marketinginsight.id – Tetra Pak resmi meluncurkan Cartons for Communities di Indonesia sebagai sebuah platform kolaboratif yang bertujuan memperkuat pengumpulan dan daur ulang karton kemasan makanan serta minuman.
Langkah strategis ini dirancang untuk membantu memperluas upaya pengumpulan sekaligus mendukung transisi nasional menuju ekonomi sirkular.
Guna mencapai target tersebut, inisiatif ini bergerak selaras dengan agenda keberlanjutan pemerintah, termasuk Peta Jalan Ekonomi Sirkular Nasional dan Rencana Aksi Nasional 2025–2045.
Melalui penguatan implementasi Extended Producer Responsibility (EPR), program ini berkomitmen meningkatkan akses masyarakat terhadap jaringan daur ulang secara luas.
Sebagai salah satu pilar keberlanjutan Tetra Pak, platform kolaboratif tersebut berperan penting dalam menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai nilai.
Melalui integrasi ini, para mitra dapat dengan mudah saling terhubung, mengakses informasi edukasi, serta menemukan titik pengumpulan karton terdekat.
Di samping itu, platform digital tersebut sebenarnya dibangun dari rekam jejak kolaborasi jangka panjang Tetra Pak yang sudah diinisiasi sejak tahun 2005.
Fokus utamanya tetap konsisten pada peningkatan kesadaran publik, penyediaan infrastruktur pemilahan, hingga pengembangan pasar bagi produk hasil daur ulang.
Sebagai bukti nyata, sekitar 4.847 ton karton minuman berhasil dikumpulkan dan didaur ulang di wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025.
Seluruh material yang terkumpul kemudian diolah kembali menjadi produk bermanfaat seperti kertas, papan daur ulang, dan palet logistik.
Keberhasilan masif tersebut didukung penuh oleh jaringan mitra yang kuat, termasuk 57 pusat pengumpulan aktif di wilayah perkotaan Jawa dan Bali.
Melalui perluasan akses ini, masyarakat kini menjadi jauh lebih mudah untuk berpartisipasi langsung dalam mengirimkan limbah karton mereka.
Terkait upaya tersebut, Sustainability Manager Tetra Pak Indonesia, Fatma Nur Rosana menjelaskan bahwa ekonomi sirkular hanya bisa dicapai lewat kolaborasi aktif.
Manajer Keberlanjutan tersebut menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mempertemukan berbagai unit sosial demi membangun ekosistem daur ulang yang jauh lebih sehat.
Demi memaksimalkan dampaknya, program Cartons for Communities kini memfokuskan kerja samanya pada empat kelompok mitra utama di lapangan. Kelompok tersebut meliputi Bank Sampah atau TPS3R, Sektor Informal, pelaku industri HORECA, hingga institusi sekolah.
Pada tingkat lokal, Bank Sampah dan TPS3R memegang kendali utama sebagai pusat pengumpulan dan agregasi dari lingkungan rumah tangga.
Kontribusi mereka memastikan alur material berjalan efisien ke tangan pendaur ulang sehingga tidak ada sampah kemasan yang terbuang sia-sia.
Sementara itu, para pengumpul independen dari sektor informal juga terus diberikan pelatihan intensif serta akses langsung ke jaringan industri.
Langkah pemberdayaan ini terbukti mampu meningkatkan cakupan volume pengumpulan sekaligus membantu menjaga mata pencaharian mereka.
Bergerak ke sektor bisnis, hotel, restoran, dan kafe atau HORECA ikut mendukung pemulihan material dalam jumlah besar.
Melalui keterlibatan aktif staf operasional, kemasan karton mulai dipisahkan sejak dari sumbernya sebagai bagian dari rutinitas kerja harian.
Tidak ketinggalan, institusi sekolah turut mengambil peran penting dalam menanamkan kebiasaan ramah lingkungan sejak dini kepada siswa dan guru.
Melalui kampanye edukasi kreatif dan sistem internal, gerakan ini diharapkan mampu meluas hingga ke lingkungan keluarga.
Untuk memperkuat pergerakan massal ini, Tetra Pak juga merangkul sejumlah organisasi pengelola sampah kawakan seperti YAPSI, ecoBali, Waste4Change, AKN, iLitterless, dan PastiKlola.
Kemitraan strategis tersebut terbukti memberikan dampak positif langsung pada efektivitas pengelolaan sampah di berbagai daerah.
Sebagai contoh nyata, Perwakilan TPS3R Mulyoagung Bersatu Malang, Nugraha Wijayanto menyatakan bahwa kerja sama dengan YAPSI berhasil mendongkrak partisipasi komunitas secara signifikan.
Perwakilan pengelola tersebut menambahkan bahwa program ini sukses meningkatkan kesadaran warga sekitar mengenai pentingnya memilah sampah.
Dampak positif serupa juga dirasakan langsung oleh Perwakilan TPS3R Turus Maju Gurah Kediri, Suratmin di wilayahnya.
Perwakilan tersebut menegaskan bahwa dukungan peralatan dan pelatihan dari program ini sangat membantu mengalihkan karton minuman dari TPA menuju proses daur ulang.
Melihat pergerakan yang bagus ini, sektor swasta seperti FINNS Beach Club Bali ikut membagikan komitmen mereka dalam menerapkan praktik pemilahan bertanggung jawab.
Pihak manajemen berharap aksi konsisten tersebut dapat menginspirasi seluruh pelaku industri perhotelan di Bali untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Melihat potensi besar ini, Tetra Pak kembali mengajak para peritel, operator perhotelan, sekolah, dan seluruh organisasi pengelola sampah untuk segera bergabung.
Kesempatan kemitraan terbuka lebar melalui platform digital yang telah disediakan demi memperluas dampak sirkular ini.
Menutup penjelasan tersebut, Fatma Nur Rosana mengingatkan kembali bahwa membangun ekonomi sirkular merupakan tanggung jawab bersama jangka panjang.
Manajer Keberlanjutan tersebut mengajak setiap individu dan organisasi untuk mengambil peran aktif demi masa depan lingkungan Indonesia yang lebih bersih.
Redaksi



