marketinginsight.id – Cloudera mengumumkan kemitraan strategis dengan VAST Data untuk menghadirkan konsep “AI Factory” yang terpadu. Inovasi ini menyediakan lingkungan produksi terukur tempat data diserap, dikelola, dan disalurkan ke model AI secara berkesinambungan.
Untuk mendukung fleksibilitas tersebut, infrastruktur ini tersedia bagi perusahaan di lingkungan on-premises maupun cloud publik demi konsistensi operasional.
Langkah kolaboratif tersebut mengintegrasikan layanan data berbasis kontainer generasi terbaru milik Cloudera dengan VAST AI Operating System.
Melalui integrasi ini, sistem menyatukan kemampuan penyimpanan berperforma tinggi, database, dan global namespace untuk mendukung analitik AI skala besar.
Lapisan platform data yang dibangun berdasarkan desain referensi NVIDIA AI Data Platform ini mengubah data menjadi siap digunakan untuk AI.
Di sisi lain, banyak organisasi menyadari bahwa arsitektur tradisional tidak dirancang untuk mendukung pipeline AI berkelanjutan. Salah satu dampak nyata dari kendala tersebut adalah GPU starvation yang membuat klaster akselerator bernilai tinggi menganggur.
Guna mengatasi masalah tersebut, solusi bersama ini menjawab tantangan dengan memastikan data mengalir efisien di seluruh siklus hidup AI.
Melalui sistem ini, GPU tetap memperoleh pasokan data berthroughput tinggi dan berlatensi rendah untuk meningkatkan utilisasi.
Sementara itu, arsitektur lakehouse Cloudera menyediakan layanan data portabel mencakup data engineering, streaming, analitik, hingga machine learning. Layanan tersebut berpadu dengan arsitektur Disaggregated Shared Everything milik VAST yang menyediakan infrastruktur data berskala exabyte.
Berkat integrasi tersebut, kolaborasi kedua perusahaan menghadirkan arsitektur AI factory terpadu dari pengambilan data mentah hingga penerapan model. Sistem ini juga mampu mengeliminasi GPU starvation serta meningkatkan efisiensi komputasi secara signifikan.
Lebih lanjut, kemitraan tersebut memperkuat solusi untuk membangun private AI factory dengan menggabungkan infrastruktur AI NVIDIA. Salah satu produk unggulannya adalah Cloudera AI Inference Service yang dipercepat oleh NVIDIA NIM microservices.
Di samping itu, keunggulan lain memungkinkan pelanggan mempercepat beban kerja Apache Spark menggunakan NVIDIA cuDF untuk akselerasi Cloudera Data Engineering.
Bagi perusahaan besar, hal ini merepresentasikan solusi lengkap silicon-to-application untuk membangun sistem AI tingkat produksi.
Secara sinergis, kemitraan memadukan koleksi data pelanggan sebesar 60 exabyte untuk membuka potensi pendapatan baru.
Momentum ini kian diperkuat oleh melonjaknya permintaan enterprise terhadap infrastruktur private AI untuk pertumbuhan jangka panjang.
Terkait hal tersebut, Chief Business Officer & GM Applied AI Cloudera, Abhas Ricky menjelaskan bahwa banyak perusahaan kesulitan mencapai tingkat utilisasi optimal.
Abhas Ricky menegaskan kemitraan dengan VAST berhasil mengeliminasi kendala GPU starvation guna membangun AI Factory sesungguhnya.
Pada kesempatan berbeda, Co-Founder VAST Data, Jeff Denworth menyebutkan tantangan utama adalah membuka nilai data guna menciptakan pipeline berkelanjutan.
Jeff Denworth menambahkan bahwa Cloudera dan VAST membantu menghubungkan data, kecerdasan, dan infrastruktur ke dalam satu platform.
Sementara itu, Country Manager Indonesia Cloudera, Sherlie Karnidta mengatakan integrasi ini membantu perusahaan di Indonesia memperoleh efisiensi komputasi optimal.
Sherlie Karnidta menerangkan kemitraan memastikan pelanggan mempertahankan data pipelines latensi ultra-rendah sembari mematuhi regulasi tata kelola data.
Sebagai informasi penutup, solusi bersama Cloudera dan VAST AI Factory tersedia segera melalui tim penjualan enterprise. Arsitektur referensi dan pola penerapan tervalidasi ini akan terus diperluas di sepanjang tahun 2026.
Redaksi



