Edukasi Literasi Keuangan Remaja Dorong Kecakapan Bertransaksi Digital di 24 Kota

Must Read

marketinginsight.id – Pengelolaan keuangan pribadi dan kewaspadaan transaksi digital kini menjadi tantangan utama bagi kelompok usia remaja yang makin akrab dengan ekosistem finansial modern. Mengutip Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan pelajar usia 15–17 tahun tercatat berada di level 56,04 persen.

Di sisi lain, maraknya ancaman siber dan penipuan daring menuntut adanya pembekalan proteksi diri secara teknis maupun konseptual sejak dini. Data Indonesia Anti-Scam Centre mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital tembus Rp9,1 triliun dengan frekuensi melebihi 1.000 laporan per hari.

Menjawab kebutuhan tersebut, program edukasi keuangan hadir menyasar ratusan sekolah menengah di 24 kota Indonesia untuk membentuk karakter pemuda yang cermat dan berdaya saing. Inisiatif keberlanjutan sosial ini berfokus pada pelatihan smart spending, simulasi anggaran harian, hingga mitigasi risiko kejahatan siber.

Memutuskan untuk membeli sesuatu atau menyimpan uang jajan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi remaja yang mulai belajar mengelola uang secara mandiri, keputusan sehari-hari tersebut merupakan langkah awal dalam membangun kebiasaan finansial yang bijak.

Seiring semakin dekatnya generasi muda dengan layanan dan transaksi digital, kemampuan mengelola uang perlu berjalan bersama dengan kemampuan menggunakan layanan digital secara bijak dan aman.

Berangkat dari hal tersebut, Permata Bank kembali menghadirkan Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) 2026, program tanggung jawab sosial di bawah naungan Permata Hati yang tahun ini berfokus pada siswa tingkat SMP dan dilaksanakan di 24 kota di Indonesia.

Mengusung tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”, program ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank, yang mendampingi siswa melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan dekat dengan keseharian mereka.

Pentingnya pembelajaran tersebut turut tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 56,04%.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal yang memadai dalam mengelola uang dan mengambil keputusan finansial.

Risiko dalam bertransaksi digital juga menjadi perhatian. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 702.342 laporan penipuan sepanjang 22 November 2024 hingga 30 September 2026, atau lebih dari 1.000 laporan per hari.

Kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun, sementara dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp811,1 miliar per September 2026. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali risiko, menjaga informasi pribadi, serta memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi aktivitas digital yang mencurigakan.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan, selama 24 tahun Permata Bank terus bertumbuh bersama masyarakat dan menyaksikan bagaimana kebutuhan serta cara masyarakat mengelola keuangan terus berkembang. Di tengah pesatnya transformasi digital, pimpinan bank tersebut percaya bahwa literasi keuangan merupakan bekal penting yang perlu ditanamkan sejak dini.

Meliza menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya cakap menggunakan layanan keuangan, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan. Lewat program edukasi ini, pihak manajemen ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan, dan relevan.

Setiap kebiasaan kecil yang dibangun diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pelajar untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri.

Kegiatan Permata CERITA 2026 di MTs Imadun Najah, Jakarta Utara, dihadiri oleh Katharine Grace, Chief of Corporate Affairs and Sustainability Permata Bank, sebagai perwakilan Manajemen Permata Bank. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ninik Purwaning Setyorini, Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMP, Kemendikdasmen, serta Sutikno, Kepala Pokjawas Kementerian Agama Kota Jakarta Utara.

Kehadiran para perwakilan tersebut disambut baik oleh Rohali, Kepala MTs Imadun Najah.

Belajar Mengambil Keputusan, Dimulai dari Uang Jajan

Untuk mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, Permata CERITA menghadirkan MODul finansiAL (MODAL) dengan materi smart spending. Melalui sesi interaktif bersama EVO, siswa berlatih mengenali kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan pilihan, menentukan prioritas, menunda keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung.

Siswa juga diperkenalkan pada penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dan transfer online secara bijak sebagai bagian dari perjalanan belajar mengelola keuangan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Permata CERITA pada 2026 dengan pembelajaran yang lebih praktis dan interaktif. Siswa tidak hanya diajak memahami konsep keuangan, tetapi juga bermain, berlatih, dan mengambil keputusan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Dengan demikian, pembelajaran diharapkan dapat membantu siswa menerapkan pengetahuan finansial menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam keseharian.

Halimatus Sa’diyah, Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, menyampaikan bahwa upaya peningkatan literasi keuangan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut melibatkan industri perbankan, Bank Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta lembaga pendidikan.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi inisiatif Permata Bank melalui program Permata CERITA yang turut mendukung upaya bersama. Melalui edukasi sejak dini, generasi muda diharapkan memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik untuk masa depan.

Belajar Bertransaksi, Belajar Waspada

Selain pengelolaan uang, Permata CERITA 2026 membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Kemudahan menggunakan layanan keuangan melalui perangkat digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko penipuan daring.

Melalui pembelajaran yang interaktif, siswa diperkenalkan pada metode 3A: Amati, Awasi, dan Adukan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi. Kerahasiaan data mencakup keamanan kode PIN serta OTP yang tidak boleh dibagikan.

Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda yang mencurigakan saat bertransaksi. Pendampingan guru atau orang tua menjadi rujukan utama jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar.

Pembelajaran ini menekankan bahwa kecakapan digital berkaitan erat dengan perlindungan diri. Kemampuan mengenali risiko menjadi kunci utama keselamatan transaksi siber.

Dari Cinta dan Edukasi, untuk Bekal Masa Depan

Keterlibatan lebih dari 500 EVO dalam Permata CERITA 2026 turut mencerminkan peran karyawan Permata Bank. Para relawan tidak hanya menyampaikan materi, tetapi mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan mengambil keputusan.

Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA merupakan wujud komitmen Permata Bank dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota.

Melalui Permata CERITA 2026, Permata Bank melanjutkan upaya tersebut dengan pendekatan yang semakin relevan. Langkah ini disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda dalam menghadapi perkembangan layanan keuangan digital.

Permata CERITA 2026 juga mendukung upaya peningkatan edukasi literasi dan inklusi keuangan nasional. Program ini sejalan dengan kampanye PeKA dari Bank Indonesia serta Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dari OJK.

Melalui pelaksanaan di 24 kota, edukasi yang dimulai dari pengelolaan uang jajan diharapkan menjadi bekal berharga. Generasi muda dipersiapkan agar lebih cermat, bijak, dan siap menghadapi kebutuhan finansial masa depan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Solusi Komunikasi Pertambangan, Hytera Gebrak Mining Indonesia 2026

marketinginsight.id – Dunia industri pertambangan global saat ini berada di ambang transformasi digital yang masif, di mana efisiensi operasional dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img