Wednesday, August 12, 2026

RUCI Art Space Kembali Gelar Pameran Seni RAW Vol 2

Must Read

marketinginsight.id – Dinamika seni rupa kontemporer di Indonesia terus berkembang seiring lahirnya para perupa muda yang membawa gagasan, eksperimen medium, serta pandangan segar.

Di tengah derasnya arus kreativitas tersebut, keberadaan wadah ekspresi yang inklusif menjadi krusial agar karya-karya potensial dapat muncul dan disaksikan oleh publik luas.

Galeri seni berperan penting bukan sekadar sebagai ruang pamer visual, melainkan sebagai ekosistem pendukung yang menjembatani talenta baru dengan para penikmat, kurator, dan kolektor.

Komitmen untuk membuka akses dan memfasilitasi regenerasi seniman menjadi modal utama dalam menjaga keberlanjutan serta keberagaman lanskap seni rupa nasional.

Sebagai salah satu institusi yang konsisten mendorong potensi generasi baru, sebuah program seleksi terbuka kembali digulirkan untuk memberi panggung bagi eksplorasi kreatif yang beragam.

Setelah delapan tahun, RUCI Art Space kembali menghadirkan RUCI Art Wall (RAW) Vol. 2 di Jakarta. Pameran kelompok ini mempertemukan 21 seniman terpilih dari lebih dari 300 proposal yang masuk.

Pertama kali diperkenalkan pada November 2018, RAW lahir dari gagasan sederhana untuk menyediakan ruang pameran. Program ini bertujuan membantu seniman muda memperkenalkan karya mereka kepada publik dalam ekosistem galeri.

Besarnya jumlah proposal yang diterima pada ajang kali ini menjadi catatan tersendiri bagi pihak galeri. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan platform pameran bagi generasi baru seniman masih sangat besar.

Setelah melalui proses seleksi ketat, para peserta terpilih siap memamerkan karya visual mereka. Pameran ini berlangsung mulai 9 Agustus hingga 27 September 2026 di RUCI Art Space.

Gallery Director dan Co-Founder RUCI Art Space, Rio Pasaribu, menyebut acara ini mempertemukan dua bentuk kemudaan. Pihaknya tidak hanya melihat perbedaan medium, tetapi juga keberanian seniman dalam merespons pengalaman personal.

Karya-karya dalam RAW Vol. 2 bergerak dari pengalaman pribadi hingga kegelisahan sosial yang lebih luas. Tema musik, keluarga, identitas, ingatan, hingga tubuh muncul melalui berbagai pendekatan medium.

Salah satunya datang dari Elfa Zulham yang selama ini dikenal sebagai pemain drum jazz Indonesia. Dalam pameran ini, Zulham membawa kedekatannya dengan dunia musik ke dalam medium lukisan.

Zulham menghadirkan figur legendaris seperti Billie Holiday dan Miles Davis dalam komposisi yang tidak lazim. Tokoh musisi tersebut dilukis mengenakan jersey basket di atas lembaran kertas partitur musik.

Cerita lain hadir melalui karya Rosa Guerinoni yang memanfaatkan media kayu reklamasi rumah tua. Material kayu bekas tersebut diposisikan sebagai bagian dari ingatan yang dibawa oleh karya.

Rosa Guerinoni mengungkapkan bahwa setiap panel kayu membawa jejak kehidupan dari masa lalu. Lapisan cat serta goresan bekas perjalanan waktu menjadi identitas utama dari lukisannya.

Lulusan Academy of Fine Arts Florence ini mengeksplorasi hubungan antara material, figur manusia, dan memori. Keahliannya dalam seni patung klasik memberi karakter kuat pada setiap detail karya.

Sementara itu, Labaika Adkha Maharani menghadirkan karya patung resin bertajuk Belajar dari Yang Kecil. Figur dalam patung tersebut mengulurkan kedua tangan seolah menawarkan sesuatu yang tidak kasatmata.

Melalui gestur sederhana, karya ini mengajak penonton mengingat kembali hal-hal kecil yang sering terlupakan. Pengalaman masa kecil tersebut justru membentuk cara seseorang dalam memahami perjalanan hidup.

RAW Vol. 2 sengaja tidak dibangun melalui satu tema tunggal yang mengikat seluruh peserta. Pameran ini memberikan kebebasan bagi keberagaman perspektif untuk hadir secara berdampingan.

Adapun 21 seniman yang terlibat antara lain Alfan Manthovani, Anady Aria, Anzi Matta, hingga Bismar Siagian. Selain itu ada Elfa Zulham, Jerojerrr, Fitra Rahardjo, Gusti Kade, dan Iqbal Dwi Priatna.

Nama lain yang turut memamerkan karyanya adalah Jaz Abraham Pratama, Labaika Adkha Maharani, serta Lowpop. Daftar tersebut dilengkapi oleh M. Rizky Aditya, Raymond Gandayuwana, R. Dewa, dan Rosa Guerinoni.

Jajaran peserta juga diisi oleh MivetBoi, Shavira Mada, Suwandi Waeng, Svkmatra, serta Trio Muharam. Kehadiran seluruh perupa ini memperkaya ragam gaya visual dalam ruang pameran.

Melalui program ini, RUCI Art Space berharap seleksi terbuka dapat memperluas akses bagi para seniman. Langkah ini menjadi ruang penting bagi perupa yang belum banyak mendapat kesempatan berpameran.

Marketing Director RUCI Art Space, Neysa Soediro, berharap lebih banyak institusi seni yang membuka program serupa. Dukungan tersebut sangat penting agar semakin banyak pintu terbuka bagi seniman baru.

Bagi galeri, RAW bukan sekadar tempat untuk menemukan nama-nama baru di dunia seni rupa. Program ini menjadi titik awal bertemunya karya dengan publik agar percakapan seni terus berkembang.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Marriott Bonvoy Tawarkan Diskon Menginap di Indonesia dan Malaysia

marketinginsight.id – Di era ketika para wisatawan semakin bijak dalam memilih ke mana dan bagaimana mereka bepergian, Marriott Bonvoy mengundang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img