marketinginsight.id – Pertumbuhan ekonomi Bali yang positif pada tahun ini turut didorong oleh tingginya tingkat migrasi penduduk pendatang. Fenomena tersebut memicu lonjakan kebutuhan akan hunian fleksibel dengan masa sewa yang lebih panjang daripada hotel biasa.
Menanggapi pergeseran tren tersebut, penyedia hunian bersama Cove memperluas portofolio kamar bulanan di Pulau Dewata. Langkah ini terbukti efektif dengan tercatatnya pertumbuhan seratus persen pada jumlah kamar sewa bulanan sejak awal tahun.
Mayoritas penghuni hunian bulanan tersebut didominasi oleh pekerja profesional serta tenaga lepas asal Indonesia. Denpasar pun menjadi kawasan utama dengan tingkat keterisian kamar tertinggi berkat statusnya sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Bali yang positif pada tahun ini turut didorong oleh tingginya tingkat migrasi penduduk pendatang. Fenomena tersebut memicu lonjakan kebutuhan akan hunian fleksibel dengan masa sewa yang lebih panjang daripada hotel biasa.
Menanggapi pergeseran tren tersebut, penyedia hunian bersama Cove memperluas portofolio kamar bulanan di Pulau Dewata. Langkah ini terbukti efektif dengan tercatatnya pertumbuhan seratus persen pada jumlah kamar sewa bulanan sejak awal tahun.
Mayoritas penghuni hunian bulanan tersebut didominasi oleh pekerja profesional serta tenaga lepas asal Indonesia. Denpasar pun menjadi kawasan utama dengan tingkat keterisian kamar tertinggi berkat statusnya sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Meskipun sektor pariwisata Bali menghadapi sejumlah tantangan sepanjang awal tahun, perekonomian setempat tetap tumbuh sebesar 5,78 persen pada triwulan kedua dan melampaui laju nasional. Selain itu, instansi terkait mencatatkan ratusan ribu penduduk datang ke Bali dengan pertumbuhan ekonomi kota serta ketersediaan lapangan pekerjaan sebagai pendorong utamanya.
Kehadiran penduduk baru di Bali membawa kebutuhan hunian yang berbeda dari wisatawan, yakni masa sewa yang lebih panjang dibanding hotel. Dengan kebutuhan tersebut, Cove mulai membuka portofolionya di Bali untuk disewa secara fleksibel setelah sebelumnya lebih berfokus pada akomodasi wisata harian.
Pihak pengelola mencatat kenaikan sebesar seratus persen dalam jumlah kamar yang disewakan secara bulanan sejak awal tahun. Pimpinan pertumbuhan pemasaran Cove, Dian Paskalis, menyatakan bahwa pergerakan generasi muda ke Bali kini tidak lagi hanya untuk wisata, melainkan juga untuk bekerja.
Mayoritas penghuni bulanan Cove di Bali memilih untuk tinggal selama satu hingga dua bulan saja. Pola ini berkaitan dengan kebutuhan pekerjaan jangka pendek seperti relokasi sementara, proyek, atau pekerjaan lepas.
Kebutuhan tersebut sulit dipenuhi oleh hotel harian atau hunian sewa lain yang umumnya membutuhkan kontrak tahunan. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan memperluas akses ke hunian bersama bulanan guna mendukung ketersediaan tempat tinggal berkualitas di Bali.
Meskipun dikenal sebagai destinasi wisata global, Bali juga menjadi tujuan tinggal bagi warga Indonesia sendiri. Saat ini, penghuni kamar bulanan Cove di Bali didominasi oleh warga lokal dengan persentase mencapai 76 persen.
Penghuni bulanan tersebut paling banyak berada dalam rentang usia 25 hingga 29 tahun. Dua latar belakang utamanya adalah pekerja profesional dan pekerja lepas yang menunjukkan bahwa pekerjaan menjadi alasan utama mereka datang ke Bali.
Penghuni kamar bulanan tersebut juga memiliki preferensi yang spesifik dalam memilih hunian. Permintaan kamar bulanan di Bali terpusat pada properti dengan harga sewa di bawah lima juta rupiah, terlepas dari lokasi properti tersebut.
Kondisi ini menunjukkan bahwa harga menjadi faktor yang lebih penting bagi penyewa. Hal ini tentu berbeda dengan area metropolitan lain seperti Jabodetabek yang permintaannya lebih ditentukan oleh area dan akses.
Dari beberapa area operasional di Bali, Denpasar menjadi wilayah yang memimpin keterisian kamar bulanan. Tingkat okupansi di Denpasar tercatat lebih tinggi hingga lima kali lipat dibandingkan area lainnya.
Wilayah ini menjadi pilihan bagi mayoritas penghuni kamar bulanan Cove di Bali. Tren tersebut sejalan dengan data kependudukan yang menyebutkan bahwa Kota Denpasar menjadi tujuan tertinggi pendatang sepanjang tahun.
Status Denpasar sebagai ibu kota provinsi, pusat pemerintahan, serta pusat ekonomi kota menjadi daya tarik utama bagi para pendatang. Selain itu, kehadiran proyek besar pemerintah seperti Kawasan Ekonomi Khusus Sanur turut memperkuat daya tarik tersebut.
Seiring berkembangnya aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata utama, pihak pengelola melihat kebutuhan hunian sewa yang beragam akan terus meningkat. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas portofolio hunian sewa fleksibel di Bali guna mengikuti arah pertumbuhan kebutuhan tersebut.
Redaksi



