Cloudera Rilis Blueprints Integrasikan NVIDIA AI ke Data Perusahaan

Must Read

marketinginsight.id – Tantangan terbesar bagi dunia usaha saat ini bukan lagi sekadar menguji keandalan kecerdasan buatan, melainkan bagaimana membawa teknologi tersebut ke fase produksi nyata. Banyak organisasi menghadapi kendala besar ketika harus menghubungkan alur kerja AI dengan data sensitif yang tersebar di berbagai lingkungan cloud maupun pusat data lokal.

Masalah keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan risiko pemindahan data yang rumit sering kali menjadi penghalang utama bagi perusahaan yang ingin meningkatkan skala adopsi teknologi berbasis AI. Tanpa tata kelola data yang solid, proyek eksperimen AI berisiko berhenti di tengah jalan tanpa menghasilkan dampak bisnis yang terukur.

Guna menjawab tantangan tersebut, integrasi solusi AI siap pakai yang menghubungkan langsung alur kerja canggih dengan infrastruktur data perusahaan kini hadir sebagai jawaban. Langkah ini memungkinkan pemanfaatan AI secara aman, efisien, dan fleksibel tanpa perlu memindahkan data sensitif dari tempat asalnya.

Cloudera, satu-satunya perusahaan yang menjalankan AI ke data di mana pun data berada, mengumumkan peluncuran Cloudera Blueprints, portofolio terbaru solusi AI siap pakai yang dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat pengembangan dan penerapan aplikasi AI menggunakan data mereka sendiri. Dikembangkan dari Accelerators for ML Projects (AMPs) yang telah ada, portofolio yang diperluas ini memperkenalkan NVIDIA AI Blueprints yang dibangun dengan NVIDIA Agent Toolkit di Cloudera.

Solusi ini menggabungkan alur kerja reference AI dari NVIDIA dengan kemampuan pengelolaan data, keamanan, dan governance tingkat enterprise dari Cloudera untuk membantu organisasi mengalihkan use case AI dari tahap uji konsep ke tahap penerapan (produksi).

Di saat perusahaan meningkatkan skala AI, mengakses, menyiapkan, dan mengelola data yang dibutuhkan untuk fase produksi masih menjadi tantangan. Hal ini terutama berlaku di industri yang diawasi ketat regulasi, di mana data sensitif tersebar di berbagai lingkungan dan tidak dapat dipindahkan dengan mudah.

Meskipun alur kerja reference AI dapat mempercepat pengembangan awal, mengintegrasikan aplikasi-aplikasi tersebut dengan data perusahaan dan memenuhi ketentuan di fase produksi membutuhkan upaya yang signifikan.

Cloudera Blueprints mengatasi berbagai tantangan ini dengan solusi AI yang telah dikonfigurasi sebelumnya dan berjalan langsung di Cloudera AI, serta menghubungkan alur kerja AI yang telah teruji dengan data dan infrastruktur perusahaan. Berbagai organisasi dapat membangun dan menerapkan aplikasi pada platform yang sama di berbagai lingkungan, termasuk public cloud, pusat data on-premises, dan edge, guna menghadirkan AI secara langsung ke data mereka sekaligus mempertahankan keamanan, governance, dan kontrol yang konsisten.

Selain itu, pimpinan produk Cloudera Leo Brunnick menyatakan bahwa perusahaannya sangat antusias untuk melangkah melampaui tahap eksperimen AI.

Namun, mengubah prototipe yang menjanjikan menjadi aplikasi yang siap digunakan masih menjadi tantangan, terutama ketika data tersebar di berbagai lingkungan yang kompleks.

Melalui Cloudera Blueprints, pihak perusahaan menjembatani kesenjangan tersebut dengan menggabungkan alur kerja AI yang telah teruji dari NVIDIA dengan kapabilitas pengelolaan data, keamanan, dan governance yang dibutuhkan perusahaan untuk menerapkan AI dalam skala besar.

Dengan menjalankan AI langsung ke data mereka, di mana pun data tersebut berada, inisiatif ini membantu organisasi mempercepat pencapaian nilai bisnis dan mengubah inovasi AI menjadi dampak bisnis yang nyata.

Sementara itu, pimpinan Cloudera Indonesia Sherlie Karnidta melihat adanya pesat perkembangan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam mengadopsi AI.

Upaya melangkah dari uji coba AI ke fase produksi tersebut masih menyisakan tantangan dalam hal governance dan integrasi data.

Cloudera Blueprints hadir mengatasi tantangan ini dengan memungkinkan organisasi lokal menerapkan aplikasi AI langsung di tempat data sensitif mereka berada.

Langkah ini sekaligus menghilangkan biaya, kompleksitas, dan risiko pemindahan data antar environment.

Bersama NVIDIA, perusahaan turut membantu organisasi di Indonesia menjembatani kesenjangan antara proyek percontohan dan produksi yang aman, sepenuhnya compliant, serta dapat dijalankan dalam skala besar.

Selanjutnya, Cloudera Blueprints akan segera memanfaatkan lima NVIDIA AI Blueprints di Cloudera yang menyasar aplikasi AI bernilai tinggi di sektor jasa keuangan, layanan kesehatan, telekomunikasi, dan industri lainnya.

Portofolio pertama mencakup Build Your Own Transaction Foundation Model untuk membantu lembaga keuangan mengembangkan foundation model berbasis transaksi dalam rangka meningkatkan deteksi penipuan, penilaian risiko, dan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi.

Portofolio kedua berupa Ambient Healthcare Agents untuk mengotomatiskan dokumentasi klinis dengan mengubah percakapan antara pasien dan tenaga kesehatan menjadi catatan klinis yang terstruktur, sekaligus mendukung proses pendaftaran pasien, penjadwalan, dan tanya-jawab.

Portofolio ketiga adalah AI Agent for Telecom Network Configuration Planning yang membantu penyedia layanan telekomunikasi mengoptimalkan performa jaringan melalui agen AI untuk merekomendasikan, menerapkan, dan memvalidasi konfigurasi radio access network dengan menggunakan data historis serta real-time.

Portofolio keempat yaitu Synthetic Video Detection guna membantu berbagai organisasi mengidentifikasi konten video buatan AI untuk memperkuat kepercayaan digital, verifikasi identitas, dan pencegahan penipuan.

NVIDIA AI Blueprints tambahan akan diintegrasikan ke dalam portofolio Cloudera Blueprints sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan permintaan pelanggan.

Di sisi lain, kehadiran teknologi ini melengkapi alur kerja reference AI dari NVIDIA dengan kapabilitas tingkat enterprise yang dibutuhkan untuk menerapkan dan meningkatkan skala aplikasi AI di lingkungan nyata.

Dengan menggabungkan platform hybrid data dan AI dari Cloudera dengan komputasi terakselerasi NVIDIA, berbagai organisasi dapat memperoleh manfaat jalur yang lebih cepat dari prototipe ke produksi melalui integrasi alur kerja AI dengan penyerapan data, data engineering, keamanan, dan governance.

Manfaat berikutnya adalah penerapan aplikasi AI di seluruh public cloud, pusat data on-premises, dan edge tanpa perlu memindahkan data sensitif atau yang diawasi ketat oleh regulasi.

Organisasi juga dapat memanfaatkan layanan mikro NVIDIA NIM dan model NVIDIA Nemotron melalui Cloudera AI Inference, serta NVIDIA cuDF untuk Apache Spark di Cloudera Data Engineering guna mengakselerasi workload.

Keunggulan lain terletak pada fleksibilitas melalui standar terbuka yang mempertahankan kebebasan memilih berbagai model AI, infrastruktur, dan lingkungan penerapan sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu vendor tertentu.

Perwakilan mitra strategis NVIDIA Pat Lee menyampaikan komitmen bersama untuk membantu berbagai perusahaan mempercepat adopsi AI dan memaksimalkan nilai investasi mereka.

Melalui penggabungan komputasi terakselerasi dan software stack AI dari NVIDIA dengan platform hybrid data dari Cloudera, kedua institusi mempermudah organisasi menjalankan AI di mana pun data mereka berada.

Peluncuran ini semakin memperluas kolaborasi berkelanjutan guna membantu perusahaan mengoperasionalkan AI dalam skala besar dan mengubah investasi digital menjadi hasil bisnis yang terukur.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

BBYB Resmi Masuk Indeks Economic 30 BEI

marketinginsight.id – PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) menyambut positif dan penuh apresiasi atas penetapan saham Perseroan dengan kode saham...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img