marketinginsight.id – Persaingan industri ritel modern kini menuntut akselerasi strategi pemasaran digital yang tidak hanya menarik, tetapi juga efisien secara operasional. Kehadiran konten visual interaktif seperti video pendek telah menjadi faktor penentu utama dalam memikat perhatian konsumen di media sosial, terutama untuk kategori produk yang mengandalkan presisi visual.
Menjawab tantangan produksi konten berskala besar, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) mulai menjadi standar baru bagi pengelola merek. Solusi otomatisasi digital memungkinkan peritel memperbarui materi promosi visual secara cepat tanpa harus terhambat oleh proses pemotretan konvensional yang memakan waktu dan biaya.
Langkah inovatif ini kian diminati seiring melonjaknya tren video commerce di pasar domestik yang mengubah peta interaksi antara konsumen dan peritel. Pengadopsian sistem berbasis AI terbukti mampu menjaga konsistensi identitas merek sekaligus memperkuat integrasi antara jaringan toko fisik dan kanal penjualan digital secara berkelanjutan.
Fynd, perusahaan teknologi ritel berbasis AI yang didukung Reliance Retail Ventures Limited, mengumumkan ketersediaan Fynd Studio di Indonesia. Langkah ini bertujuan membantu peritel dan merek memproduksi konten video berbasis kecerdasan buatan untuk pasar social commerce.
Melalui layanan produksi end-to-end dan lokalisasi Bahasa Indonesia, platform ini memungkinkan pembuatan video produk tanpa sesi pemotretan baru. Efisiensi tersebut membantu pengusaha menghemat waktu dalam setiap peluncuran kampanye digital.
Optik Melawai, jaringan ritel dengan lebih dari 480 toko, telah memanfaatkan teknologi tersebut untuk menampilkan koleksi kacamata. Penggunaan materi visual interaktif membantu calon pembeli melihat tampilan produk secara lebih mendalam.
Memiliki portofolio lebih dari 30 merek premium, jaringan ritel ini harus memperlihatkan ragam bingkai saat dikenakan model. Ketepatan visual menjadi kunci utama dalam menarik perhatian konsumen media sosial.
Sistem Fynd Studio mengolah foto produk yang ada untuk menghasilkan video bermodel visual buatan. Hasil konten disesuaikan khusus untuk platform TikTok dan Instagram Reels tanpa pemotretan fisik berulang.
“Video pendek kini menjadi tempat utama konsumen Indonesia menemukan produk baru,” ujar Chief Business Officer Global Fynd, Ronak Modi. Ia menambahkan bahwa kategori kacamata membutuhkan akurasi tinggi pada bingkai, lensa, dan detail logo.
Penggunaan teknologi ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan video commerce di pasar domestik. Laporan e-Conomy SEA 2025 mencatat volume transaksi kanal ini telah mencapai 2,6 miliar.
Jumlah penjual dan toko online di platform video juga melonjak 75 persen hingga menyentuh angka 800.000. Data Google turut mencatat lebih dari 40 juta pengguna aktif melakukan pencarian aktivitas belanja di YouTube.
Peningkatan aktivitas digital ini menuntut peritel menjaga alur konten harian secara konsisten. Pembaruan materi visual secara berkala menjadi keharusan untuk mengikuti dinamika tren media sosial.
Proses produksi video konvensional memerlukan koordinasi model, studio, penataan gaya, hingga tahap penyuntingan akhir. Kendala operasional tersebut kerap menyulitkan pengelolaan katalog produk yang berganti cepat.
Fynd Studio mengatasi kendala tersebut dengan mengotomatisasi pembuatan materi promosi visual. Pengelola merek dapat memperbarui tampilan produk dari katalog tanpa bergantung pada jadwal pemotretan fisik.
“Kami selalu berkembang mengikuti dinamika ritel dengan merangkul kecerdasan buatan,” kata Head of Digital Marketing Optik Melawai, Jhan David. Pihaknya mengawali langkah ini untuk memperkuat promosi di saluran media sosial resmi.
Jhan David menegaskan bahwa kualitas visual yang dihasilkan sangat rapi dan konsisten dengan identitas merek. Hasil akhir penayangan video berjalan sesuai dengan arah komunikasi yang direncanakan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari program transformasi digital untuk menghubungkan jaringan toko fisik dan situs web. Platform digital jaringan ritel tersebut saat ini mencatatkan sekitar 10.000 kunjungan harian.
Kehadiran layanan baru ini menyusul peluncuran solusi GlamAR yang menyediakan fitur pencocokan kacamata virtual. Perluasan kerja sama ini membantu para peritel menghasilkan konten lokal yang relevan bagi konsumen.
Redaksi



