proses tersebut meliputi network reconnaissance, vulnerability assessment, configuration review, pengujian web application dan API, hingga penyusunan Security Assessment Report.

Berbeda dengan vulnerability scanner konvensional, agen AI pada platform ini dirancang untuk secara aktif menganalisis hasil pengujian dan menentukan tindakan selanjutnya.

Dalam pengujian laboratorium internal, platform mampu menyelesaikan Full Scan dalam waktu mulai dari 14 menit hingga 4 jam, bergantung pada kompleksitas sistem.

Terkait inovasi ini, President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa kecepatan perkembangan teknologi dan ancaman siber membutuhkan pendekatan baru.

Patrick Dannacher menjelaskan bahwa infrastruktur digital terus berkembang pesat, sementara pengujian keamanan konvensional membutuhkan waktu serta keahlian khusus.

Melalui Bronyx AI, manajemen ingin membantu organisasi melakukan pengujian keamanan dalam hitungan jam dengan tetap mempertahankan validasi tenaga ahli.

Teknologi AI ini dikembangkan langsung dari pengalaman tim dalam menangani kebutuhan keamanan siber di berbagai industri global.

Bagi perusahaan, kecepatan yang ditawarkan oleh AI harus berjalan bersama dengan kualitas temuan, analisis, dan akuntabilitas profesional.

Oleh karena itu, platform ini tetap menerapkan pendekatan Human in the Loop (HITL) pada tahapan tertentu untuk menjaga kualitas temuan.

Melalui metode tersebut, setiap temuan dengan tingkat risiko tinggi dan kritis akan divalidasi oleh konsultan ahli sebelum laporan disampaikan kepada pelanggan.

Laporan yang dihasilkan pun tetap menggunakan standar pelaporan tinggi yang selama ini diterapkan dalam layanan penetration testing perusahaan.

Menanggapi peluncuran ini, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Edwin Hidayat Abdullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah industri nasional.

Menurut Edwin Hidayat Abdullah, inisiatif dari ITSEC Asia menunjukkan kapasitas talenta lokal dalam menciptakan solusi yang relevan bagi kebutuhan nasional dan global.

Mengenai aspek keamanan data, setiap pengujian hanya dilakukan terhadap aset yang telah mendapatkan otorisasi tertulis sesuai ruang lingkup yang disepakati. Saat ini, cakupan pengujian dapat dilakukan terhadap web application, API, serta network range yang telah ditentukan.

Di samping itu, data pengujian setiap pelanggan disimpan secara terisolasi, enkripsi diterapkan pada keys, dan data tidak digunakan untuk melatih model AI tanpa izin.

Platform ini juga fleksibel karena dapat digunakan melalui layanan cloud maupun diterapkan langsung di dalam environment internal pelanggan.

Sebagai informasi penutup, kehadiran platform baru ini sukses mencerminkan arah pengembangan dan masa depan perusahaan secara nyata.

Langkah ini memperkuat komitmen manajemen untuk terus mengembangkan teknologi berbasis AI yang mampu menjawab kebutuhan keamanan organisasi di masa depan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

no na Cetak Rekor 3 Juta Stream Lewat Single ‘Work’

marketinginsight.id – Single terbaru no na, “work,” membuka tahun 2026 dengan momentum kuat. Tak hanya langsung menempati posisi #1 Trending...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img