marketinginsight.id – Nutanix merilis temuan dari survei tahunan Enterprise Cloud Index edisi sektor publik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa organisasi sektor publik semakin mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam berbagai operasional bisnis mereka.
Integrasi teknologi ini diterapkan mulai dari penentuan kelayakan penerima manfaat hingga deteksi kecurangan secara digital.
Namun, sektor publik masih menghadapi berbagai hambatan terkait kesiapan infrastruktur, kemampuan tenaga kerja, dan tata kelola.
Oleh karena itu, kondisi tersebut mendorong kebutuhan mendesak bagi para pemimpin IT sektor publik untuk membangun infrastruktur hybrid modern. Langkah ini penting guna mendukung kebutuhan operasional yang terus berkembang di sektor yang beragam ini.
Sementara itu, instansi pemerintah kini beralih ke kontainerisasi aplikasi guna meningkatkan kecepatan, skalabilitas, dan keamanan beban kerja AI. Upaya ini dilakukan di tengah mandat ganda untuk meningkatkan kinerja instansi sekaligus melindungi data publik.
Di sisi lain, sekat-sekat di dalam organisasi kian meningkatkan risiko munculnya shadow AI yang tidak terkelola. Sebanyak 91 persen pemimpin IT di instansi pemerintahan dan pendidikan sepakat bahwa penggunaan AI yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan risiko keamanan.
Selain itu, laporan Nutanix menunjukkan bahwa 73 persen infrastruktur TI sektor publik saat ini belum siap menjalankan beban kerja AI kompleks. Kondisi ketidaksiapan tersebut terutama terjadi pada lingkungan komputasi lokal atau on-premises.
Meski demikian, sebanyak 87 persen pemimpin teknologi memperkirakan ketergantungan pada kontainerisasi aplikasi akan terus meningkat. Peningkatan ketergantungan ini diproyeksikan bakal terjadi dalam rentang waktu tiga tahun ke depan.
Rangkaian temuan ini membuktikan bahwa sektor publik saat ini berada pada titik krusial digitalisasi. AI telah digunakan secara luas di lingkungan pemerintahan dan pendidikan, mencakup aplikasi berbasis kontainer hingga infrastruktur hybrid.
Kendati demikian, fondasi infrastruktur yang mendasarinya masih belum terdistribusi secara merata. Berbagai organisasi harus mengelola sistem lama serta memigrasikannya ke cloud modern tanpa sistem kontrol terpadu.
Selanjutnya, penggunaan AI yang belum terverifikasi telah menjadi tantangan utama dalam aspek tata kelola sektor publik. Chief Technology Officer dan Vice President of Solution Engineering APJ Nutanix, Daryush Ashjari, menegaskan pentingnya penguatan fondasi infrastruktur.
Menurut Daryush Ashjari, organisasi yang sukses adalah mereka yang memprioritaskan arsitektur aman berbasis kontainer. Langkah ini menjadi pagar keamanan penting untuk memanfaatkan AI secara aman dan menjaga kepercayaan publik.
Oleh sebab itu, para pemimpin IT di sektor publik memiliki mandat jelas untuk menyelaraskan infrastruktur teknologi. Beban kerja AI untuk layanan masyarakat menuntut kinerja optimal, kepatuhan regulasi, serta kedaulatan data yang kuat.
Redaksi



