TransTRACK Rilis Fitur EV Battery Monitoring Berbasis AI dan IoT

Must Read

marketinginsight.id – Penerapan teknologi kendaraan listrik pada sektor armada komersial menuntut sistem pengelolaan operasional yang serba cepat dan terukur. Keandalan baterai menjadi fondasi vital yang menentukan kelancaran mobilitas gawai transportasi harian di lapangan.

Tantangan utama para pengelola armada terletak pada visibilitas data baterai secara akurat guna mencegah gangguan operasional. Integrasi teknologi cerdas hadir sebagai solusi efisien untuk mendukung transisi energi yang berkelanjutan.

Inovasi pemantauan terpadu ini membantu perusahaan menjaga produktivitas armada sekaligus menekan efisiensi biaya. Pengelolaan berbasis data real-time menjadi standar baru dalam akselerasi ekosistem transportasi ramah lingkungan.

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor industri, TransTRACK menghadirkan fitur Real-Time EV Battery Monitoring untuk membantu perusahaan memantau kondisi baterai kendaraan listrik secara real-time melalui satu platform terintegrasi. Solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan armada sekaligus mendukung pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Di balik percepatan elektrifikasi armada, perusahaan menghadapi tantangan baru dalam menjaga kesiapan operasional kendaraan listrik karena performanya sangat bergantung pada kondisi baterai. Tanpa visibilitas yang akurat, proses pengisian daya, pengelolaan armada, hingga pengambilan keputusan operasional berpotensi menjadi kurang optimal.

Guna menjawab kebutuhan tersebut, TransTRACK melengkapi ekosistem Fleet Operation Optimizer dengan fitur Real-Time EV Battery Monitoring. Fitur ini memungkinkan perusahaan memantau berbagai parameter penting kendaraan listrik secara real-time.

Parameter yang dapat dipantau mencakup EV Battery Level atau State of Charge (SoC), status kendaraan, sistem pengapian, odometer, engine hours, kecepatan, hingga lokasi armada. Pemantauan indikator baterai tersebut ditampilkan secara terperinci dalam bentuk persentase.

Pengembangan fitur ini sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem KBLBB sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 juncto Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023. Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, dukungan teknologi pemantauan armada menjadi semakin penting untuk membantu perusahaan menjalankan transisi operasional yang efisien dan berkelanjutan.

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa elektrifikasi armada merupakan bagian penting dari transformasi sektor transportasi menuju operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi kendaraan, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mengelola armada secara lebih cerdas.

Ia menegaskan bahwa elektrifikasi armada bukan sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik. Perusahaan membutuhkan teknologi yang mampu memastikan armada tetap beroperasi secara optimal melalui pemantauan kondisi baterai secara real-time.

Melalui visibilitas yang lebih baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas armada, mengurangi downtime, sekaligus mengoptimalkan efisiensi operasional. Fitur Real-Time EV Battery Monitoring membantu perusahaan mengetahui tingkat daya baterai setiap kendaraan secara akurat sehingga proses pengisian daya dapat direncanakan dengan lebih optimal.

Informasi ini juga membantu meningkatkan kesiapan dan utilisasi armada serta mendukung perencanaan operasional berdasarkan kondisi aktual setiap kendaraan. Kebutuhan pengelolaan armada listrik yang terintegrasi ini salah satunya dirasakan oleh BHISA Shuttle, layanan transportasi antar kota dari PT Bhinneka Sangkuriang Transport.

Penyedia jasa transportasi tersebut telah mengoperasikan kendaraan listrik untuk rute Bandung–Purwakarta dan sebaliknya. Seiring pengembangan layanan ramah lingkungan, manajemen melihat pentingnya dukungan teknologi untuk mempermudah pemantauan kendaraan, meningkatkan koordinasi tim, serta memastikan kesiapan armada melayani penumpang.

Operational Manager BHISA Shuttle, Denny Cahya, menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan transportasi yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar solar. Namun, pengoperasian armada listrik membutuhkan pemantauan yang lebih disiplin, terutama terkait kondisi baterai dan perencanaan pengisian daya.

Melalui dukungan teknologi TransTRACK, pihaknya berharap pemantauan lokasi dan tingkat baterai kendaraan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi serta diakses oleh tim operasional yang lebih luas. Hal tersebut membuat koordinasi menjadi lebih efektif dan kesiapan armada tetap terjaga.

Sementara itu, VP of Business Development TransTRACK, Ndaru Ruseno, menjelaskan bahwa pengelolaan armada kendaraan listrik membutuhkan pendekatan berbasis data yang berbeda dibandingkan armada konvensional. Pada armada konvensional, pengelolaan operasional umumnya berfokus pada lokasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan perilaku pengemudi.

Namun, pada kendaraan listrik, kondisi baterai menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kesiapan operasional. Oleh karena itu, Real-Time EV Battery Monitoring hadir untuk menjadikan data baterai sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.

Dengan mengintegrasikan data baterai, telematika kendaraan, serta parameter operasional lainnya dalam satu platform berbasis AI dan IoT, pengelola armada dapat memahami posisi kendaraan sekaligus kesiapannya menjalankan tugas berikutnya. Pergeseran dari sekadar vehicle tracking menjadi operational intelligence inilah yang menjadi fondasi pengelolaan armada listrik ke depan.

Langkah lanjutannya, TransTRACK akan terus mengembangkan solusi berbasis AI, IoT, dan analitik data untuk menjawab kebutuhan pengelolaan armada yang semakin kompleks. Langkah ini juga diarahkan untuk terus mendukung transisi menuju penggunaan kendaraan listrik secara nasional.

Melalui inovasi teknologi yang berorientasi pada kebutuhan operasional industri, perusahaan berkomitmen membantu peningkatan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan operasional armada. Komitmen ini sekaligus menjadi wujud dukungan nyata terhadap transformasi sektor transportasi dan logistik di Indonesia.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

ASLC Rencanakan Buyback Saham Usai Capai Kinerja Positif 2025

marketinginsight.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) emiten ekosistem otomotif omnichannel terkemuka, hari ini mengumumkan rencana strategis untuk melakukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img