marketinginsight.id – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) resmi menandatangani nota kesepahaman strategis.
Kerjasama ini bertujuan mendorong pengembangan program serta solusi sistem pembayaran nasional berbasis riset kebijakan.
Kerja sama ini menggabungkan kapabilitas Jalin dalam mengelola infrastruktur dengan kompetensi BACenter di bidang riset ekonomi.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung digitalisasi layanan publik, efisiensi belanja negara, hingga perluasan inklusi keuangan.
Langkah strategis ini berlangsung di tengah lonjakan pesat pertumbuhan transaksi digital nasional. Bank Indonesia mencatat volume transaksi internet banking, BI-FAST, dan BI-RTGS mencapai 16,07 miliar pada semester I 2026.
Sementara itu, volume transaksi QRIS tumbuh 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Bahkan, transaksi QRIS antarnegara berhasil membukukan nilai net inbound sebesar Rp1,52 triliun.
Peningkatan angka transaksi digital mencerminkan semakin strategisnya peran sistem pembayaran bagi aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, pengembangan produk pembayaran membutuhkan landasan riset yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji menegaskan bahwa kolaborasi ini menguatkan kontribusi perusahaan pada transformasi publik. Pihaknya berupaya keras mendukung agenda digitalisasi yang digagas pemerintah.
Ario menjelaskan bahwa pengembangan sistem pembayaran tidak dapat hanya mengandalkan aspek teknologi semata. Pemahaman mendalam atas prioritas pemerintah dan dampak sosial menjadi fondasi penting agar solusi tepat sasaran.
Di samping itu, kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat transformasi ekosistem Danantara Indonesia. Jalin terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur digital yang efisien bagi negara.
Pada kesempatan yang sama, Burhanuddin Abdullah menyatakan pentingnya penguasaan infrastruktur sistem pembayaran oleh negara. Kebijakan layanan sistem pembayaran perlu dirancang berdasarkan data dan bukti empiris.
Burhanuddin menambahkan bahwa BACenter unggul dalam analisis kebijakan, sedangkan Jalin kuat pada teknologi serta jaringan. Sinergi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi aplikatif yang memberi manfaat konkret bagi masyarakat.
Selanjutnya, kombinasi kompetensi kedua institusi membuka peluang agar hasil kajian dapat diuji melalui proyek percontohan. Riset berperan memastikan suatu program relevan, dapat dilaksanakan, dan berdampak terukur.
Akhirnya, sinergi antara Jalin dan BACenter menegaskan krusialnya kolaborasi pelaku industri dengan lembaga kajian. Kerja sama ini dipercaya memperluas manfaat digitalisasi bagi perekonomian Indonesia.
Redaksi



