marketinginsight.id – Coca-Cola System di Indonesia bersama PT Global Retailindo Pratama meluncurkan inisiatif “Recycle Me” melalui penyediaan drop box botol PET di 20 gerai M Mart di Bali.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendukung sistem pengelolaan kemasan yang lebih berkelanjutan serta memperkuat upaya pengumpulan daur ulang pascakonsumsi.
Peluncuran program ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi pengelolaan sampah yang efektif di Bali.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun dengan kontribusi sampah plastik mencapai lebih dari 17 persen.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.
Pihaknya menilai inisiatif dari dunia usaha sangat penting untuk memberikan akses yang mudah bagi masyarakat dalam mengembalikan kemasan pascakonsumsi agar dapat didaur ulang.
Melalui fasilitas yang tersedia di gerai M Mart, masyarakat kini dapat mengembalikan botol PET pascakonsumsi secara langsung.
Kemasan yang terkumpul selanjutnya akan masuk ke rantai nilai daur ulang untuk digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.
Sementara itu, Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat ekonomi sirkular.
Pihaknya terus memperkuat sistem pengumpulan dan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang agar botol bekas memiliki kehidupan kedua.
Di samping itu, penggunaan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasan Coca-Cola di Indonesia telah berjalan sejak tahun 2023.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan material daur ulang sekaligus mengurangi timbulan sampah kemasan.
Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin, menambahkan bahwa jaringan gerai M Mart yang dekat dengan pelanggan menjadi fasilitas ideal dalam menghadirkan solusi lingkungan.
Kehadiran drop box di lokasi strategis diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih aktif mengembalikan kemasan bekas pakai.
Dukungan juga datang dari Mahija Parahita Nusantara yang berperan mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi dari pasar secara bertanggung jawab. Material tersebut kemudian diproses oleh Amandina Bumi Nusantara untuk memproduksi rPET food-grade.
Membangun ekonomi sirkular memang memerlukan pendekatan menyeluruh mulai dari desain, produksi, pengumpulan, hingga daur ulang kemasan.
Melalui aksi kolaboratif ini, kemasan pascakonsumsi tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanfaatkan.
Redaksi



