marketinginsight.id – Konsumen di Asia Tenggara mengadopsi AI generatif untuk berbelanja dengan kecepatan yang sangat berbeda-beda di tiap pasar.
Namun, riset terbaru menemukan satu hal yang konsisten di seluruh kawasan, yaitu kepercayaan manusia tetap menjadi pendorong utama terjadinya pembelian.
Selanjutnya, impact.com bekerja sama dengan Cube dan Dentsu merilis edisi keempat dari laporan tahunan pemasaran influencer e-commerce.
Laporan bertajuk E-commerce Influencer and Affiliate Marketing in Southeast Asia 2026 ini mengulas bagaimana AI mengubah cara konsumen menemukan produk dan brand.
Berdasarkan riset dari 2.400 konsumen, satu dari empat (24%) konsumen Asia Tenggara kini menggunakan perangkat AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude untuk mendukung perjalanan belanja mereka. Kondisi tersebut menandakan kemunculan AI sebagai kanal baru dalam penemuan produk.
Kemudian, jawaban yang dihasilkan AI itu sendiri dibentuk oleh suara pihak ketiga seperti kreator, publisher, dan pemberi ulasan.
Bagi brand, mengaktifkan mitra tidak hanya mendorong penjualan secara langsung, tetapi juga membentuk bagaimana sebuah brand dimunculkan dan direkomendasikan oleh AI.
Di sisi lain, rekomendasi dari keluarga dan teman tetap menjadi sumber yang paling dipercaya dalam pengambilan keputusan pembelian.
Selain itu, dua dari tiga konsumen (67%) mengaku pernah membeli produk secara khusus karena direkomendasikan oleh seorang kreator.
Selanjutnya, laporan ini juga menyoroti bahwa AI tidak menggantikan kanal-kanal yang sudah ada. AI justru menjadi lapisan baru dalam ekosistem perdagangan yang semakin saling terhubung.
Pihak Nick Randall selaku AVP Customer Growth APJ di impact.com menyatakan bahwa AI mewakili evolusi berikutnya dalam e-commerce.
Pihaknya menambahkan bahwa konsumen tetap mengandalkan kreator dan rekomendasi tepercaya untuk memvalidasi keputusan pembelian.
Di samping itu, temuan utama menunjukkan marketplace tetap menjadi kanal penemuan utama dengan persentase mencapai 71% konsumen. Sementara itu, Vietnam (34%) dan Indonesia (31%) memimpin kawasan dalam penggunaan AI generatif untuk penemuan produk.
Menariknya, 40% konsumen menyatakan AI generatif tidak mengubah seberapa besar ketergantungan mereka pada kreator. Tingkat kepercayaan di antara keduanya juga terbagi cukup merata.
Lalu, hampir separuh (49%) pembelian melalui tautan afiliasi didorong oleh faktor kepercayaan dan validasi. Konsumen terus menyebutkan ulasan tepercaya sebagai pendorong pembelian yang lebih kuat dibandingkan diskon.
Seiring perjalanan pembelian yang mencakup berbagai platform, brand memerlukan strategi kemitraan terintegrasi. Hal ini penting agar kinerja setiap mitra dapat diukur dan dihargai sesuai kontribusinya.
Sebagai informasi, impact.com merupakan penyedia infrastruktur global untuk perdagangan berbasis kemitraan yang memberdayakan brand. Saat ini, platform tersebut membantu lebih dari 5.900 brand global untuk menjalankan lebih dari 2 juta kemitraan.
Redaksi



