Pengguna Generative AI Global Tembus Tiga Miliar Orang

Must Read

marketinginsight.id – Pergeseran peta lanskap digital global kini bergerak makin masif seiring pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan dan perubahan pola konsumsi media oleh masyarakat. Masyarakat tidak lagi sekadar memanfaatkan internet untuk mencari informasi secara konvensional, melainkan telah mengintegrasikan berbagai platform pintar berbasis AI dan jejaring sosial ke dalam setiap sendi aktivitas harian, mulai dari hiburan hingga pengambilan keputusan bisnis.

Lonjakan ketergantungan pada alat pintar ini memicu transformasi besar pada lalu lintas web tradisional yang selama ini menjadi fondasi perekonomian digital. Platform sosial serta aplikasi native kian dominan dalam merebut perhatian publik, merombak alur perjalanan konsumen ( customer journey ) secara mendasar, dan memaksa para pelaku industri untuk merumuskan ulang strategi penciptaan nilai di ruang siber.

Bagi pemasar dan pelaku industri bisnis digital, dinamika ini menuntut pemahaman mendalam atas perilaku konsumen yang makin adaptif terhadap navigasi berbasis kecerdasan buatan. Penguasaan atas titik temu antara percakapan di media sosial, rekomedasi organik komunitas, dan algoritma pencarian pintar menjadi kunci utama untuk mempertahankan relevansi serta pertumbuhan merek di masa depan.

We Are Social bersama Meltwater resmi merilis laporan tahunan Digital 2027 mengenai tren media sosial dan digital di seluruh dunia.

Laporan ini mengungkapkan pencapaian besar dalam adopsi kecerdasan buatan dan media sosial. Lebih dari sepertiga populasi global kini menggunakan alat Generative AI setiap bulan, sementara identitas pengguna media sosial mendekati 70 persen dari populasi dunia.

Studi ini juga menyoroti penurunan lalu lintas web tradisional karena pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platform sosial, aplikasi seluler native, dan platform berbasis AI.

Analisis Digital 2027 memperkirakan pengguna aktif alat Generative AI telah tumbuh menjadi 3,24 miliar orang. Angka tersebut setara dengan 38,9 persen dari total populasi global.

Pengguna aktif Generative AI melonjak 57,2 persen selama 12 bulan terakhir dengan penambahan 1,2 miliar pengguna baru.

ChatGPT tetap memimpin pasar Generative AI dengan menarik pengguna aktif bulanan dua kali lebih banyak dibanding pesaing terdekatnya.

Namun platform seperti Google Gemini dan Anthropic Claude menunjukkan peningkatan signifikan. Pengguna aktif aplikasi seluler Gemini meningkat empat kali lipat dalam setahun terakhir, sedangkan basis pengguna webnya telah mencapai lebih dari 60 persen dari ukuran ChatGPT.

Sementara itu identitas pengguna media sosial global saat ini mencapai 5,81 miliar atau setara 69,9 persen populasi dunia. Total tersebut meningkat 2,7 persen selama setahun terakhir berkat penambahan 151 juta identitas pengguna baru.

Konsumen tercatat menghabiskan lebih banyak waktu di jejaring sosial. Pengguna internet tipikal meningkatkan waktu akses media sosial dan platform video daring sebesar 3,8 persen menjadi rata-rata 19 jam 18 menit per minggu.

YouTube meraih pangsa waktu media sosial global terbesar yang disusul ketat oleh WhatsApp dan Instagram. Dari sisi rata-rata waktu per pengguna aktif, TikTok memimpin dengan durasi 1 jam 55 menit per hari.

Jejaring sosial tetap menjadi tujuan utama aktivitas perdagangan bagi demografi muda. Sebanyak 46,9 persen pengguna internet berusia 16 hingga 24 tahun memanfaatkan Instagram dan Facebook sebagai sumber informasi utama saat meriset merek dan rencana pembelian.

Peningkatan adopsi AI dan aplikasi seluler native juga merombak struktur internet tradisional. Lalu lintas web bulanan di 10.000 domain teratas dunia turun lebih dari 10 persen sejak peluncuran ChatGPT, sementara total waktu penggunaan web merosot 11,2 persen dalam 24 bulan terakhir.

Kendati demikian, orang dewasa yang menggunakan internet masih 74 persen lebih cenderung mengunjungi mesin pencari daripada platform AI saat meriset merek.

Riset ini disusun setebal 900 halaman yang mencakup data dari GWI, Similarweb, hingga Statista. Laporan tersebut mencatat penetrasi pengguna internet global telah mencapai 6,15 miliar orang atau 73.9 persen populasi dunia.

Pengeluaran iklan digital turut meningkat 8,7 persen dibanding tahun lalu, dengan alokasi media sosial naik 18 persen dan iklan pembuat konten naik 15 percent. Pada ranah pencarian internet, data Google mengonfirmasi tren pencarian kucing mencapai 4,15 miliar hasil dibandingkan anjing sebesar 4,02 miliar hasil.

Chief Executive Officer We Are Social APAC Suzie Shaw menyatakan kecerdasan buatan telah mengubah cara masyarakat menemukan merek. Namun media sosial tetap menjadi pusat tempat masyarakat menghabiskan waktu dan membentuk preferensi.

Ia menambahkan bahwa percakapan serta rekomendasi di media sosial makin memengaruhi jawaban AI dan keputusan pembelian. Pemilik merek disarankan tidak hanya mengejar kehadiran di jawaban AI, tetapi juga membangun komunitas yang relevan dan direkomendasikan secara organik.

Vice President of Enterprise Sales Meltwater APAC Mimrah Mahmood menilai adopsi Generative AI yang melonjak hampir 60 persen merombak alur perjalanan pelanggan secara langsung.

Ia mengimbau para praktisi pemasaran di Asia Pasifik untuk beralih dari pelacakan saluran yang terpisah menuju pemahaman jejak merek secara menyeluruh di platform berita, sosial, pencarian, hingga lingkungan berbasis AI.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Makuku Comfort Fit Solusi Popok Anti Gumpal untuk Gerak Motorik Anak

marketinginsight.id – Setiap gerakan si Kecil adalah bagian penting dari perkembangan anak. si Kecil yang aktif, lincah, dan penuh rasa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img