Monday, June 1, 2026

Meta Indonesia Luncurkan Akun Remaja Instagram Batasi Konten 13+

Must Read

marketinginsight.id –Meta Indonesia menggelar diskusi bertajuk Cerdas Digital 2026: Anak Remaja Aman, Orang Tua Tenang bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) dan ECPAT Indonesia.

Acara yang melibatkan orang tua, kreator, dan berbagai kepentingan lainnya ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Internasional.

Bersamaan dengan momentum tersebut, Meta mengumumkan pembaruan pada fitur Akun Remaja Instagram melalui pengaturan konten bawaan yang terinspirasi dari klasifikasi usia film 13+.

Pembaruan kebijakan ini kini menghadirkan perlindungan yang lebih luas, termasuk membatasi unggahan dengan bahasa kasar, tampilan gambar aksi berbahaya, serta konten yang mendorong perilaku berisiko.

Terkait hal itu, Alexander Sabar selaku Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi menyampaikan apresiasinya atas langkah Meta yang mulai memperkuat perlindungan remaja di ruang digital.

Ia berharap langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan sesuai usia anak.

Lebih lanjut, teknologi ini diterapkan secara meluas di seluruh pengalaman Instagram dan Facebook, termasuk pada pembatasan akun dan perluasan sensor pencarian kata kunci yang sensitif.

Bahkan, konten yang melanggar pedoman usia tidak akan muncul di Explore, Reels, Feed, Stories, komentar, maupun tautan DM, sekalipun berasal dari akun yang mereka ikuti.

Di samping itu, Meta juga memperbarui pengalaman AI bagi remaja untuk memastikan respons yang diberikan tetap sesuai usia bagi pengguna 13 tahun ke atas.

Bagi orang tua yang ingin menerapkan pembatasan tambahan, Meta turut menyediakan opsi fitur bawaan bernama “Limited Content”.

Mengenai fitur tersebut, selebriti sekaligus perwakilan orang tua Ersa Mayori mengakui bahwa fitur bawaan di Instagram dan Facebook ini sangat membantu menyaring konten tanpa harus langsung melarang anak bermedia sosial.

Melalui kehadiran sistem ini, orang tua bisa lebih mudah menetapkan batasan screen time dan menyaring kontak yang tidak diinginkan di rumah.

Sebagai langkah keberlanjutan, Meta bersama ECPAT Indonesia akan meneruskan inisiatif ini melalui program Smart Digital Parenting Workshop.

Andy Ardian selaku Koordinator Nasional ECPAT Indonesia berharap kolaborasi ini membuat semakin banyak orang tua memiliki pengetahuan praktis mendampingi anak di dunia digital.

Untuk rencana ke depan, lokakarya edukasi peningkatan literasi digital ini ditargetkan menyasar wilayah Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang pada tahun 2026.

Melalui rangkaian program inspiratif ini, Meta berkomitmen penuh mendampingi keluarga Indonesia dalam menjaga keamanan diri di ruang daring menggunakan tools yang mudah dioperasikan.

Redaksi

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
TODAY'S PICK

Laba PT Chitose Internasional Tbk Naik 21 Persen di Q1/2026

marketinginsight.id – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) perseroan yang bergerak di industri manufaktur telah mencatatkan kinerja positif perusahaan dengan penjualan dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img