marketinginsight.id – Efisiensi biaya operasional dan pemeliharaan sistem data menjadi fokus utama bagi banyak perusahaan manufaktur modern. Langkah strategis diambil untuk memastikan investasi teknologi tetap memberikan hasil optimal tanpa beban keuangan berlebih.
Penghematan anggaran perangkat lunak kini dialokasikan ke pengembangan inovasi teknologi masa depan yang lebih produktif. Keputusan ini menjaga stabilitas sistem inti sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis baru.
Kemitraan jangka panjang dengan penyedia layanan pihak ketiga menjadi pilihan rasional bagi pengelola industri. Pendekatan tersebut terbukti memperpanjang usia pakai sistem tanpa terikat skema pembaruan vendor.
Rimini Street mengumumkan perpanjangan kemitraan jangka panjang dengan Pyung Hwa Holdings, perusahaan induk suku cadang otomotif asal Korea Selatan. Kerja sama ini diumumkan resmi di Jakarta.
Melalui dukungan terhadap lingkungan SAP ECC 6 dan Database Oracle, Rimini Street membantu pemangkasan 50 persen biaya pemeliharaan tahunan. Langkah ini juga meningkatkan kecepatan respons layanan serta menghindarkan risiko pembaruan sistem yang tidak diperlukan.
Pyung Hwa Holdings terus mengandalkan Rimini Support untuk mendukung sistem SAP dan Oracle yang telah disesuaikan. Peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi biaya, serta fleksibilitas TI jangka panjang menjadi hasil utama kerja sama ini.
Director Head of Information Strategy Pyung Hwa Holdings, Sangwook Lee menyatakan tiga tahun pertama kemitraan menjadi keputusan terbaik perusahaan. Kualitas layanan dan kepercayaan terhadap stabilitas sistem membuat perusahaan memperpanjang kontrak hingga lima tahun ke depan.
Platform SAP ECC 6 pada perusahaan ini dikustomisasi untuk mendukung fungsi perencanaan produksi, manajemen material, keuangan, hingga sumber daya manusia. Infrastruktur data dasarnya mengandalkan Database Oracle untuk mengelola 17 anak perusahaan domestik dan luar negeri.
Sebelum bekerja sama, perusahaan menghadapi beban biaya pemeliharaan tinggi dengan nilai dukungan yang tidak konsisten. Kebutuhan utama mereka adalah penyelesaian masalah teknis yang cepat serta pemenuhan aturan pajak lokal di Korea.
Lee menambahkan bahwa kontrak pemeliharaan dengan vendor sebelumnya masih memberi keterbatasan teknis. Saat masalah teknis muncul, penanganan yang lambat kerap mengganggu stabilitas operasional harian.
Keputusan bermitra diambil setelah berdiskusi dengan sejumlah klien pengguna layanan dukungan pihak ketiga di Korea. Langkah ini memberikan respons cepat, efisiensi anggaran, dan fleksibilitas alokasi talenta TI.
Sistem SAP dan Oracle tetap dijalankan secara stabil sesuai jadwal kebutuhan bisnis internal perusahaan. Perusahaan tidak perlu mengikuti jalur migrasi atau pembaruan wajib yang kerap ditandaskan oleh vendor.
Lee menegaskan kemitraan ini membebaskan perusahaan dari tekanan vendor untuk melakukan pembaruan sistem. Strategi TI kini disusun selaras dengan kebutuhan operasional nyata.
Penghematan biaya pemeliharaan membuka peluang untuk mengalihkan sumber daya ke bidang manufaktur cerdas dan analisis data berbasis AI. Ke depan, kapasitas seperti pemeliharaan prediktif, digital twin, serta R&D komponen kendaraan listrik mulai diperkenalkan.
GVP and Regional General Manager Korea Rimini Street, Hyungwook Kevin Kim mengapresiasi keberhasilan Pyung Hwa Holdings terbebas dari peta jalan vendor. Pihaknya bangga dapat terus memberikan keahlian mendalam dan dukungan responsif bagi klien.
Lee menutup dengan menegaskan bahwa nilai nyata kemitraan ini terlihat dari penghematan biaya signifikan dan stabilitas sistem. Tim internal kini dapat berfokus penuh pada inisiatif pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Redaksi



