Alita dan Fujitsu Hadirkan Teknologi Analitik Gerak AI Pertama di Indonesia

Must Read

marketinginsight.id – Kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin membumi dan menyentuh sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup manusia. Tren digitalisasi tidak lagi sebatas mengolah data bisnis atau otomatisasi pekerjaan kantor, melainkan telah merambah ke ranah analisis fisik yang presisi. Integrasi AI dalam memantau pergerakan tubuh membuka era baru bagi efisiensi performa atlet hingga optimalisasi layanan medis dan kebugaran.

Selama ini, pemantauan mekanika tubuh secara akurat membutuhkan laboratorium khusus berbasis motion capture yang terikat dengan biaya sangat mahal serta perangkat sensor yang rumit. Kendala aksesibilitas dan tingginya biaya investasi membuat analisis gerak tubuh yang objektif sulit dijangkau oleh klub olahraga lokal, pelatih, maupun klinik kesehatan umum. Hadirnya inovasi pengolahan visual berbasis AI mengubah peta tersebut secara signifikan.

Dengan memanfaatkan kamera biasa yang dipadu dengan pengolahan kecerdasan buatan, visualisasi gerak tiga dimensi kini dapat dilakukan langsung di lapangan latihan maupun ruang perawatan medis. Terobosan ini menjadi jawaban atas kebutuhan efisiensi biaya sekaligus mendorong standar baru dalam pengembangan bakat olahraga, pencegahan cedera, serta percepatan proses rehabilitasi kesehatan masyarakat.

PT Alita Praya Mitra menggandeng Fujitsu Limited untuk menghadirkan teknologi analitik gerak manusia berbasis kecerdasan buatan, Human Motion Analytics, ke Indonesia. Kerja sama ini menyasar sektor olahraga dan kesehatan, dengan demo teknologi yang dapat dicoba publik di Indonesia Sports Summit 2026, Jakarta Convention Center.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan di Jakarta oleh Direktur Utama Alita Joseph Lumban Gaol dan Corporate Executive Officer Fujitsu Limited Naoko Otsuka. Acara ini berlangsung dalam rangkaian kunjungan delegasi Fujitsu ke kantor pusat Alita.

Pengunjung Indonesia Sports Summit 2026 dapat mencoba empat penerapan teknologi analitik gerak ini secara langsung di booth gabungan Alita dan Fujitsu. AI Gait Analysis hadir untuk menganalisis pola jalan dan mobilitas pengguna.

Selain itu, Senior Functional Training ditujukan bagi kebugaran lansia dan pengurangan risiko jatuh. Sementara itu, Rowing Performance Analysis mengukur teknik mendayung serta Golf Swing Analysis membedah mekanika ayunan golf. Booth pameran tersebut terbuka untuk masyarakat umum mulai 11 hingga 13 September 2026.

Direktur Utama Alita, Joseph Lumban Gaol menjelaskan bahwa perusahaan telah membangun infrastruktur digital selama lebih dari 30 tahun untuk berbagai institusi di Indonesia. Kini kemampuan teknis tersebut mulai dibawa ke ranah baru yang lebih presisi.

Teknologi ini membuat analisis gerak yang tadinya hanya dapat dilakukan di laboratorium menjadi jauh lebih terjangkau. Alita selaku perusahaan teknologi lokal bertugas mengembangkan penggunaan teknologi tersebut sesuai konteks kebutuhan atlet, pelatih, serta tenaga kesehatan di Indonesia.

Inovasi dari Fujitsu ini dikenal sebagai skeleton recognition AI yang mampu mendigitalkan gerak tubuh manusia secara tiga dimensi dari rekaman video biasa. Penggunaan alat ini tidak memerlukan sensor khusus pada tubuh maupun fasilitas studio motion capture yang mahal.

Selama ini, proses analisis gerak yang objektif menuntut keberadaan laboratorium berbiaya tinggi sehingga sulit dijangkau klub olahraga dan klinik lokal.

Melalui penggunaan kamera biasa dan pengolahan berbasis AI, analisis serupa kini dapat dilakukan langsung di lapangan latihan maupun ruang klinik. Penerapannya mencakup identifikasi bakat, peningkatan performa atlet, pencegahan cedera, hingga pemantauan rehabilitasi medis.

Bagi Alita, kerja sama ini memperluas penerapan pilar Business Productivity yang berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk kebutuhan organisasi. Sektor olahraga dan kesehatan menjadi segmen baru di luar basis pelanggan telekomunikasi, korporasi, serta institusi publik.

Teknologi Human Motion Analytics sendiri merupakan bagian dari Fujitsu Uvance yang menjadi portofolio solusi lintas industri perusahaan. Alita telah disetujui berpartisipasi dalam program Uvance Partner untuk mengembangkan peluang bisnis bersama di pasar lokal.

Corporate Executive Officer Fujitsu Limited, Naoko Otsuka menyampaikan bahwa Indonesia menyimpan peluang besar bagi teknologi yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup.

Melalui kolaborasi dengan Alita yang memiliki pemahaman pasar lokal dan jangkauan kuat, Fujitsu akan menjajaki penerapan teknologi ini untuk kebutuhan sektor olahraga nasional.

Ke depan, kedua perusahaan akan mengidentifikasi prioritas penerapan serta menjajaki kerja sama dengan pemangku kepentingan di ekosistem olahraga, kesehatan, dan pendidikan. Evaluasi kebutuhan teknis serta komersial juga akan terus dilakukan untuk persiapan implementasi penuh di Indonesia.

Nota Kesepahaman ini berfungsi sebagai kerangka kerja awal yang tidak mengikat. Setiap kesepakatan komersial yang dihasilkan nantinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian operasional terpisah.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Timeworks Bawa Jam Tangan Tommy Hilfiger Fall Winter 2026 ke Indonesia

marketinginsight.id – Tren jam tangan gaya hidup terus berkembang seiring meningkatnya permintaan produk aksesori pria berkualitas tinggi. Industri ritel tanah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img