marketinginsight.id – Jobstreet by SEEK kembali bekerja sama dengan UNODC dalam Peringatan Hari Dunia Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Acara yang mengangkat tema “Melawan TPPO di Era Digital” ini diselenggarakan oleh Kemen PPPA bersama IOM di One Satrio, Jakarta Selatan.
Melalui edukasi penipuan lowongan kerja, Jobstreet by SEEK menegaskan komitmen melindungi pencari kerja di Indonesia dan Asia Pasifik. Pihaknya merangkum lima fakta utama ancaman TPPO berteknologi serta lima tips praktis melamar kerja secara aman.
Sementara itu, penipuan kerja online mendorong lonjakan kasus TPPO di kawasan Asia Tenggara. Data IOM menunjukkan kasus perdagangan orang untuk forced criminality terkait operasi online scam meningkat signifikan sejak 2022.
Banyak korban direkrut melalui iklan lowongan palsu dan skema migrasi menyesatkan. Selanjutnya, mereka dipaksa bekerja di scam compound untuk menjalankan penipuan daring.
Di samping itu, ratusan ribu orang terjebak dalam operasi penipuan lintas negara. Laporan PBB memperkirakan sedikitnya 120.000 orang di Myanmar dan 100.000 orang di Kamboja telah diperdagangkan.
Para korban dipindahkan antarnegara dengan dokumen identitas yang ditahan pelaku. Aktivitas kejahatan tersebut kemudian disamarkan seolah-olah sebagai pekerjaan digital sah.
Bahkan, warga Indonesia termasuk pihak yang paling terdampak oleh kejahatan ini. Laporan terbaru mencatat ribuan WNI teridentifikasi dalam operasi online scam di Asia Tenggara.
Banyak di antara mereka tergiur tawaran kerja bergaji tinggi di luar negeri. Informasi tersebut umumnya dipromosikan melalui pesan pribadi, grup chat, atau iklan tidak terverifikasi.
Selain kejahatan lintas negara, kasus TPPO juga mengancam perempuan dan anak di dalam negeri. Data SIMFONI PPA 2021–2025 mencatat ribuan korban terdata secara nasional.
Angka tersebut diyakini hanyalah puncak dari fenomena gunung es yang tampak. Pasalnya, masih terdapat banyak kasus di lapangan yang belum dilaporkan.
Adapun modus kejahatan ini berawal dari lowongan palsu di platform tidak resmi. Pelaku memanfaatkan pesan instan dan media sosial untuk menyebarkan iklan pekerjaan buatan mereka.
Proses rekrutmen sengaja dipindahkan ke luar platform resmi agar pelaku bebas menekan korban. Akibatnya, perekrutan yang tidak terstruktur membuka celah besar bagi TPPO.
Perdagangan orang saat ini semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital. Pelaku memanfaatkan berbagai platform online untuk merekrut dan mengeksploitasi korban.
Oleh sebab itu, pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor termasuk dengan platform pencarian kerja. Langkah edukasi di ruang publik sangat penting guna memperkuat perlindungan bagi masyarakat.
Sebagai platform yang banyak digunakan masyarakat, Jobstreet by SEEK menempatkan keamanan ekosistem rekrutmen sebagai prioritas. Sejumlah langkah penting telah diterapkan guna mencegah masuknya penipuan lowongan kerja.
Tim khusus Trust & Safety bertugas memverifikasi latar belakang perusahaan serta memeriksa dokumen legalitas. Langkah ini wajib dilakukan sebelum pengiklan baru dapat mempublikasikan lowongan.
Sistem otomatis juga digunakan untuk memblokir iklan yang meminta pembayaran dari pencari kerja. Pemeriksaan terperinci turut diterapkan pada industri dan negara dengan rekam jejak berisiko tinggi.
Pengembangan teknologi AI dan machine learning terus ditingkatkan untuk deteksi dini penipuan. Selain itu, fitur pelaporan memudahkan pencari kerja mengadukan indikasi lowongan mencurigakan.
Pihak Jobstreet menempatkan keamanan platform sebagai prioritas utama dalam operasionalnya. Langkah tersebut mencakup verifikasi berlapis, deteksi berbasis AI, hingga edukasi secara berkelanjutan.
Guna menjaga keamanan, pencari kerja diimbau selalu menggunakan platform resmi dan terpercaya. Hindari mengandalkan informasi lowongan yang berasal dari pesan berantai atau grup chat tidak terverifikasi.
Selanjutnya, waspadai tawaran pekerjaan yang tergolong terlalu bagus untuk jadi kenyataan. Iming-iming gaji sangat tinggi dengan tugas yang tidak jelas merupakan tanda bahaya klasik.
Para pelamar juga ditegaskan untuk tidak pernah membayar sejumlah uang demi mendapatkan pekerjaan. Perusahaan yang kredibel tidak akan meminta biaya administrasi atau pelatihan dari calon pekerja.
Di samping itu, lindungi data pribadi dan tetap berkomunikasi di kanal resmi. Hindari membagikan nomor identitas atau dokumen sensitif pada tahap awal rekrutmen.
Khusus peluang kerja luar negeri, pastikan ketersediaan izin dan visa kerja yang sah. Praktik bekerja menggunakan visa wisata sangat berisiko dimanfaatkan oleh pelaku TPPO.
Apabila menemukan iklan mencurigakan di platform Jobstreet, pencari kerja dapat memanfaatkan tombol pelaporan khusus. Pengguna juga dapat mengirimkan laporan melalui email resmi layanan pelanggan.
Selain itu, pendaftaran aduan dapat dilakukan melalui layanan kontak telepon yang tersedia. Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim verifikasi untuk meninjau dan menonaktifkan iklan bermasalah.
Jobstreet merupakan platform ketenagakerjaan yang menghubungkan masyarakat dengan peluang kerja sejak 2006. Dioperasikan oleh SEEK, platform ini menggabungkan keahlian lokal dengan teknologi AI.
Redaksi



